Geograph88: Kependudukan | Berbagi Pengetahuan Kebumian
Masalah Kualitas Penduduk Indonesia

Masalah Kualitas Penduduk Indonesia

Meskipun Indonesia memilih populasi nomor empat terbanyak di dunia namun dari sisi kualitas, negara kita masih memiliki beberapa masalah khususnya di level kualitas. 

Kualitas penduduk sangat penting bagi kemajuan sebuah negara. Jumlah penduduk banyak namun tidak diimbangi dengan kualitas maka tidak akan pernah mencapai kemakmuran. 

1. Tingkat Pendidikan Rendah

Pendidikan akan senjata utama dalam menaklukan dunia. Jika pendidikan masyarakat sebuah negara itu baik maka kemakmuran akan diraih. Indonesia hingga kini masih bermasalah dengan pendidikan.

Hal  ini  ditandai  dengan  lulusan  SD,  SMP,  dan  SMA  sederajat  sebesar  81 % dari  88 % penduduk  melek  huruf,  lulusan  perguruan  tinggi  7 %, dan  12 % penduduk  buta huruf,termasuk yang tidak lulus SD. 

Akibatnya  kualitas  SDM  rendah,  produktivitas   kerja   rendah,  dan  banyak penduduk usia produktif yang tidak terampil. 

Solusinya adalah pembangunan sarana pendidikan secara merata, pemerataan kesempatan bersekolah hingga tamat SMA sederajat  dengan  dana  bantuan bagi yang tidak  mampu,  penyusunan  kurikulum sesuai kebutuhan pasar, dan menggalakkan program beasiswa. 

Disamping itu kesejahteraan guru di Indonesia masih sangat mengkhawatirkan dan ini berdampak pada kualitas pendidikan itu sendiri.
Masalah Kualitas Penduduk Indonesia
Petani Indonesia mayoritas masih tradisional

2. Tingkat Kesehatan Rendah

Tingkat  kesehatan  yang  rendah  ditandai  dengan  angka  kematian  kasar  (CDR) yang  tinggi yakni >20 dan angka  harapan  hidup  yang  rendah.  

Solusinya  adalah melaksanakan  program jaminan  kesehatan  masyarakat,   pelayanan   kesehatan gratis bagi masyarakat miskin, memberikan kemudahan akses di bidang kesehatan, pemerataan  pelayanan  kesehatan, memproduksi obat generik dengan harga terjangkau,  perencanaan  tata  ruang  wilayah  yang  sehat, dan  menjalin kerja  sama dengan badan kesehatan  dunia  (WHO) dalam  melaksanakan Pekan  Imunisasi Nasional (PIN), standardisasi obat dan makanan serta peningkatan gizi masyarakat. 

Sistem jaminan kesehatan di Indonesia juga kini defisit dan membebani negara. Jika tidak dicarikan jalan keluar maka kualitas kesehatan Indonesia bisa semakin menurun.


3. Tingkat Kemakmuran Rendah

Tingkat kemakmuran yang rendah ditandai dengan 37, 5 juta jiwa penduduk masih hidup  di  bawah  garis  kemiskinan. 

 Padahal  Indonesia  kaya  sumber  daya  alam, tetapi  modal dan teknologi penduduk masih sangat terbatas. 

Solusinya adalah melaksanakan  pendidikan  keterampilan  khusus, dan  menetapkan  standar  upah sesuai biaya hidup layak. Kapitalisme membuat aliran modal lebih banyak dikuasai asing dan orang-orang tertentu saja. 

Hal ini membuat perputaran uang hanya berpusat pada konglomerat-konglomerat penguasa modal. Rakyat kecil semakin sengsara ditengah inflasi yang semakin terus meroket.

4. Mata pencarian dominan petani 

Mata pencarian penduduk dominan tergantung pada alam dan hanya mengandalkan otot  sehingga  penghasilan  pun  kurang  memadai.  

Solusinya  adalah  melaksanakan program  keterampilan  dengan  teknologi  tepat  guna  bagi  petani,  nelayan,  dan peternak,  dan  menggalakkan  pendidikan  kreatif  sehingga  tidak  perlu  mencari pekerjaan tetapi lebih menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. 

Petani Indonesia masih banyak yang tidak punya lahan alias petani gurem. Mereka hanya diupah kecil dan tidak memiliki modal pengetahuan yang cukup untuk menjadi petani modern.

Masalah Kependudukan Indonesia Jaman Now

Masalah Kependudukan Indonesia Jaman Now

Populasi penduduk Indonesia berada di urutan keempat dunia dibawah Cina, India dan AS.

Jumlah penduduk Indonesia mencapai 250 juta di tahun 2010 dan akan terus bertambah seiring berjalannya waktu. 

Jumlah penduduk yang besar ini dapat memberikan manfaat sekaligus bencana bagi Indonesia. Baca juga: Konsep keterkaitan keruangan

Manfaat
- Jumlah penduduk produktif menjadi modal dasar pembangunan suatu bangsa.
- Jumlah tenaga kerja melimpah
- Populasi yang besar menjadi modal dasar pertahanan keamanan NKRI dari ancaman luar

Dampak Sosial
- Ketidakadilan pemerataan pembangunan
- Makin banyaknya pemukiman kumuh
- Persaingan kerja yang tidak sehat
- Meningkatnya angka kriminalitas
- Mudah stress dan frustasi

Selain faktor jumlah populasi yang banyak, ada beberapa faktor lain yang membuat masalah kependudukan Indonesia begitu rumit. 

Masalah tersebut adalah berkaitan dengan aspek kuantitas dan kualitas. Kita bahas satu per satu. Baca juga: Rumus sex ratio dan dependency ratio
Masalah Kependudukan Indonesia Jaman Now
Ujaran kebencian membahayakan NKRI

Aspek kuantitas
1. Penyebaran penduduk tidak merata
Jumlah penduduk Indonesia saat ini adalah 250 jutaan. Sebenarnya jika disebar secara merata ke semua pulau, maka insaallah penduduk Indonesia akan merata. 

