Home » » Struktur Ekosistem

Struktur Ekosistem

Written By agnas setiawan on Sunday, 10 February 2013 | 09:06


Bila kita memasuki suatu ekosistem baik ekosistem daratan maupun perairan, kita
akan menjumpai adanya dua macam organisme hidup yang merupakan komponen
biotik ekosistem. Kedua macam komponen biotik tersebut adalah berikut ini:
1. Komponen autotropik, yaitu komponen hidup yang terdiri atas organisme yang
mampu menghasilkan makanan (energi) dari bahan-bahan anorganik melalui
proses fotosintesis ataupun kemosintesis;
2. Komponen heterotropik, yaitu komponen hidup yang terdiri atas organisme
yang menggunakan, mengubah atau memecah bahan organik kompleks yang
telah ada yang dihasilkan oleh komponen autotropik.



Secara struktural ekosistem mempunyai enam komponen sebagai berikut:
1. Bahan anorganik, antara lain meliputi C, N, CO2, H2O, dan lain-lain. Bahan-bahan
ini akan mengalami daur ulang;
2. Bahan organik, yang meliputi karbohidrat, lemak, protein, bahan humus, dan
lain-lain. Bahan-bahan organik ini merupakan penghubung antara komponen
biotik dan abiotik;
3. Kondisi iklim, yang meliputi faktor-faktor iklim, misalnya angin, curah hujan,
dan suhu;
4. Produsen adalah berbagai organisme autotrof, terutama tumbuhan hijau daun
(berklorofil). Organisme-organisme ini mampu hidup hanya dengan bahan
anorganik karena mampu menghasilkan energi makanan sendiri, misalnya
dengan fotosintesis. Selain tumbuhan berklorofil, juga ada bakteri kemosintetik
yang mampu menghasilkan energi kimia dengan reaksi kimia, dan peranan
bakteri kemosintetik ini begitu besar jika dibandingkan dengan tumbuhan
fotosintetik;
5. Makrokonsumen adalah organisme heterotrof, terutama hewan-hewan.
Organisme ini hidupnya tergantung pada organisme lain, dan hidup dengan
memakan materi organik yang dibuat oleh produsen;
6. Mikrokonsumen adalah organisme-organisme heterotrof, sapotrof, dan
osmotrof, terutama bakteri dan fungi. Mereka inilah yang memecah materi
organik yang berupa sampah dan bangkai, menguraikannya sehingga terurai
menjadi unsur-unsurnya (bahan anorganik). Kelompok ini juga disebut sebagai
organisme pengurai.

Secara fungsional ekosistem dapat dipelajari menurut proses yang berlangsung di
dalamnya, dan terdapat enam proses sebagai berikut:
1. Lintasan atau aliran energi;
2. Rantai makanan;
3. Pola keragaman berdasar waktu dan ruang;
4. Daur ulang (siklus) biogeokimiawi;
5. Perkembangan dan evolusi;
6. Pengendalian atau sibernetika.


Sering terjadi bahwa proses autotropik dan heterotropik serta organisme-organisme
yang bertanggung jawab atas proses-proses tersebut terpisah (secara tidak
sempurna), baik menurut ruang atau waktu. Sebagai contoh dapat disebutkan
bahwa di hutan, misalnya proses autotropik terjadi pada saat proses fotosintesis
berlangsung yang umumnya lebih banyak terjadi pada bagian kanopi hutan,
sedangkan proses heterotropik lebih banyak terjadi di permukaan lantai hutan (hal
ini terpisah berdasar ruang). Proses autotropik juga terjadi pada waktu siang hari,
sedangkan proses heterotropik dapat terjadi baik pada siang ataupun malam hari
(terpisah berdasarkan waktu).
Adanya pemisahan tersebut juga dapat dilihat pada ekosistem perairan. Pada
ekosistem perairan, lapisan permukaan yang dapat ditembus oleh sinar matahari
merupakan lapisan autotropik. Dalam lapisan ini proses autotropik adalah
dominan, di mana lapisan perairan paling bawah yang tak tembus sinar matahari
merupakan lapisan heterotropik. Di dalam lapisan ini berlangsung proses
heterotropik.



Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Suka Blog Ini

Terbanyak Klik

 
Support : Geograph88 | agnazgeograph | Template Gratis
Copyright © 2013. Geograph88 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger