Faktor Dinamika Perkotaan - Geograph88

Faktor Dinamika Perkotaan

Faktor Dinamika Perkotaan
Apakah anda merasa harga tanah dan properti saat ini sangat melambung tinggi?. 

Bila anda merasa demikian berarti anda masih normal karena di masa sekarang ini lahan dan transportasi adalah bagian penting yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia.

Baik tata guna lahan dan jaringan transportasi merupakan bagian dari sistem keruangan yang dipengaruhi faktor eksternal. 

Setiap komponen dari kedua variabel tadi terus berkembang karena perubahan teknologi, kebijakan, ekonomi, demografi dan bahkan budaya. 

Hasilnya adalah interaksi antara tata guna lahan dengan jaringan transportasi selalu dikontrol oleh keputusan yang dibuat warga, pemilik properti dan pemerintah. 

Hal inilah yang membuat terjadinya evolusi tata ruang kota. Ada fenomena dimana dahulu ada sebuah lahan yang harganya sangat murah dan masuk kategori lahan tidur namun setelah jaringan jalan memotong wilayah tersebut maka harga lahan akan naik berkali-kali lipat dan fungsinya lambat laun berubah menjadi pabrik, pemukiman, pertokoan atau lainnya. 

Itulah dinamika wilayah perkotaan yang dihadapi saat ini. Lalu faktor-faktor apa yang memengaruhi dinamika perkotaan saat ini?. Inilah penjelasannya:

1. Tata Guna Lahan. Inilah komponen yang paling stabil dalam dinamika perkotaan. Dampak utama dari perubahan tata guna lahan adalah fungsinya sebagai penggerak dan penarik terjadinya mobilitas.

Perubahan tata guna lahan memicu lonjakan harga sewa dan harga jual sehingga lahan kini menjadi salah satu bagian dari investasi jangka panjang yang menggiurkan apalagi bila lokasinya strategis.

2. Jaringan Transportasi. Transportasi juga memainkan peranan penting dalam dinamika perkotaan karena jaringan transportasi dibangun untuk jangka panjang.  

Di berbagai belahan bumi dapat dijumpai berbagai stasiun atau terminal yang dibangun ratusan tahun lalu dan hingga kini masih beroperasi. 

Kontribusi utama transportasi dalam perkotaan adalah sebagai penyedia aksesibilitas penduduk.

 Perubahan dalam jaringan transportasi akan memengaruhi terhadap aksesibilitas dan pergerakan penduduk. 

3. Mobilitas. Perubahan fisik kota memicu gerakan-gerakan penduduk di daerah tersebut baik secara vertikal maupun horisontal. 

Penduduk kini lebih sering pergi ke pusat kota karena jalan yang baik dan tersedianya angkutan umum. 

Mobilitas juga akan membawa hal-hal baru dari daerah lain untuk masuk ke wilayah kota. Hal baru tersebut dapat berupa budaya, modal, maupun variabel lainnya.

4. Pekerja. Sebuah kota tentunya banyak dibangun untuk pusat-pusat bisnis, pendidikan, jasa hingga pemerintahan. 

Hal tersebut akan berdampak pada besarnya permintaan tenaga kerja ke kota tersebut. Fenomena komuter adalah salah satu hasil dari dinamika perkotaan seperti Jakarta.

5. Penduduk dan Perumahan. Daerah pemukiman adalah sumber pekerja dan berfungsi sebagai penggerak. 

Perbedaan tingkat pendapatan dan stratifikasi kerja juga biasanya akan memengaruhi terhadap unit lokasi pemukiman setiap penduduk sehingga akan menghasilkan stratifikasi perumahan kota misalnya adanya perumahan real estate bagi kaum ultra kaya sedangkan kaum dibawah rata-rata bermukim di rumah susun.
Pembangunan Properti Bagian dari Dinamika Kota

Sumber dan Gambar:

diolah dari berbagai referensi
close