Namun saat ini konsentrasi penduduk banyak di kota besar khususnya di Jawa. Akhirnya overload terjadi dan memicu masalah lain mulai dari kemacetan, kemiskinan dan kriminalitas

2. Pertumbuhan penduduk relatif tinggi
Angka pertumbuhan penduduk Indonesia masih di atas 1% dan ini masuk kategori tinggi. Pertumbuhan penduduk akan menjadi beban negara jika terlalu berlebihan. Oleh karena itu angka pertumbuhan penduduk harus dijaga agar tidak berlebihan.

Aspek kualitas
1. Skill
Keahlian atau skill adalah salah satu modal dasar dalam mengarungi hidup. Penduduk yang unskill akan sulit mendapatkan pekerjaan sehingga akan berdampak pada meingkatnya pengangguran.

2. Pendidikan
Pendidikan adalah investasi masa depan dan mayoritas masyarakat kita masih lulusan SD-SMP-SMA. Ini adalah masalah karena jaman terus berubah dan manusia dituntut untuk memiliki pendidikan yang tinggi untuk bisa survive.

3. Kesehatan
Tingkat kesehatan masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Terbukti dari membludaknya pasien BPJS, rumah sakit sehingga menyebabkan defisit BPJS. Aspek seperti gizi, pola makan, MCK, kebersihan masih menjadi pekerjaan rumah Indonesia.

4. Pendapatan
Pendapatan yang tinggi akan membuat masyarakat semakin mampu membeli kebutuhan hidupnya. Pendapatan per kapita Indonesia masih di bawah Thailand, Malaysia, Singapura dan Brunei di ASEAN.

5. Gaya Hidup
Gaya hidup berkaitan dengan mentalitas masyarakat. Kita seringkali banyak gaya meskipun gak punya apa dan ini adalah masalah. 

6. Mentalitas/Budaya/Sosial
Saat ini masyarakat dihadapkan dengan era medsos yang kejam. Berbagai opini berbau SARA dan hate speech menjadi ancaman keutuhan masyarakat. Hal ini bisa memicu pertikaian dan merusak NKRI. 

Baca juga: Paket promo intensif quipper video
Gambar: disini
Menghitung Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja

Menghitung Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja

Angkatan kerja membutuhkan lapangan pekerjaan namun pada umumnya baik di negara berkembang maupun negara maju.

Laju pertumbuhan penduduk saat ini lebih besar dibandingkan laju penyediaan lapangan kerja, iya gak?. 

Dampaknya adalah dari sekian banyak angkatan kerja sebagian tidak bekerja atau menganggur. 

Dengan demikian pengangguran berkaitan erat dengan kesempatan lapangan kerja bagi masyarakat. 

Semakin banyak lapangan kerja yang tersedia di suatu negara maka semakin besar pula kesempatan kerja bagi penduduk usia produktif.

Sebaliknya semakin sedikit lapangan kerja maka semakin tinggi tingkat pengangguran.

Dalam analisas ekonomi, kita perlu mengetahui derajat partisipasi angkatna kerja dengan penduduk usia kerja. 

Sebagian dari penduduk usia kerja menjadi ibu rumah tangga, penduduk yang masuk sekolah atau penerima pendapatan yang digolongkan ke dalam penduduk bukan angkatan kerja. Rumus tingkat partisipasi angkat kerja adalah sebagai berikut


Menghitung Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja
Rumus Tingkat Partisipasi Angakt Kerja


Contoh soal
Jika diketahui jumlah angkatan kerja di Indonesia 112 juta jiwa dan jumlah penduduk total adalah 224 juta jiwa maka berapakah tingkat partisipasi angkatan kerjanya?

TPAK = 112 juta x 100% = 50%
              224 juta

Untuk menciptakan lapangan kerja yang banyak maka sangat bergantung pada besarnya tabungan nasional yang diinvestasikan. Sementara tabungan nasional sangat bergantung pada pendapatan nasional. 

Pendapatan nasional yang tinggi memungkinkan pembentukan modal yang lebih besar melalui tabungan. 

Tabungan tersebut memungkinkan terjadi pembentukan investasi yang mengakibatkan perluasan dan penciptaan usaha. 

Saat ini di era industri kreatif, media sosial menjadi salah satu pendongkrak lahirnya wiraswasta baru yang akan mengurangi kekurangan lapangan kerja.
Kenapa Banyak Muncul Motivator Gadungan?

Kenapa Banyak Muncul Motivator Gadungan?

Indonesia, negara berpenduduk 250 juta lebih merupakan suatu anugerah luar biasa. Dengan data tersebut maka tak heran negara ini masuk peringkat penduduk keempat terbesar di bawah Cina, India dan Amerika Serikat. 

Dari segi kuantitas penduduk sudah mumpuni untuk modal pembangunan, namun apakah cukup?. 

Tentu tidak, ada sisi lain yaitu kualitas yang harus diperhatikan. Di minggu ini, saya memberikan materi seputar dinamika kependudukan pada anak-anak saya kelas XI Sosial. 

Sebelum masuk ke dalam materi inti, saya memberikan appersepsi di awal tentang kondisi atau fenomena sosial yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia. 

Saya ambil contoh kasus Dimas Kanjeng "stupit" dan beberapa motivator yang selalu menghiasi layar kaca. 

Membawa sesuatu hal yang konkrit tentu akan membuat wawasan dan daya analisa siswa lebih meningkat. 

Di postingan ini saya hanya ingin berbagi sedikit tulisan tentang "mengapa banyak sekali motivator-motivator atau kyai gadungan alias abal-abal yang muncul di masyarakat?". 

Dan lebih gilanya lagi adalah banyak orang yang tertipu dan terperdaya olehnya!.

Saya hanya akan berbagi sedikit pengalaman saja, tapi sebelumnya saya ingin berikan cuplikan ciri-ciri karakter masyarakat Indonesia menurut Mochtar Lubis. 

Beliau mengemukakan kurang salah ada 7 karakter manusia Indonesia. Dua diantaranya adalah: percaya takhayul dan suka menerabas jalan pintas. 

Tentunya kedua sifat tersebut tidak terelakan lagi jika dikaitkan dengan judul postingan ini. Disaat negara lain di dunia tengah sibuk mempercanggih teknologi, kita masih ngurusi jin iprit atau tuyul lah atau setan lain untuk mendapatkan uang. 

Di era globalisasi ini, memang gempuran produk membuat orang-orang yang tidak memiliki skill dan keimanan menjadi gelap mata, hati dan pikiran. 

Saya dulu pernah mengajar di salah satu sekolah di seberang Jawa dan kebetulan si pemiliknya mengaku "motivator". 

Gaya bahasa dan pengetahuan public speakingnya memang bagus. Namun ternyata setelah lama-kelamaan, rasa muak mulai muncul karena yang diomongkan hanya pepesan kosong belaka. 

Keseringan rapat dan ngasih ceramah kadang sampai malam ngasih petuah-petuah. Memang manusia perlu nasihat, tapi kalau tiap hari, sampai malem tidak kenal waktu ya jengkel juga lama-lama bos, lu kira kaga punya keluarga pa di rumah?.

Saya bahkan pernah di bilang orang yang tidak mau belajar dan nilai geografi buruk gara-gara saya. Itu ia bilang ke teman saya, tidak di depan saya. 

Apakah itu sifat seorang yang mengaku "motivator"?. Di depan bilang manis tapi di belakang menjelekan orang lain. 

Anda harus sadari bahwa seseorang itu punya kemampuan untuk menggerakan dirinya sendiri. Menurut saya motivator terbaik adalah diri sendiri dan keluarga (khususnya orang tua). 

Pandanglah dan lihatlah wajah cape nya orang tua kalian selama mendidik dan menafkahi kalian. Itu sebenarnya sudah menjadi motivasi agar anak bisa belajar sungguh-sungguh agar sukses demi melihat orang tuanya bahagia. 

Bicara itu gampang, tapi melakukan yang anda bicarakan itu yang susah. Kita lihat juga acara-acara motivator yang mematok tarif mahal sekali untuk mejual omongan saja. Masa motivator, niatnya bantu orang kok matok biaya mahal. 

Kasian dong yang mau dibantuin?. Saya sudah dari SMA mengikuti berbagai kegiatan motivasi sampai nangis-nangis di ruangan, tapi eh setelah keluar ruangan biasa lagi. Lalu apa fungsinya itu orang bikin anak nangis-nangis ga jelas?. 

Memang ada beberapa event untuk meningkatkan motivasi yang baik, tidak matok tarif mahal dan di dalamnya bukan hanya mendengarkan omongan kosong saja.

Jadi marilah kita gunakan akal sehat dan keimanan kita untuk mengarungi hidup ini. Hidup ini banyak rintangannya untuk menggapai kesuksesan dan dengan akal itulah kita berupaya untuk menaklukan rintangannya. 

Jadilah motivator buat diri sendiri dan jauhkan sifat ingin cepat mendapatkan kesuksesan tanpa modal. 

Motivator-motivator gadungan atau kanjeng kyai abal-abal hanya menyampaikan angan-angan di negeri utopis saja, sedangkan di depan sejatinya adanya rintangan dan rencana yang harus kalian susun untuk ditaklukan. 

Tidak ada motivator yang akan membantu memberikan arahan dan rencana hidup anda, emang sia lu  katanya?. 

Jadi belajarlah untuk bijak dalam mengarungi hidup di era globalisasi saat ini. Perbanyak teman baik, asah skill terbaik kamu dan eksekusi untuk meraih kesuksesan. Selamat belajar dan bekerja.
Piramida Penduduk Indonesia 2016

Piramida Penduduk Indonesia 2016

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah populasi penduduk terbesar di dunia. 

Saat ini penduduk Indonesia berjumlah kurang lebih 250 juta dan menempati peringkat empat setelah Cina, India dan Amerika Serikat. 

Pertumbuhan penduduk Indonesia yang cepat membuat kota-kota besar di Indonesia kini semakin padat tak terkendali.


Baca juga:


Pertumbuhan penduduk Indonesia mulai meningkat tajam sejak era Baby Boom tahnu 1950. Baca juga: Penyebab Baby Boom 1950. 

Pertumbuhan penduduk menembus angka 2% per tahun saat ini dan hingga kini hanya bisa ditekan hingga angka 1 persen saja dan itu masih tergolong tinggi. 

Pemerintah saat ini mengeluarkan istilah Bonus Demografi dimana dalam 30 tahun ke depan penduduk Indonesia akan didominasi oleh penduduk usia produktif. 

Namun bonus demografi dapat menjadi bencana jika tidak dikelola dengan baik.  Baca Juga: Bonus atau Bencana Demografi?

Jika dibuatkan piramida penduduk, maka bentuk piramida penduduk Indonesia saat ini masih dalam tipe ekspansi atau piramida penduduk muda. 

Piramida penduduk yang seimbang adalah tipe stasioner yang menggambarkan jumlah penduduk usia produktif dan non produktif yang relatif sama. 

Hingga saat ini Indonesia masih berusaha untuk menekan angka kelahiran hingga menembus 0 persen. Bagi yang belum tahun struktur pidamida penduduk Indonesia tahun 2016, ini grafiknya di bawah. Baca juga: Wilayah formal. fungsional dan vernakular


Sumber: populationpyramid
Piramida Penduduk Indonesia 2016
Piramida Penduduk Indonesia 2016
Penyebab Baby Boom Indonesia 1950

Penyebab Baby Boom Indonesia 1950

Saat ini jumlah penduduk Indonesia meningkat tajam dan berada di angka 250 jutaan. 

Tapi tahukah kamu bahwa sejak kapan pertumbuhan penduduk Indonesia melonjak tajam?.  

Sebenarnya sebelum era kemerdekaan, jumlah penduduk Indonesia masih kategori jarang. Pertambahan penduduk mulai tidak terkendali sejak adanya fenomena Baby Boom pada tahun 1950an. 

Mengapa Baby Boom terjadi di Indonesia pada tahun 1950an?. Berikut ini analisa sejarahnya:

Pada tahun 1950an, Indonesia baru saja mengawali era kemerdekaannya. Negara pada masa itu hanya fokus pada usaha memertahankan kemerdekannya sehingga masalah kependudukan masih belum menjadi fokus utama program pemerintah. 

