Interaksi Jaringan Unsur-Unsur Lingkungan

Planet bumi sebagai satu kesatuan, merupakan ekosistem raksasa bagi manusia. Sebagai ekosistem makro, di bumi terdapat rantai, rangkaian, jalinan, dan interaksi kehidupan komponen-komponennya yang menjamin keseimbangan dan kelestarian kehidupan di bumi. Interaksi yang terjadi di bumi berupa interaksi sosial, interaksi biofisikal, serta interaksi sosio-biofisikal.

Interaksi biofisikal dapat erjadi antara makhluk hidup dengan lingkungannya atau antara komponen biotik dengan beberapa komponen abiotik. Hutan rimba, padang rumput, rawa, sungai, danau, laut, dan lain-lainnya, merupakan bentuk-bentuk ekosistem alamiah yang ada pada keseimbangan tertentu. Jalinan hidup, keanekaragaman komponen-komponen biotik dan abiotik serta adanya suatu kesinambungan antara prosesnya, ada pada suatu siklus keseimbangan pada ekologi.

Interaksi Jaringan Unsur-Unsur Lingkungan

 Di sinilah manusia mulai
Hutan, khususnya hutan hujan tropik, termasuk hutan heterogen yang terdiri atas aneka ragam pohon-pohonan. Komunitas yang hidup di dalam hutan tersebut membentuk jalinan hidup yang berkesinambungan mempertahankan suatu keseimbangan pada lingkungan hiduo. Secara alamiah, pada ekosistem bisa terjadi siklus biogeokimia pada dinamika yang mantap.

Padang rumput sebagai suatu bentuk ekosistem, memiliki jenis tumbuh-tumbuhan yang lebih sederhana daripada hutan ataupun rimba. Meskipun demikian, di sini terdapat komunitas-komunitas yang melakukan jalinan hidup yang berkesinambungan dan juga mempertahankan suatu keseimbangan. Rantai makanan yang secara alamiah dapat berjalan berputar pada siklus biogeokimia seperti yang telah terjadi di dalam ekosistem-ekosistem lainnya.

Sungai, danau, rawa, dan laut sebagai suatu bentuk ekosistem, juga terdiri atas komunitas-komunitas yang melakukan jalinan hidup sesamanya serta dengan lingkungan setempat. Pada kawasan-kawasan tersebut di atas, terjadi interaksi ekologis dan siklus biogeokimia yang berkesinambungan, sehingga terjadi keseimbangan.

Interaksi sosial dapat diamati pada kehidupan antarmanusia. Misalnya, pada hubungan antara desa-kota. Desa ataupun kota merupakan ruang atau lingkungan tempat tinggal manusia yang satu sama lain memiliki sistem kehidupan (ekosistem) berbeda. Namun demikian, keduanya memiliki hubungan saling menopang dan mendukung sehingga dapat merupakan satu kesatuan ekosistem yang lebih luas lagi.

Bagi kota, desa merupakan daerah dukung (hinterland) yang berfungsi sebagai pemberi bahan makanan pokok seperti padi, jagung, ketela, dan hasil pertanian lainnya maupun daging hewan dan hasil petemakan lainnya. Selanjutnya, secara potensi ekonomi, desa berfungsi sebagai sumber bahan mentah (raw material) yang dibutuhkan oleh industri di kota dan tenaga kerja (man power) yang sangat berarti dalam pembangunan di kota.

Adapun bagi desa, kota merupakan penyedia berbagai macam fasilitas baik pendidikan, kesehatan, hiburan yang tentunya di pedesaan sangat terbatas bahkan tidak tersedia, lapangan kerja, dan pasar bagi produk-produk yang dihasilkan pedesaan.

Interaksi sosio-biofisikal dapat diamati pada pemanfaatan lingkungan oleh manusia. Melalui proses yang panjang, manusia terus tumbuh dan berkembang, baik fisik maupun akalnya. Pertumbuhan populasi manusia mendorong manusia menjelajah permukaan bumi mulai dari tempat kelahirannya hingga ke wilayah-wilayah lain pada batas jangkauannya. Bersamaan dengan itu, tumbuh pula kebutuhan-kebutuhannya, mulai dari fisik material yang mendasar hingga kebutuhan yang tarafnya lebih tinggi, seperti periindungan, kebutuhan sosial, penghargaan, dan kebutuhan untuk memuaskan batin.

Dalam usahanya memenuhi semua kebutuhan tersebut, manusia dapat mengembangkan suatu budayanya untuk memanfaatkan lingkungan sekitar. Di sinilah manusia bisa campur tangan dalam urusan pemanfaatan ekosistem alamiah yang akan menuju ekosistem budaya.

0 Response to "Interaksi Jaringan Unsur-Unsur Lingkungan"

Post a Comment