Proses Pembentukan Dan Perusakan Tanah Serta Pengaruhnya Bagi Kehidupan

Proses Pembentukan Dan Perusakan Tanah Serta Pengaruhnya Bagi Kehidupan

Ciri dan Proses Pembentukan Tanah di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara yang terletak di khatulistiwa. Karena letaknya tersebut, Indonesia dipengaruhi iklim tropis dengan ciri temperatur udara dan curah hujan yang tinggi. Temperatur di daerah ini tetap tinggi sepanjang tahun dengan rerata temperatur tidak kurang dari 18°C. Rerata curah hujan tahunannya juga sangat tinggi yaitu mencapai 100-200 mm/bulan.

Kondisi iklim tadi sangat mempengaruhi ciri dan proses pembentukan tanah di Indonesia, di samping faktor lainnya yaitu bahan induk, organisme, topografi, dan waktu. Temperatur dan curah hujan yang tinggi serta perubahan musiman secara langsung juga mempengaruhi perkembangan tanah. Dengan kondisi iklim tersebut, maka pelapukan kimia berlangsung lebih dominan, sehingga mampu membentuk tanah-tanah tebal dengan cepat. Di daerah lainnya yang tidak beriklim tropis terjadi proses yang berlainan, sehingga ciri tanahnya juga relatif berbeda

Proses Pembentukan Dan Perusakan Tanah Serta Pengaruhnya Bagi Kehidupan
Sebagai contoh, di daerah gurun dan kutub pelapukan fisika atau mekanik lebih dominan dibanding pelapukan lainnya. Akibatnya, di daerah ini terbentuk tanah yang relatif tipis dan terdiri atas batuan induk yang terpecah-pecah.

Berdasarkan kondisi tersebut, maka ciri dan proses pembentukan tanah di Indonesia adalah sebagai berikut.

a.    Ketebalan tanah pada umumnya sangat besar atau dalam. Kedalaman tanah bisa mencapai 60 meter. Hal ini terjadi karena pelapukan kimia yang intensif akibat dari temperatur dan curah hujan yang tinggi.

b.    Karena pelapukan kimia berlangsung dominan, maka terdapat banyak tanah memiliki susunan kimia berbeda dengan bahan induknya.

c.    Walaupun pada umumnya tebal, pada daerah tertentu dengan kondisi lahan yang telah rusak, tanahnya relatif tipis. Hal ini terjadi karena erosi atau pengikisan berlangsung sangat intensif.

d.    Banyak terbentuk tanah vulkanik karena Indonesia merupakan daerah dengan jumlah gunung api yang sangat banyak. Setidaknya, terdapat 129 gunung api yang masih aktif sampai saat ini.

e.    Pada daerah dataran rendah yang selalu tergenang oleh air terbentuk jenis tanah organosol atau tanah gambut. Misalnya, di Sumatera bagian timur, sepanjang pesisir Kalimantan, dan Papua bagian selatan.

Demikian Proses Pembentukan Dan Perusakan Tanah Serta Pengaruhnya Bagi Kehidupan.Semoga bermanfaat

0 Response to "Proses Pembentukan Dan Perusakan Tanah Serta Pengaruhnya Bagi Kehidupan"

Post a Comment