Perekonomian di Negara Tertutup - Geograph88

Perekonomian di Negara Tertutup

Perekonomian di Negara Tertutup
Ada lebih dari seratus negara di dunia ini tapi apakah semua negara tersebut memiliki perekonomian yang maju dan stabil?.

Negara kita ini Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat besar di dunia dan dengan kondisi geografis seperti itu sudah sepantasnya negara ini menjadi negara maju sejajar dengan Jepang atau Singapura. 

Tapi kenyataannya bagaimana?. Anda bisa jawab sendiri. 

Mari kita telaah lebih jauh tentang negara yang sama sekali tidak memiliki akses perairan alias lautan (landlocked) dari sisi ekonomi. 

Jika ada sebuah negara yang terkurung daratan alias tanpa perairan sejatinya ia berpotensi untuk menjadi negara miskin. 

Pada faktanya banyak negara yang tidak memiliki garis pantai bertengger di jajaran negara dengan tingkat perkembangan ekonomi rendah dan jumlah penduduk mereka di bawah jutaan.

Di luar Eropa, tidak ada negara tertutup yang sukses sendiri, perekonomian tinggi dan jika diukur dalam Human Development Index masuk skor yang rendah.

Biaya Ekspor Tinggi
Negara tertutup, jika ingin ambil bagian dalam ekonomi global harus berjuang dalam hal biaya transportasi barang dan jasa antar negara tetangga yang tinggi. 

Namun diluar fakta tersebut, beberapa negara kaya di dunia jika diukur dengan GDP ternyata secara geografis masuk ke dalam kategori negara tertutup diantaranya:
1. Luxemburg ($ 92.400)
2. Liechtenstein ($ 89.400)
3. Swiss ($ 55.200)
4. San Marino ($55.000)
5. Austria ($45.000)
6. Andorra ($37.000) 

Mengapa negara-negara tersebut di atas bisa berkembang pesat tanpa batas lautan/perairan?, adan beberapa faktor yang memengaruhinya diantaranya:

Pertama, mereka memiliki kondisi geografi yang baik yaitu di wilayah Eropa dan tidak ada negara Eropa tetangganya yang sangat jauh dari pantai. 

Lebih lanjut, negara pantai yang bertetangga dengan negara tertutup tadi memiliki kondisi ekonomi yang kuat, stabilitas politik, kedamaian dan infrastruktur yang sangat baik hingga wilayah perbatasan. 

Ambil contohnya adalah Luxembourg, negara kecil tersebut memiliki koneksi yang sangat baik dengan negara tetangga lain di Eropa karena faktor jalan, rel kereta, bandara misalkan dengan Belanda, Belgia dan Perancis sehinga arus barang, jasa dan tenaga kerja sangat kondusif dan menunjang terhadap perkembangan negara tersebut.
Negara Luxembourg
Kontras sekali dengan Ethiopia dekat dengan pantai namun berbatasan dengan negara seperti Somalia yang sarat akan konflik, kemiskinan dan infrastruktur yang buruk.
Artinya kondisi suatu negara dipengaruhi oleh kondisi negara lain di sekitarnya dan tentunya fleksibilitas negara tersebut dalam hal menjalin kerjasama. 

Sumber dan Gambar: disini
close