Cara Penyelamatan Bahaya Gempa Bumi - Geograph88

Cara Penyelamatan Bahaya Gempa Bumi

Cara Penyelamatan Bahaya Gempa Bumi
Kalian yang hidup di daerah batas tumbukan lempeng tektonik seperti di Sumatera, Jawa,tentunya sudah akrab dengan yang namanya gempa. 

Gempa bumi yang membahayakan sekali adalah gempa tektonik yang berasal dari pergerakan lempeng di bawah bumi dan tidak berkaitan langsung dengan erupsi gunung api. Bagaimana cara penanggulangan bahaya gempa bumi?.

Satu hal yang perlu dipahami adalah bahwa sebenarnya tidak terjadi satu kali saja tetapi berulang-ulang. 

Bila orang beradadi daerah pusat gempa (episenter) mereka akan merasakan gempa lebih banyak dan lebih kuat dibandingkan orang yang jauh dari pusat gempa karena gelombang gempa itu makin jauh merambat makin lemah dan akhirnya hilang.

Dari serentetan gempabumi, gempa terkuat dinamakan gempa utama atau main shock. Gempa yang terjadi sebelum gempa utama dinamakan gempa pendahuluan atau fore shock dan gempa yang terjadi sesudah gempa utama dinamakan gempa susulan atau after shock. 

Gempa pendahuluan biasanya terlalu lemah sehingga jarang tercatat oleh seismograf apalagi terasa orang.

Dengan demikian belum dapat digunakan sebagai suatu pertanda untuk menghadapi gempa utamanya. 

Oleh sebab gempa utama adalah gempa yang terkuat dan yang seringkali mendatangkan bencana sertasukar diramalkan maka cara penyelamatan terhadap bahayanyapun sukar dilaksanakan. 

Jadi seolah olah bahaya itu datang  mendadak tanpa pemberitahuan sehingga orang tidak berkesempatan untuk menghindar dari bahaya runtuhan rumah atau longsor.

Setelah gempa utama biasanya tidak lama berselang muncul gempa kekuatan yang lebih kecil namun mencemaskan dan kadang banyak jumlahnya sehingga orang sering mengungsi tanpa gunanya. 

Dalam menhadapi bahaya gempa susulan tersebut usaha penyelamatan yang dianjurkan adalah:

1). Tidak berdiam di dalam rumah atau bangunan yang sudah rusak parah atau hampir runtuh sebagai akibat gempa terdahulu karena mungkin oleh gempa berikutnya rumah atau bangunan tersebut runtuh. 

Rumah yang  masih utuh atau yang masih kuat pada umumnya tidak berbahaya karena kekuatan gempa susulan lebih lemah dari gempa utama.

Ada kemungkinan juga perpindahan pusat gempa susulan terlalu jauh dari pusat gempa utama sehingga dapat menimbulkan kerusakan baru di daerah pusat gempa susulan itu. Pusat gempa berpindah karena adanya sumbergempa yang berpindah. 

Perpindahan sumber gempa dapat secara horizontal maupun vertikal. Namun demikian karena gempa susulan itu lebih lemah kemungkinan bahayanya lebih kecil.

2) daerah tebing atau lereng gunung yang sudah nampak retak dan akan longsor hendaknya dijauhi karena longsoran mungkin dapat terjadi oleh gempa susulan.

3) bagi mereka yang menggunakan lampu dengan bahan bakar minyak hendaknya memerhatikan kemungkinan kebakaran karena lampu yang sedang menyala dapat terbalik dan jatuh.

4) orang tidak perlu panik dalam menghadapi gempa susulan yang mungkin bisa terjadi puluhan kali dalam sehari , seminggu atau lebih lama lagi.

5) bila sedang mengendarai kendaraan di daratan dan terjadi gempa kuat sebaiknya berhenti hingga goncangan mereda.

6) waspada terhadap tsunami bila berada di daerah pesisir.

Usaha penyelamatan yang utama terhadap ancaman rumah runtuh akibat gempa bumi adalah dengan membangun rumah tahan gempa. 

Rumah-rumah yang dibangun dengan konstruksi kayu umumnya lebih kuat daripada konstruksi beton kerangka besi. 

Rumah yang dibangun di atas tanah gembur atau timbunan yang tidak padat akan mengalami goncangan lebih hebat dibanding rumah yang dibangun di atas tanah padat. 

Konstruksi horizontal harus diperhatikan karena pada umumnya gelombang horizontal yang menyebabkan kerusakan parah. Jadi kekuatan bangunan ke arah vertikal tidak saja diperhitungkan tapi ke arah samping perlu diperhatikan.

gambar;disini
close