Home » » Fenomena El Nino dan La Nina

Fenomena El Nino dan La Nina

Written By agnas setiawan on Monday, 1 April 2013 | 11:25

El Nino dan La Nina adalah sebuah istilah yang berhubungan dengan penyimpangan cuaca di daerah sekitar Pasifik Equator. Singkatnya El Nino dicirikan dengan naiknya suhu permukaan air laut (warm phase) di Pasifik bagian Equator sedangkan La Nina kebalikannya yaitu turunnya suhu permukaan air laut (cold phase) di Pasifik bagian equator.

Fenomena El Nino diawali adanya anomali cuaca yaitu angin pasat tenggara yang sangatlah kuat mengakibatkan arus di katulistiwa selatan ikut menguat dikarenakan menguatnya Gyre  (arus berputar karena efek corriolis) Subtropikal dan menyebabkan muka laut akan semakin menurun mengarah timur yang diakibatkan adanya akumulasi yang terjadi di tropis barat. Kemudian anomali terus berlanjut dengan  melemahnya angin pasat tenggara mengakibatkan massa air hangat mengalir dari tropis barat ke timur sebagai gelombang kelvin kemudian berbelok juga ke selatan dan akhirnya sampai di pantai Peru dan Equador dimana disebut El Nino.


Massa air hangat itu bergeser ke tengah sampai pada timur tropis pasifik, dan walker circulation pun ikut bergeser mengarah timur ikut dengan posisi massa air yang hangat. Suhu hangat mengakibatkan terjadinya evaporasi di tengah-tengah pasifik, uap air menjadi naik ke atmosfer dan terjadilah hujan di tropis tengah sampai timur pasifik. Bahkan juga akan terjadi banjir di daerah California, dan akan hujan dari pesisir sampai peru bagian tengah, akan tetapi equador akan mengalami kekeringan.



Efek dari kejadian ini pada wilayah indonesia dan sekitarnya adalah berhembusnya udara di atmosfer yang kering dan akhirnya akan terjadi kemarau yang sangat panjang. Dan sebagian akan wilayah akan mengalami proses gagal panen. Walaupun demikian, terjadi intensitas upwelling yang sangat tinggi di wilayah selatan jawa dan barat sumatera yang akan memberikan efek positif pada wilayah tersebut yaitu perikanan. Akan tetapi, sepanjang fenomena ini terjadi pesisir peru dan equador akan mengalami anomali yang berat dikarenakan upwelling akan berkurang dan air yang hangat akan mengakibatkan kematian pada larva ikan anchovy, ikan ini merupakan makanan dari ikan pelagis.



Sedangkan La Nina merupakan proses kebalikan dari El Nino, diawali menguatnya angin pasat tenggara, suhu muka laut yang ada di tropis pasifik barat akan sangat hangat dan sebaliknya di pasifik timur akan lebih dingin. Ini mengakibatkan atmosfer di Pasifik barat akan lebih mendapatkan uap air yang tinggi. Hal ini menyebabkan terjadi hujan lebat dan banjir terjadi di indonesia dan asia tenggara, akan tetapi di pasifik timur mengalami kemarau dan kekeringan. 







Sumber:
Gambar:
www.public.asu.edu
www.budairi.com


Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Timeline

Join with us

Penulis

My Photo
Manusia asal tasikmalaya,,berprofesi sebagai guru geografi di kalimantan selatan
 
Support : Geograph88 | agnazgeograph | Template Gratis
Copyright © 2013. GEOGRAPH88 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger