Penjelasan Morfologi Laut Dan Pesisir

Luas permukaan bumi yang kita tinggali ini mencapai 510 juta km2 mempunyai Tiga perempat dari luas permukaan bumi yang memang tertutup oleh air. Pada dasarnya Dari seluruh air yang telah ada di bumi, 97,5% merupakan air asin yang terdapat di lautan dan sekitar muara. Lautan adalah kumpulan massa air asin terbesar. Lautan mencakup samudra dan badan perairan asin yang lebih kecil seperti selat dan teluk.

Antara lautan dan daratan kini dibatasi oleh bberapa wilayah yang disebut dengan pantai dan pesisir. Pantai merupakan daerah antara pertemuan antara darat dan laut yang secara langsung mendapat pengaruh gelombang dan juga mendapatkan pasang surut air. Adapun pesisir merupakan bagian dari pantai mulai dari batas muka air laut pada saat air pasang terendah menuju ke arah darat sampai pengaruh pasang tertinggi atau gelombang laut terbesar.

Proses erosi yang juga dilakukan oleh air laut mengakibatkan pantai memiliki ciri serta bentuk yang berbeda-beda. Ciri dan bentuk pantai bisa dibedakan dari berbagai tinjauan, antara lain dengan berdasarkan morfologinya maupun berdasarkan letaknya terhadap pegunungan.

Berdasarkan morfologinya, pantai dapat dibedakan atas pantai landai serta pantai curam. Pantai landed yaitu pantai dengan morfologi yang tidak begitu tajam dan tejuga terjal yang mempunyai kemiringan lereng sekitar 1° sampai 5°. Biasanya, pantai landai berhadapan dengan laut dangkal. Pantai landai dapat dibedakan Iagi atas beberapa jenis berikut.
  • Pantai datar: merupakan pantai yang agak landai atau datar ke arah laut. contohnya , pantai utara Pulau Jawa, pantai timur Pulau Sumatera, dan pantai Kedimantan bagian selatan.
  • contohnya
  • Pantai laguna: pantai yang terbentuk dari endapan berupa pulau-pulau yang dibentuk oleh hempasan gelombang laut.
  • Pantai haff (berdanau): Merupakan pantai yang berbentuk lidah (semacam beting pasir). Jika pantai sudah tertutup seluruhnya disebut nehrung.
  • Estuarium merupakan pantai yang mempunyai corong yang terbentuk sebagai akibat perbedaan pasang naik dan surut yang sangat besar. contohnya pada, muara Sungai Kampar, Batanghari, Rokan, dan Sungai Kapuas.


Pantai curam (terjal) yaitu pantai yang memiliki morfologi yang sangat curam (terjal) dengan kemiringan lereng berkisar antara 40° sampai dengan 75°. Umumnya, pantai curam berhadapan dengan laut-laut dalam. Pantai curam sering juga disebut pantatxliff- Misalnya, pantai di selatan Pulau Jawa (Pantai Pangandaran dan Pelabuhan Ratu). Pantai curam dapat dibedakan lagi atas bentuk-bentuk berikut.
 
  • Pantai skeren: pantai yang memiliki bentuk hampir sama dengan fyord, tetapi lekukannya tidak terlalu jauh masuk daratan. Di depan pantai terdapat pulau-pulau kecil berbatu yang sebagian tergenang (skeren)
  • Pantai-fyord: Merupakan pantai yang mempunyai penampang berbentuk huruf U dan curam disertai teluk yang sangat dalam, sempit, dan berkelok-kelok. contohnya . pantai di daerah selandia Baru. pantai Norwegia, pantai Eslandia. dan pantai Skandinavia.
     
  • Pantai ria: pantai yang terbentuk oleh sederetan bukit yang arahnya tegak lums terhadap garis pantai. Kemudian. pantai ini mengalami proses penurunan dan tergenang air taut sehingga terbentuk semenanjung yang berderet-deret. Misalnya, pantai di sebelah barat daya Asia Kecil dan sebelah barat Spanyol.
     
  • Pantai netral yaitu pantai yang garis pantainya tidak memiliki hubungan dengan jalur pegunungan, tetapi berdekatan dan berasal dan dataran tinggi atau dataran rendah. Misalnya,pantai timur Afrika, pantai selatan D.l Yogyakarta, dan beberapa pantai di utara Jawa Tengah.
Demikian Penjelasan Morfologi Laut Dan Pesisir.Semoga bermanfaat

0 Response to "Penjelasan Morfologi Laut Dan Pesisir"

Post a Comment