Struktur Ekosistem - Geograph88

Struktur Ekosistem

Struktur Ekosistem
Ekosistem adalah bagian penting dalam struktur biosfer di bumi. Ekosistem di bumi tersebar di daratan dan lautan. 

Bila kita memasuki suatu ekosistem baik ekosistem daratan maupun perairan maka kita akan menjumpai adanya dua macam organisme hidup yang merupakan komponen
biotik ekosistem. 

Kedua macam komponen biotik tersebut adalah berikut ini:
1. Komponen autotropik, yaitu komponen hidup yang terdiri atas organisme yang mampu menghasilkan makanan (energi) dari bahan-bahan anorganik melalui proses fotosintesis ataupun kemosintesis;

2. Komponen heterotropik, yaitu komponen hidup yang terdiri atas organisme yang menggunakan, mengubah atau memecah bahan organik kompleks yang telah ada yang dihasilkan oleh komponen autotropik.
Ekosistem di Bumi
Secara struktural, ekosistem dibagi menjadi kompone berikut:
1. Bahan anorganik, antara lain meliputi C, N, CO2, H2O, dan lain-lain. Bahan-bahan 
ini akan mengalami daur ulang;

2. Bahan organik, yang meliputi karbohidrat, lemak, protein, bahan humus, dan lain-lain. Bahan-bahan organik ini merupakan penghubung antara komponen biotik dan abiotik;

3. Kondisi iklim, yang meliputi faktor-faktor iklim, misalnya angin, curah hujan, dan suhu;

4. Produsen adalah berbagai organisme autotrof, terutama tumbuhan hijau daun (berklorofil). Organisme-organisme ini mampu hidup hanya dengan bahan anorganik karena mampu menghasilkan energi makanan sendiri, misalnya dengan fotosintesis. 

Selain tumbuhan berklorofil, juga ada bakteri kemosintetik yang mampu menghasilkan energi kimia dengan reaksi kimia, dan peranan bakteri kemosintetik ini begitu besar jika dibandingkan dengan tumbuhan fotosintetik;

5. Makrokonsumen adalah organisme heterotrof, terutama hewan-hewan. Organisme ini hidupnya tergantung pada organisme lain, dan hidup dengan memakan materi organik yang dibuat oleh produsen;

6. Mikrokonsumen adalah organisme-organisme heterotrof, sapotrof, dan osmotrof, terutama bakteri dan fungi. Mereka inilah yang memecah materi organik yang berupa sampah dan bangkai, menguraikannya sehingga terurai menjadi unsur-unsurnya (bahan anorganik). Kelompok ini juga disebut sebagai organisme pengurai.


Secara fungsional ekosistem dapat dipelajari menurut proses yang berlangsung di dalamnya, dan terdapat enam proses sebagai berikut:
1. Lintasan atau aliran energi;
2. Rantai makanan;
3. Pola keragaman berdasar waktu dan ruang;
4. Daur ulang (siklus) biogeokimiawi;
5. Perkembangan dan evolusi;
6. Pengendalian atau sibernetika.

Sering terjadi bahwa proses autotropik dan heterotropik serta organisme-organisme yang bertanggung jawab atas proses-proses tersebut terpisah (secara tidak sempurna), baik menurut ruang atau waktu. 

Sebagai contoh dapat disebutkan bahwa di hutan, misalnya proses autotropik terjadi pada saat proses fotosintesis berlangsung yang umumnya lebih banyak terjadi pada bagian kanopi hutan, sedangkan proses heterotropik lebih banyak terjadi di permukaan lantai hutan (hal ini terpisah berdasar ruang). 

Proses autotropik juga terjadi pada waktu siang hari, sedangkan proses heterotropik dapat terjadi baik pada siang ataupun malam hari (terpisah berdasarkan waktu).

Adanya pemisahan tersebut juga dapat dilihat pada ekosistem perairan. Pada ekosistem perairan, lapisan permukaan yang dapat ditembus oleh sinar matahari merupakan lapisan autotropik. Dalam lapisan ini proses autotropik adalah dominan, di mana lapisan perairan paling bawah yang tak tembus sinar matahari merupakan lapisan heterotropik. Di dalam lapisan ini berlangsung proses heterotropik.
close