Keadaan politik yang masih belum stabil ditambah masih adanya invasi militer membuat negara tidak terlalu memikirkan masalah penduduk. 
Penyebab Baby Boom Indonesia 1950
Piramida Penduduk Indonesia 2016, pic: populationpyramid
Pada masa ini, ideologi masyarakat juga masih tradisional yaitu menganggap bahwa banyak anak banyak rezeki. Oleh karenanya banyak keluarga yang masih belum mapan secara ekonomi memiliki anak yang banyak.

Pada awal kemerdekaan ini jumlah penduduk Indonesia masih jarang dan tidak nampak adanya kepadatan penduduk yang tinggi. Lahan-lahan masih luas dan terhampar.

Laju pertambahan penduduk tersebut ternyata masih berlangsung sampai sekarang tetapi hanya diperkecil beberapa persen saja yaitu menjadi 1,5 %-2% per tahun. 

Pertambahan penduduk Indonesia yang tinggi terlihat pada tahun-tahun berikut :tahun 1961 berjumlah 97 juta jiwa, pada tahun 1980 menjadi 146,9 juta jiwa, pada tahun 1990 menjadi 178,6 juta jiwa, tahun 2000 sebesar 203,5 juta jiwa, dan pada tahun 2005 sudah menjadi lebih dari 230 juta jiwa. 

Selain itu, program KB belum sepenuhnya berhasil. Program KB berhasil di beberapa tempat tetapi di tempat lain KB belum terlaksana dengan baik seperti didaerah pedesaan yang jauh dari lingkungan kota dan desa yang berada di daerah pedalaman.
Pengaruh Migrasi Penduduk Terhadap Kuantitas dan Kualitas Penduduk

Pengaruh Migrasi Penduduk Terhadap Kuantitas dan Kualitas Penduduk

Migrasi atau perpindahan penduduk tentu merupakan fenomena yang umum terjadi saat ini. 

Faktor ekonomi, politik, wisata dan lainnya memengaruhi terhadap migrasi penduduk. 

Perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain atau dari satu tempat ke tempat lain dapat menimbulkan pengaruh terhadap jumlah dan mutu penduduk, baik terhadap daerah yang ditinggalkan maupun daerah yang didatangi. 
Pengaruh Migrasi Penduduk Terhadap Kuantitas dan Kualitas Penduduk
Jakarta Kota Sejuta Impian, pic:http://static1.squarespace.com/
Pengaruh terhadap daerah yang ditinggalkan
Pengaruh positif :

  • Mengurangi jumlah penduduk sehingga kepadatan penduduk berkurang.
  • Mengurangi jumlah pengangguran di daerah asal.
  • Meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan keluarga, misalnya bagi mereka yang pergi untuk mencari pekerjaan, setelah mendapat penghasilan dikirimkan kepada keluarga yang ditinggalkan sehingga kebutuhan-kebutuhan utamanya dapat terpenuhi. Contohnya para tenaga kerja yang dikirim ke luar negeri,  orang desa yang berhasil mendapatkan pekerjaan di kota, dan sebagainya. Bagi mereka yang pergi menuntut ilmu, apabila kembali ke daerah asal menjadi pelopor dalam pembangunan sehingga dapat memperbaiki mutu penduduk di daerah kelahirannya.
Pengaruh negatif :
  • Berkurangnya tenaga kerja yang muda karena yang pergi umumnya orang berusia muda.
  • Stabilitas keamanan kurang kuat sebab penduduknya tinggal yang tua-tua.
Pengaruh terhadap daerah yang didatangi
Pengaruh positif :
  • Jumlah tenaga kerja bertambah. Untuk mengembangkan daerah baru, misalnya daerah transmigrasi, sangat dibutuhkan banyak tenaga kerja. Akan tetapi, jika yang mereka datangi adalah kota besar kemungkinan akan terjadi penumpukan tenaga kerja sehingga memperbesar pengangguran.
  • Meningkatkan taraf ekonomi penduduk karena semakin banyak tenaga kerja maka produktifitas akan meningkat.
Pengaruh negatif :
Di kota-kota besar tingkat mobilitas penduduk tinggi sehingga dapat menimbulkan pengaruh negatif, antara lain :
  • Memperbesar jumlah penduduk sehingga kepadatan penduduknya semakin tinggi di daerah tujuan (kota),
  • Lapangan kerja semakin berkurang,
  • Timbul masalah-masalah sosial, misalnya banyaknya tunawisma, gelandangan, dan pemukiman kumuh (gubuk liar), dan
  • Meningkatnya kriminalitas seperti pencopetan, perkosaan, pembunuhan.
Pengertian, Syarat Transmigrasi dan Jenisnya di Indonesia

Pengertian, Syarat Transmigrasi dan Jenisnya di Indonesia

Istilah transmigrasi sangat lumrah di telinga masyarakat Indonesia. Program kependudukan ini masih terus digalakan pemerintah.

Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari satu provinsi atau pulau yang  padat penduduknya ke provinsi atau pulau lain yang jarang penduduknya dalam satu wilayah negara. 

Jadi transmigrasi bukan hanya diartikan "pindah antar pulau saja" namun jika orang tersebut pindah dari daerah padat ke daerah jarang penduduk dalam satu kabupaten atau propinsi, ia masuk dalam kategori transmigrasi. 

Orang yang melakukan transmigrasi disebut trasmigran. Transmigrasi pada dasarnya dilakukan untuk kepentingan pemerataan pembangunan dan menyebarkan penduduk di Indonesia agar tidak terkonsentrasi di daerah padat khususnya pulau Jawa.  

Indonesia adalah negara yang subur dan memiliki potensi keanekaragaman hayati yang sangat melimpah (mega biodiversity). 

Potensi keanekaragaman hayati  tersebut merupakan salah satu yang terbesar di dunia setelah Zaire dan Brazil. Kekayaan sumber daya alam ini adalah anugerah dari Sang Pencipta yang harus bisa dimanfaatkan seefisien mungkin untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. 

