Sistem Matahari Atau Tata Surya Menurut Hukum Kepler

 Sistem Matahari/Tata Surya

Claudius Ptolomeus, Nicoltias.Copernicus dan Johnaess Kepler mempunyai pandangan berbeda mengenai peredaran bintang, satelit, planet, dan lain-lain pada susunan matahari.



a. Claudius Ptolomeus

Pada abad ke-2 Masehi, Ptolomeus mengemukakan  teori yang disebut Sistem Geosentris. Menurut dia, seniua benda-benda di angkasa raya," termasuk juga matahari, berputar mengelilingi bumi. Jadi, bumi berfungsi sebagai pusat peredaran.

Ptolomeus mengamati benda-benda langit, misalnya: matahari, bulan, Merkurius, Venus, Mars, Yupiter, dan Satunius, berputar mengelilingi bumi. Jadi, bumi sebagai pusat segalanya. Anggapan yang demikian disebut sistem geosentris atau sistem Ptolomeus

Sistem geosentris ini bisa bertahan cukup lama, yaitu sekitar i . 14 abad. Selama itu tak satu pun pendapat yang menentangnya.

Baru pada awal abad ke-16, seorang Jerman bernama Nicolaus Copernicus mengemukakanteorinya yang berbeda dengan teori Ptolomeus.

b.Nicolaas Copernicus

Nicolaas Copernicus seorang Jerman, yang hidup pada tahun 1473 — 1543. Menurut Nicolaas Copernicus, pandangan yang dikemukakan Ptolomeus keliru. Bukanlah bumi yang menjadi pusat peredaran, tetapi matahari.

Menurut Copernicus, planet-planet, termasuk bumi berputar mengelilingi matahari. Jadi, matahari sebagai pusat peredaran.

Anggapan yang memandang matahari sebagai pusat peredaran pada Tata Surya disebut sistem heliosentris, atau sistem Copernicus atau sistem matahari. Pendapat Copernicus ini mendapat dukungan dari beberapa ahli, antara lain  Galilei dan Kepler.

c.Kepler

Kepler (1571-1630) juga telah menyelidiki dengan teliti peredaran planet-planet dalam Tata Surya. Menurut Kepler peredaran planet-planet terikat pada syarat tertentu.
Sebagai pendukung dan pengembang sistem heliosentris, Kepler membuat tiga hukum yang disebut Hukum Kepler I, II, dan III

  • Hukum Kepler I:

Planet-planet beredar mengelilingi matahari menurut lintasan berbentuk ellips, dengan matahari di salah satu titik apinya.

Berkat penyelidikan Kepler diketahui bahwa lintasan planet-planet hanya sedikit menyimpang dari bentuk atau bangun lingkaran sejati. Dengan kata lain harga exentricitas ellips kecil. Yang harga exentricitasnya agak besar, yaitu Merkurius, Mars, dan Pluto.

Rumus harga exentricitas ellips


Dengan cara yang sama kita bisa menghitung harga exentricitas ellips planet Mars, Venus, Yupiter,dan lain-lain, asal diketahui harga aphelium dan perihelium serta jarak rata-ratanya.

Adapun harga exentricitas ellips masingTmasing planet adalah sebagai berikut:

Merkurius = 1/5 ; Venus =4/180 ; Bumi =1/60.

Mars = 1/11 ; Yupiter = 1/20 ; Neptunus = 1/100 Pluto = 1/4

  • Hukum Kepler 2

Planet-planet beredar di lintasannya mengelilingi matahari sedemikian rupa, hingga dalam waktu yang sama, garis hubung antara matahari dan planet melukiskan bidang-bidang atau petak-petak yang sama luasnya.

  • Hukum Kepler III (Hukum harmoni):
Pangkat dua waktu beredar sebuah planet mengeiilingi mata-hari berbanding lurus dengan pangkat tiga jarak rata-ratanya ke matahari.Hukum ini berlaku untuk seluruh planet dalam tata surya. 

Contoh: 


Jadi, jarak Mars ke Matahari = 228 juta km. (agar bilangan tidak terlalu besar, maka 58 tidak usah dikalikan 1.000.000) .

Hukum Kepler III, bisa juga untuk menghitung revolusi planet, asal jarak dari kedua.planet diketahui dan revolusi salah satu planet juga diketahui.

Jadi hukum Kepler bisa untuk menghitung besarnydharga exentri-citas ellips dan jarak rata-rata planet ke .matahari, walaupun tidak secara mutlak. Sekarang benda angkasa apa saja yang menjadi anggota tata surya kita?
anggota tata surya kita? Adapun yang menjadi anggota Tata Surya kita adalah:
1. matahari sebagai pusat peredaran
2. sembilan buah planet (Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto)
3. satelit atau pengiring planet jumlahnya tidak sama untuk masing-masing planet
4. komet atau bintang berekor
5. meteor atau bintang beralih
6. asteroid atau planet-planet kecil-(planet bayi)
7. bola api atau darn, sejenis batu meteor dengan ukuran lebih besar Sifat-sifat,ukuran, rotasi, dan revolusi niasing-masing benda angkasa dalam tata surya,

Perlu diketahui bahwa lingkaran peredaran. masing-masing planet dan; komet tidak sama. .
Demikian juga besar ukuran masing-masing anggota tata surya (lihat gb.6 dan 7).

Dari ukuran benda-benda angkasa di jagad raya dan ukuran planet-planet seperti tertera pada gambar 3 dan 7, kita dapat menyim-pulkan bahwa planet Bumi kita sangat kecil.

Ahli lain yang mendukung Copernicus adalah Galilei (1564 — 1642). Dia dengan alat buatanya sendiri bersemangat dan menentang teori Aristoteles dan Ptolomeus yang mengatakan bumi diam dan sebagai pusat alam raya. Akhirnya Galilei disingkirkan dari gereja dan buku-bukunya dilarang beredar.
Baca Juga : ukuran-bintang-yang-ada-di-jagad-raya




0 Response to "Sistem Matahari Atau Tata Surya Menurut Hukum Kepler"

Post a Comment