Pendekatan Keruangan, Ekologi dan Kewilayahan

Sebuah ilmu pastilah memiliki pendekatan-pendekatan dalam memahami masalah yang akan dihadapi. Dalam pelajaran geografi kelas X terdapat pendekatan-pendekatan dalam memahami fenomena geosfer. Materi tersebut seringkali susah dicerna oleh anak siswa SMA kelas X karena beberapa faktor seperti belum berkembangnya daya analisa anak, bahasa penjelasan dalam buku yang kurang bisa dicerna atau gaya penjelasan guru yang belum pas dengan daya serap siswa. Dalam kesempatan ini saya akan mencoba menjelaskan apa yang dimaksud dengan 3 pendekatan utama yang terdapat dalam geografi yaitu keruangan, kelingkungan dan kewilayahan dalam bahasa sederhana. Kalau masih ada kesalahan, silahkan share di komentar.
Kita awali dulu dari definisi "pendekatan" alias PDKT. Pendekatan dalam geografi dapat didefiniskan sebagai "cara pandang suatu ilmu (dalam hal ini geografi) dalam rangka menganalisa, memahami dan menjelaskan suatu fenomena yang tersebar di permukaan bumi". Kalau kamu lagi mau pacaran kan pastinya PDKT terlebih dahulu, nah PDKT nya mau kaya apa? mau dengan cara nelpon, surat-suratan atau online. Jadi pada dasarnya setiap ilmu memiliki objek materi yang sama yaitu apa-apa saja yang ada di bumi, akan tetapi pendekatannya saja yang berbeda. Contoh ni misalkan tahun 2006 kemarin terjadi fenomena luumpur lapindo, nah kalau misalkan kamu itu ahli ekonomi pasti yang akan dianalisanya seputar total kerugian, efeknya bagi ekonomi negara dan lainnya. Kalau ahli politik pasti nanti analisa ke pengaruhnya ke pencalonan ARB jadi presiden 2014 dan lain-lain. Nah bagaimana kalau geografi melihat hal tersebut? Pendekatan geografi yang dipakai pastilah pendekatan utama yaitu keruangan, setelah itu ekologi dan kewilayahan. 

Lumpur Lapindo

Pendekatan keruangan yaitu bagaimana melihat suatu fenomena terjadi di permukaan bumi dari segi pola titik, garis dan luasan. Nah lho ?bingung kan ?maksudnya apa tu?. Jadi sederhananya gini saja, pendekatan keruangan itu menjelaskan fenomena dengan berdasar pada 4 prinsip geografi yaitu penyebarannya, interelasinya dan deskripsinya lalu korologi (keseluruhan). Jadi ketika terjadi lumpur lapindo kamu menganalisa penyebaran bencanya?interelasi(hubungan) kejadian tersebut dengan fenomena lainnya?lalu pemetaan daerah bencanaya?.
Pendekatan ekologi yaitu bagaimana melihat dampak interaksi antar komponen fisik/nonfisik di permukaan bumi. Misal tadi karena lumpur lapindo bocor, bagaimana dampaknya bagi kondisi lingkungan sekitar.
Pendekatan kewilayahan yaitu bagaimana melihat suatu fenomena berdasarkan kajian yang memadukan pendekatan keruangan dan kewilayahan. Jadi ketika terjadi lumpur lapindo kamu menganalisa fenomena lapindo tersebut sebagai suatu wilayah yang unik dan dapat dijelaskan pola keruangannya dan dampak ekologinya. Huuft..selesai juga, lumayan cape ngetiknya.
Sekian, terimaksih. Mohon maaf kalau kurang jelas, silahkan tanya kepada guru yang lain/dosen kalau belum mengerti.

Sumber 
Sumaatmadja, Nursid. Geografi Suatu Studi Pendekatan Keruangan.
Gambar:


Blog, Updated at: 11:28

4 comments:

  1. sepertinya mudah dan lebih keren. Thanks infonya Gan.. salam dari Streaming TV
    TV Online

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama semoga bermanfaat. thank you for coming

      Delete
  2. salam kenal mas agnas..
    saya senang sekali membaca blog mas agnas ini.
    pengertian pendekatannya sangat mudah difahami. Saya telah membaca beberapa referensi buku paket, namuntidak mudah untuk memahami apa itu pendekatan, padahal ketika kita tidak faham apa itu pendekatan, maka akan kesusahan untuk menjelaskan macam pendekatan.

    Namun mas agnas, untuk contoh pendekatan keruangannya, bersediakah ms agnas untuk memberikan contoh bagaimana hubungan kejadian lumpur lapindo dengan fenomena yang lain?

    untuk pendekatan kedua, yakni pendekatan kelingkungan yang masih saya bingungkan adalah apakah pendekatan kelingkungan itu membahas sebabnya apa akibat dari sebuah fenomena? karena yang sering saya baca adalah misalnya saja contoh membahas pedekatan lingkungan adlaah feomena banjir. Nah.. untuk membahas fenomena banjir, maka dilihat apakah penyebab dari banjir.. gitu..

    untuk pendekatan ketiga, saya malah lebih tidak faham lagi. Apakah mas agnas bersedia untuk memberikan contohnya lebih konkret lagi? contoh dalam studi kasus..

    terimakasih banyak mas.. dan besar harapan, mas agnas bersedia menanggapi pertanyaanku.
    salam..

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimaksih sebelumnya, memang dalam memahami "pendekatan" geografi agak rumuit, saya pun yang berprofesi guru agak susah dan perlu pendalaman berulang-ulang untuk menjelaskan kepada siswa dengan kalimat yang tentunya mudah dipahami siswa. Begini saja, pendekatan keruangan lebih memfokuskan pada kaitan aspek fisikal wilayah misal lumpur lapindo akan berdampak pada hilangnya sumber air, tanah turun dan lainnya. kalau pendekatan lingkungan intinya, jika ada sebuah fenomena (misal longsor) maka pendekatan kelingkungan bisa digunakan bila longsor tersebut diawali oleh kegiatan manusia yang bersifat merusak (ilegal loging dan semacamnya), itu kan memicu bencana di saat musim hujan tiba. pendekatan kewilayahan adalah pendekatan yang menganalisis baik sisi ruang atau sisi ekologi suatu wilayah. Cntoh jika kamu ingin membangun jakarta sebagai kota yang layak huni maka pendekatan kewilayahan digunakan karena jakarta merupakan kasus kompleks, secara keruangan jakarta memiliki ketinggian rendah, banyak sungai dan penuh sesak, secara ekologi jakarta sudah terlalu padat, sampah di sungai, pemukiman kumuh dan lainnya. dan lagi banjir jakarta sangat dipengaruhi oleh jumlah debit air kiriman dari wilayah bogor. Semoga bermanfaat.

      Delete

Suka Blog Ini?