Untuk dapat memanfaatkan kekayaan alam yang melimpah tersebut, pasti diperlukan sumber daya manusia yang melimpah pula. Namun sayangnya potensi sumber daya manusia itu, tidak tersebar secara merata di seluruh wilayah Indonesia. 

Potensi sumber daya manusia Indonesia lebih banyak terkonsentrasi di pulau Jawa, Madura dan Bali. Kepadatan penduduk di pulau-pulau ini sampai sekarang adalah yang paling tinggi di Indonesia, padahal daya tampung dan daya dukung dari pulau-pulau ini untuk menyediakan dan memenuhi kebutuhan hidup bagi penduduknya sudah sangat minim.

Melihat ketimpangan antara potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia tersebut, maka pemerintah mencanangkan suatu program khusus yang diberi nama transmigrasi. Transmigrasi merupakan istilah bahasa Indonesia untuk migrasi. 

Transmigrasi secara lebih spesifik merupakan pemindahan penduduk dari pulau- pulau yang terlalu padat penduduknya ke pulau-pulau yang kepadatan  penduduknya masih cukup rendah dan potensi alamnya masih belum digarap secara lebih intensif.

Pola transmigrasi sebenarnya sudah cukup lama dikenal oleh bangsa Indonesia. Menurut sejarah, program transmigrasi awalnya diselenggarakan oleh pemerintahan Kolonial Belanda pada masa penjajahan dengan nama kolonisasi pertanian, walaupun terdapat perbedaan istilah dengan program saat ini serta di dalamnya terdapat kepentingan kaum penjajah.

Pada masa itu, secara tidak langsung pemerintahan kolonial Belanda telah menerapkan pola transmigrasi dengan membawa banyak orang pribumi (terutama suku jawa) untuk melakukan ekspansi ke pulau-pulau yang memiliki potensi sumber daya  alam  yang  besar seperti  Sumatera  dan  Kalimantan.  

Orang-orang pribumi tersebut awalnya dipekerjakan sebagai pembantu dan pelayan, atau tukang kebun bagi orang-orang Belanda.

Hingga adanya pergantian kekuasaan oleh pemerintahan pusat kolonial Belanda, maka mereka tetap mengabdi pada satu majikan (meneer) yang sama hingga akhirnya sang majikannya harus pindah tugas ke tempat lain. 

Namun  karena merasa betah dan merasa cukup sejahtera tinggal di pulau itu, maka orang-orang pribumi tadi tetap tinggal dan berkeluarga di tempat itu.

Penyelenggaraan transmigrasi menurut Undang-Undang Nomor. 15 tahun 1997 tentang ketransmigrasian bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan transmigran dan masyarakat sekitarnya, serta meningkatan dan melakukan pemerataan pembangunan di daerah dan juga memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa. 

Dari kebijakan mengenai ketransmigrasian di atas, jelas bahwa transmigrasi adalah suatu program yang sangat bijak dalam mengatasi masalah kependudukan. 

Tujuan utama transmigrasi sesuai dengan pengertiannya adalah dalam rangka penyebaran penduduk yang merata di seluruh wilayah Indonesia. 

Selain itu, tujuan lain dari transmigrasi sesuai dengan konteks kehidupan bangsa Indonesia saat ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi pengangguran dengan menciptakan lapangan kerja baru di sektor informal, mengembangkan potensi sumber daya alam di daerah dan juga merupakan alternatif untuk mempertahankan keutuhan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Faktor-faktor Penyebab Adanya Transmigrasi
  • Faktor kependudukan, Indonesia mengalami permasalahan di antaranya persebaran penduduk yang tidak merata. Penduduk Indonesia 61,1 % tinggal di Pulau Jawa dan Madura, sedang luas Pulau Jawa dan Madura hanya 6,9% dari luas seluruh wilayah Indonesia. Jelas bahwa Pulau Jawa berpenduduk sangat padat, sedang pulau-pulau lain, seperti Pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian Jaya berpenduduk sedikit. Oleh karena itu, perlu adanya pemerataan melalui program transmigrasi. Daerah berpenduduk padat yang merupakan daerah asal transmigrasi adalah Pulau Jawa, Bali, dan Pulau Lombok.
  • Faktor ekonomi, sebagian besar penduduk Indonesia bekerja di sektor pertanian, sedang para petani di Jawa rata-rata hanya memiliki lahan  0,3 hektar. Idealnya petani paling sedikit harus memiliki 2 hektar lahan. Bahkan, banyak petani di Jawa yang tidak memiliki lahan sehingga terdapat banyak pengangguran tidak kentara, sedang pulau lain kekurangan tenaga untuk mengolah lahan.'Faktor lain dilaksanakannya transmigrasi adalah karena bencana alam, daerahnya rawan terhadap bencana alam, daerahnya terkena proyek pembangunan misalnya akan dibangun waduk.
Tujuan Transmigrasi
Tujuan dilaksanakannya program transmigrasi adalah sebagai berikut :
  1. Meratakan persebaran penduduk Indonesia.
  2. Mengurangi kepadatan penduduk di Pulau Jawa, Bali, dan Lombok.
  3. Mempertinggi kesejahteraan penduduk yang dipindahkan dan yang didatangi.
  4. Menambah tenaga kerja untuk pembangunan daerah-daerah yang jarang penduduknya.
  5. Memberi kesempatan kerja kepada petani yang menganggur di Pulau Jawa,  Bali, dan Lombok.Meningkatkan produksi pertanian, terutama bahan pangan.
  6. Memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa.
  7. Meningkatkan ketahanan dan keamanan nasional

