Pembagian Kualitas Air Laut

Untuk dapat mengerti dan memahami Karakteristik serta proses fisis yang terjadi di dalam air laut dilakukan analisis kualitas air laut. Kualitas air laut dapat dilihat berdasarkan parameter temperatur, salinitas, dan kecerahan (warna) air laut. Ketiga parameter ini dapat menentukan kestabilan sifat suatu perairan.

1. Temperatur Air Laut

Temperatur merupakan salah satu indikator yang mempunyai peranan penting bagi kehidupan organisme di lautan. Oleh sebab itu, dalam setiap penelitian oseanografi, akan dilakukan pengukuran temperatur air laut. Temperatur air laut yang juga dapat ditentukan oleh radiasi matahari. Karena sebab itu  temperatur air laut akan lebih berkurang karen akan ada penyesuaian kadar pada perubahan dedalam laut dan juga semakin berkurang apabila semakin jauh dari sebuah ekuator.

Sejak radiasi matahari diterima oleh beberapa lapisan permukaan laut, lapisan di permukaan akan lebih panas dari lapisan di bawahnya. Sampai kedalaman 200 meter, keadaan temperatur laut relatif stabil dan merata. Lapisan juga dinamakan dengan lapisan mix layer. Pada kedalaman lebih dari 200 meter, temperatur berkurang secara mendadak sehingga membentuk kurva dengan lereng yang begitu curam. Lapisan ini dikenal sebagai lapisan thermoklin.

Semakin ke arah kutub, temperatur air laut semakin rendah. Di wilayah ekuator, temperatur air laut sekitar 28°C. Adapun di daerah kutub sekitar -2°C. Peta sebaran temperatur air laut, berdasarkan hasil penelitian yang digambarkan dengan garis isoterm, menunjukkan umumnya garis isoterm sejajar dengan garis lintang. Hal ini terjadi karena daerah yang terletak pada lintang yang sama akan mengalami penerimaan radiasi matahari yang sama pula. Namun demikian, di beberapa tempat terjadi penyimpangan sebagai akibat faktor-faktor geografis. Penyimpangan tersebut misalnya, pengaruh daratan, arus laut, dan adanya air yang muncul ke permukaan yang disebabkan oleh adanya arus bawah.

Umumnya-air Jaut-dapat dibagi menjadi tiga lapisan. Lapisan permukaan (0-100 m) biasanya memiliki temperatur tinggi dan densitas rendah. Lapisan ini meliputi sekitar 2% keseluruhan volume air laut. Lapisan bagian tengah yang biasa disebut lapisan thermoklin meliputi sekitar 18% keseluruhan volume air laut. Di lapisan ini temperatur air laut berkurang sesuai kedalaman. Lapisan terdalam yang meliputi 80% volume air laut memiliki temperatur rendah dan seragam. Temperatur ratajata^Sutan di pemTokaaqbumi adalah 17,4^^-TeTnperatur di Samudra Pasifik adalatr^l^S^C; Sefnudra Atlantik 16,9°C; Samudra Hindia 17C,C.


2.  Salinitas (kadar garam)

Salinitas, sama halnya dengan temperatur merupakan indikator untuk memahami karakteristik perairan karena salinitas berperan terhadap kehidupan biota laut. Salinitas adalah jumlah garam-garam yang terkandung dalam setiap satu kilogram air laut yang dinyatakan dengan persen (%) atau permil (%o). Salinitas air laut normal umumnya sekitar 3,5% atau 35%

Adapun kandungan garam-garaman pada air laut adalah seperti terlihat pada tabel berikut:


Garam
Persentase
Natrium Klorida (NaCl)
77,80%
Kalium Sulfat (K2S04)
2,46%
Magnesium Klorida (MgCL2)
10,78%
Magnesium Bromida (MgBr2)
0,21%
Magnesium Sulfat (MgSO4)
4,73%
Kalsium Sulfat (CaSO4)
4,73%

Salinitas di sotiap porairan berbeda-beda. Ada pun faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan salinitas di setiap porairan laut adalah sebagai berikut.
  • Kadar ponguapan. Somakin tinggi penguapan, kadar garam akan semakin tinggi. Misalnya, Laut Merah. Karena proses penguapan yang cepat, kadar garanmya tinggi.
  • Curah hujan. Semakin banyak cufah hujan yang turun, maka laut akan memiliki kadar garam yang rendah. Misalnya, laut-laut yang terdapat di Indonesia.
  • Banyak sedikitnya air tawar yang masuk ke laut fersebut. Semakin banuak penamhahan air tawar, semakin rendah salinitas di perairan tersebut.
  • Banyaknya cairan es yang telah masuk pada area air laut. Misalnya pada laut-laut di sekitar kutub memiliki kadar garam yang sangat rendah karena penambahan air tawar yang berasal dari pencairan es tersebut
  • Arus laut,Adanya arus laut menimbulkan pemerataan kadar garam pada air laut.

3. Kecerahan (warna) air laut

Warna air laut juga dapat bergantung pada zat yang telah terlarut yang ada di dalamnya. Zat terlarut tersebut biasanya akan berupa sebuah endapan dan juga organisme yang hidup di dasar laut. Faktor lain yang juga mempengaruhi warna air laut adalah pengaruh gelombang elektromagnetik dari matahari. Dengan adanya faktor-faktor tersebut, maka air laut juga memiliki bermacam-macama warna yang ada di perairan, di antaranya adalah merah, kuning, hitam, hijau kebiru-biruan, dan biru.

Jika di dasar laut banyak hidup mikroorganisme berupa ganggang merah (alga merah), maka warna merah tersebut akan memantul di permukaan. Akibatnya, air laut terlihat berwarna merah. Misalnya, Laut Merah di Arab Saudi. Air laut yang berwarna kuning juga ada di perairan Cina. Warna kuning pada  perairan tersebut diskarena ebabkan banyaknya endapan lumpur (loss) yang berwarna kuning yang diangkut oleh Sungai Kuning (Hoang-Ho) dari Dataran Indocina.

Air laut yang mempunyai warna hitam tepatnya berada di perairan lepas di Turki. Warna hitam di perairan tersebut karena adanya endapan tanah loss yang berasal dari Rusia yang berwarna hitam di dasar laut.

Demikian Pembagian Kualitas Air Laut.Semoga bermanfaat

0 Response to "Pembagian Kualitas Air Laut"

Post a Comment