Syarat dari suatu daerah yang akan melakukan program transmigrasi adalah sebagai berikut:
  • Kepadatan penduduknya lebih dan 1.000 jiwa/km2,
  • Daerah kritis atau tandus yang akan dihijaukan,
  • Penduduknya berpenghasilan sangat rendah,
  • Daerahnya rawan terhadap bencana alam,
  • Daerahnya akan digunakan untuk tempat pembangunan proyek-proyek penting, misalnya waduk.
Daerah tujuan transmigrasi :
  1. Pulau Sumatra, meliputi Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan,  Jambi, Bengkulu, Riau, DI Aceh, dan Lampung. Sekarang Lampung menjadi daerah asal transmigrasi.
  2. Pulau Kalimantan, meliputi Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
  3. Pulau Sulawesi, meliputi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan.
  4. Pulau Irian, Maluku, NTB.
Pengertian, Syarat Transmigrasi dan Jenisnya di Indonesia
Perkampungan Transmigran, pic:orangbejo.com
Syarat-syarat daerah yang menjadi tujuan transmigrasi :
  1. Tanahnya subur.
  2. Sumber pengairan dan sistem pengairan baik.
  3. Sarana transportasi baik.
  4. Kemungkinan pemasaran hasil produksi baik.
  5. Tersedianya sarana kesehatan dan pendidikan.
  6. Terdapat tanaman yang dapat dikembangkan.
Syarat-syarat bagi orang yang akan bertransmigrasi :
  1. Warga negara Indonesia asli.
  2. Sehat jasmani dan rohani.
  3. Sudah berkeluarga.
  4. Kepala keluarga berusia antara 18 - 45 tahun.
  5. Anggota keluarga yang ikut berusia 6 - 60 tahun.
  6. Mempunyai kemampuan dan keterampilan.
  7. Berkelakuan baik.
Seseorang yang akan bertransmigrasi harus memenuhi persyaratan tersebut diatas. Namun, ada golongan masyarakat tertentu yang mendapat prioritas utama untuk menjadi peserta transmigrasi umum, antara lain :
  • Petani yang tidak memiliki tanah garapan,
  • Penduduk dan daerah yang tertimpa bencana alam, dan
  • Anggota TNI yang sedang dan akan menghadapi masa pensiun.
Sesuai dengan tujuan penyusunan profil kawasan transmigrasi adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan transmigrasi di daerah otonomi. Mengacu pada pengertian Kawasan Transmigrasi menyebutkan bahwa : Kawasan Transmigrasi adalah Kawasan budidaya intensif ditetapkan untuk menampung perpindahan penduduk secara menetap dalam jumlah besar dengan susunan fungsi-fungsi kawasan sebagai tempat permukiman, pelayanan jasa pemerintah sosial dan kegiatan ekonomi untuk menumbuhka pusat pertumbuhan ekonomi.

Dalam operasionalnya Pengertian Kawasan Transmigrasi adalah:
Suatu kesatuan Hamparan lahan dalam kawasan budidaya yang terletak dalam suatu administrasi otonomi, terdiri atas :
  • Desa-desa eks Unit Permukiman Transmigrasi (PTD)
  • Unit-unit Permukiman Transmigrasi yang sedang dibina (PTA)
  • Desa-desa sekitar Permukiman Transmigrasi yang  merupakan  penduduk setempat (PTS)
  • Areal-areal yang potensial untuk pengembangan permukiman transmigrasi (PTB)
  • Berpotensi untuk pengembangan komoditas unggulan
  • Terhubungnya dalam suatu kesatuan jaringan jalan yang dapat merangsang tumbuhnya Pusat Pertumbuhan Ekonomi.
Jenis-jenis Transmigrasi
Pelaksanaan program transmigrasi di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat baik dari masa ke masa. Semula hanya diselenggarakan oleh Departemen Transmigrasi dan Tenaga Kerja. Sekarang departemen lain, pemerintah daerah, dan organisasi-organisasi ikut berperan serta, bahkan ada yang diselenggarakan perorangan atas kemauan sendiri. Jenis-jenis transmigrasi antara lain sebagai berikut.

1.Transmigrasi umum
Transmigrasi umum adalah transmigrasi yang pelaksanaannya dan pembiayaannya ditanggung oleh pemerintah sepenuhnya. Pembiayaan tersebut meliputi biaya perjalanan dari daerah asal sampai tujuan, biaya hidup satu tahun di tempat yang baru, tanah yang telah dibuka seluas 2 hektar, peralatan  pertanian, rumah, dan bibit.

2.Transmigrasi khusus
Transmigrasi khusus adalah transmigrasi yang diselenggarakan dengan tujuan- tujuan tertentu, misalnya penduduk yang tertimpa bencana alam,  pengangguran dan tunawisma di kota-kota besar, para karyawan yang ditugaskan dalam pembangunan proyek-proyek di daerah. Transmigrasi macam ini disebut transmigrasi sektoral, penyelenggaraannya dikelola oleh pemerintah daerah asal bekerja sama dengan Departemen Transmigrasi. Bentuk-bentuk transmigrasi khusus yang lain adalah sebagai berikut.
  • Transmigrasi integral ABRI
Transmigrasi integral ABRI adalah transmigrasi yang diselenggarakan khusus untuk anggota ABRI yang menghadapi masa pensiun. Contohnya ialah Transmigrasi Angkatan Darat (Transad) di Kalimantan Barat, Transmigrasi Angkatan Laut (Transal) di Lampung, dan Transmigrasi Angkatan Udara (Transau) di Lampung.
  • Transmigrasi bekas pejuang
Transmigrasi bekas pejuang adalah transmigrasi khusus untuk bekas pejuang dalam perang kemerdekaan, ditempatkan di daerah transmigrasi Kalimantan.
  • Transmigrasi Pramuka taruna bumi
Transmigrasi ini dilakukan oleh para pramuka dengan tujuan sebagai pelopor pembangunan di daerah transmigrasi. Pemrakarsanya adalah pemerintah daerah Kabupaten Jombang (Jawa Timur). Proyek transmigrasi ini yang pertama di Lampung.
  • Transmigrasi Komite Nasional Pemuda Indonesia
Transmigrasi ini terdiri atas keluarga muda anggota KNPI dari seluruh Indonesia, misalnya para transmigran KNPI Jawa Timur dikirim ke Salim Batu, Kalimantan Timur.

3.Transmigrasi bedol desa
Transmigrasi bedol desa adalah transmigrasi yang meliputi seluruh penduduk desa beserta pejabat-pejabat pemerintah desa. Transmigrasi ini dilaksanakan karena daerah asal para transmigran akan digunakan untuk tempat pembangunan proyek penting atau hancur seluruhnya oleh bencana alam. Contohnya ialah penduduk Wonogiri (Jawa Tengah) bertransmigrasi ke Sitiung (Sumatra Barat) karena daerahnya digunakan untuk pembangunan Waduk Gajah Mungkur dan transmigrasi penduduk daerah Kedungombo (Jawa Tengah).

4.Transmigrasi lokal
Transmigrasi lokal adalah transmigrasi dari suatu daerah ke daerah lain dalam provinsi yang sama. Contohnya adalah perpindahan penduduk antar kabupaten di Lampung dan di Kalimantan Timur.

5.Transmigrasi spontan
Transmigrasi spontan adalah transmigrasi yang dilakukan oleh seseorang atas kesadaran, kemauan, dan biaya sendiri. Apabila transmigran mengajukan permohonan, pemerintah akan memberi bantuan berupa tanah yang belum dibuka seluas dua hektar, tanah tersebut masih berupa hutan.

6.Transmigrasi swakarsa
Transmigrasi swakarsa adalah transmigrasi semacam transmigrasi  spontan. Jadi, pembiayaan sebagian atau seluruhnya ditanggung oleh transmigran dan dapat pula pembiayaan dari pihak lain yang bukan pemerintah. Untuk pelaksanaannya pemerintah memberi petunjuk dan bimbingan kepada para transmigran. Di tempat tujuan mereka mendapat lahan pekarangan seluas seperempat hektar setiap keluarga. Dalam Repelita V telah dikembangkan beberapa jenis transmigrasi swakarsa yang pelaksanaannya mendapat prioritas, di antaranya sebagai berikut.
  • Transmigrasi Swakarsa PIR (Perkebunan Inti Rakyat)
Transmigrasi ini diarahkan pada pengembangan perkebunan dengan menggunakan perkebunan besar sebagai perkebunan inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat. Dengan demikian, akan terbentuk kerja  sama  yang  menguntungkan  antara perkebunan rakyat dengan perkebunan besar, hasil dari perkebunan transmigran ditampung, diolah, dan dipasarkan oleh perkebunan besar. Pola transmigrasi swakarsa PIR telah dilaksanakan di Sumatra dan Kalimantan di daerah perkebunan karet dan kelapa sawit.
  • Transmigrasi Swakarsa Hutan Tanaman Industri (HTI)
Transmigrasi ini dikaitkan dengan upaya pengembangan tanaman hutan dalam rangka meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi guna memenuhi kebutuhan bahan baku industri, misalnya industri kayu lapis, mebel, kertas, bahan bangunan, dan bahan kerajinan. Para transmigran akan mendapatkan bimbingan dan penyuluhan dari dinas kehutanan dan memperoleh kesempatan memiliki saham dalam  perusahaan  pemegang hak pengusahaan HTI.
  • Transmigrasi Swakarsa Jasa Industri (JIN)
Tujuan dari transmigrasi ini adalah agar mereka mendapat pekerjaan di bidang industri atau jasa sehingga mereka dapat mengisi kekurangan tenaga kerja industri yang sudah ada atau mendirikan industri sendiri. Sebelum berangkat, para transmigran mendapat bimbingan teknis, penyuluhan, dan latihan keterampilan di bidang industri.
  • Transmigrasi Swakarsa Pengembangan Desa Potensial (Transabang Dep) Pelaksanaan transmigrasi ini dikoordinasi oleh Departemen Dalam Negeri. Para transmigran ditempatkan di desa yang sudah ada dan sebelum berangkat mendapat latihan dan penyuluhan. Mereka mendapat lahan seluas satu seperempat hektar.
  • Transmigrasi Swakarsa Pola Usaha Perikanan Tani dan Tambak Transmigrasi ini dikaitkan dengan upaya pengembangan usaha perikanan, baik sebagai nelayan maupun perikanan tambak.
Pranata Sosial Dalam Kehidupan

Pranata Sosial Dalam Kehidupan

Pranata Sosial Dalam Kehidupan- Dalam hidup bermasyarakat, manusia tiap hari melakukan berbagai tindakan interaksi yang berpola, baik yang resmi maupun tidak resmi. 

Sistem pola-pola resmi yang dianut warga suatu masyarakat untuk berinteraksi dalam sosiologi dan antropologi disebut "pranata" (dalam bahasa inggris "institution"). 

Bagaimana sebenarnya contoh dan peran pranata sosial dalam kehidupan?. Berikut penjelasannya.

Di kala istirahat jam sekolah, beberapa anak remaja tampak bermain tinju atau smack down dan disaksikan oleh teman-temannya yang saling memberi semangat kepada jagoannya. 

Di tempat lain kita saksikan pertandingan tinju antara dua juara tinju kelas berat yaitu Mike Tyson dengan Muhammad Ali yang memenuhi semua syarat-syarat aturan pertandingan profesional. 

Pertandingan tinju antar murid sekolah bersifat tidak resmi dan pertandingan antara kedua juara dunia berlangsung secara resmi sesuai dengan pranata pertandingan tinju kejuaraan dunia.
Gotong royong bagian dari pranata sosial
Contoh lainnya adalah cara seorang anak mengajar adiknya membaca, seorang ibu mengajar adar sopan santun kepada anaknya, seorang ayah mengajar anaknya memperbaiki sepeda, seorang petani mengajar buruh tani pada pekerja tani baru, seorang kepala biro menjelaskan cara menyusun laporan dan lain sebagainya. 

Walau dalam kehidupan kita sehari-hari kita pernah mengajarkan suatu hal kepada orang lain, kita belum tentu secara resmi dan aktif bertindak sebagai guru dalam pranata pendidikan yaitu sekolah TK, SD, SMP, Sekolah Tinggi dan lainnya.

Dari kedua kasus di atas nampak bahwa pranata adalah suatu sistem norma khusus yang menata serangkaian tindakan berpola mantap guna memenuhi suatu keperluan yang khusus dalam kehidupan masyarakat. 

Konsep "pranata" merupakan suatu konsep dasar dalam sosiologi yang telah lama berkembang dan dipakai. Konsep itu kurang digunakan oleh antropolog yang lebih menyukai istilah "unsur kebudayaan" untuk menganalisa berbagai aktivitas manusia yang dipelajari

Pranata dan Lembaga. Dalam bahasa sehari-hari istilah institution atau pranata sering dikacaukan dengan institute (yang artinya adalah lembaga). 

Dalam bahasa Indonesia kekacauan dalam penggunaan istilah-istilah itu juga sering terjadi padahal kedua istilah itu harus dibedakan secara tegas. 

Pranata adalah sistem norma atau aturan-aturan yang menyangkut suatu aktifitas masyarakat yang bersifat khusus sedangkan lembaga atau institusi adalah badan atau organisasi yang melaksanakannya. 

Jika diperhatikan elbih seksama dan dihubungkan dengan istilah 'kelompok' atau 'perkumpulan' maka lembaga memang merupakan suatu bentuk perkumpulan yang khusus.
Berapa jumlah pranata dalam suatu masyarakat?. 

Hal ini tergantung dari sifat sederhana atau kompleksnya kebudayaan suatu masyarakat. Makin besar dan kompleks perkembangan suatu masyarakat makin bertambah pula jumlah pranata yang ada. Berikut ini 8 jenis pratan sosial dalam kehidupan:

1. Pranta-pranata untuk memenuhi kehidupan kekerabatan yang disebut kinship atau domestic institution antara lain: perkawinan, tolong menolong antar kerabat, pengasuhan anak, sopan santun pergaulan antar kerabat, sistem istilah kekerabatan dan lainnya.
2. Pranata-pranata ekonomi diantaranya: pertanian, peternakan, berburu, feodalisme, industri, barter, koperasi, saham, perbankan dan lainnya.
3. Pranata-pranata pendidikan diantaranya: pengasuhan anak, jenang pendidikan, pemberantasan buta aksara, pers, perpusatakaan umum dan lainnya.
4. Pranata-pranata ilmiah diantaranya: metodologi ilmiah, penelitian, pendidikan dan riset.
5. Pranata-pranata untuk memenuhi kebutuhan akan keindahan dan rekreasi diantaranya: kesenian, kesusasteraan, olahraga dan lainnya.
6. Pranata-pranata keagamaan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan dan berbakti pada Tuhan: doa, kenduri, upacara, syiar agama dan lainnya.
7. Pranata-pranata untuk menjaga dan mengukur keseimbangan kekuasaan dalam kehidupan masyarakat seperti pemerintahan, demokrasi, kehakiman, kepartaian, kepolisisan dan lainnya.
8. Pranata-pranata untuk memenuhi kebutuhan akan kenyamanan hidup: pemeliharaan kecantikan dan kesehatan, kedokteran dan lainnya.

Itulah 8 jenis pranata sosial dalam kehidupan kita sehari-hari. Klasifikasi di atas tentu belum lengkap karena banyak lagi jenis pranata yang berkembang dalam masyarakat. 

Selain itu dalam suatu masyarakat terdapat banyak pranata yang tidak secara khusus tumbuh dari dalam adat istiadat masyarakat yang bersangkutan melainkan yang secara tidak disadari atau terencana diambil dari masyarakat lain seperti demokrasi parlementer, kepartaian, komunikas satelit, koperasi dan lainnya. 
Rumus Proyeksi Migrasi Penduduk Masa Lalu

Rumus Proyeksi Migrasi Penduduk Masa Lalu

Kali ini kita akan bicara tentang proyeksi penduduk di masa lalu pada suatu wilayah.

Sudah menjadi hal umum bahwa pertambahan jumlah penduduk tidak hanya disebabkan oleh pertambahan alamiah (kelahiran dan kematian) namun juga disebabkan oleh pertambahan akibat pengaruh migrasi (penduduk masuk dan keluar). 

Pertambahan penduduk pendatang banyak terjadi di kota besar seperti Jakarta, Bekasi, Makassar, Bandung dan Surabaya. 

Ada penduduk yang pindah secara permanen namun ada juga yang hanya pindah sementara (komuter) karena alasan tertentu misalnya kerja atau kuliah.

Kedua golongan penduduk yang demikian dapat dikatakan sebagai penduduk yang mobile atau bergerak. 

Golongan pertama merupakan pergerakan dengan frekuensi rendah sedangkan golongan kedua merupakan pergerakan dengan frekuensi tinggi.

Secara hukum, penduduk yang berpindah tempat harusnya tercatat atau terdaftar baik pada tempat tinggal yang baru maupun pada tempat tinggal yang lama. 

Tidak demikian halnya dengan penduduk yang pindah sementara, tetapi secara administrasi tidak pindah tempat tinggalnya. 

Karena tidak tercatat penduduk yang mobile dengan frekuensi tinggi ini sulit untuk diikuti pergerakannya. 

Tetapi mudah diduga bahwa di kota besar terdapat sejumlah besar orang yang tinggal sementara seperti pedagang asongan, turis, petugas dinas atau orang yang sedang kuliah. 

Mungkin saja ada hubungan antara besarnya arus migrasi dengan jumlah orang yang tinggal sementara di suatu daerah. 

Dengan kata lain di kota atau daerah yang memiliki angka migrasi besar akan besar pula jumlah orang yang tinggal sementara di situ. 

Banyak pula orang yang pindah setelah tamat mencari kerja di kota dan tidak lagi kembali ke tempat asalnya. 

Ada juga kasus dimana seseorang terdaftar pada dua tempat sekaligus (punya 2 KTP) dan hal ini menjadikan administrasi kependudukan dan migrasi menjadi rumit.

Proyeksi atau taksiran migrasi di masa lalu diperlukan agar dapat membuat proyeksi untuk masa depan dengan lebih tepat. 
Migrasi adalah fenomena umum saat  ini
Taksiran Migrasi Masa Lalu
a. Metode Sisa
Metode ini menggunakan cara bahwa pada tahap awal kita mengabaikan migrasi penduduk. Dengan demikian pertambahan penduduk suatu daerah dalam kurun waktu tertentu adalah sama dengan selisih antara jumlah kelahiran dan jumlah kematian di daerah tersebut. 

Jika jumlah penduduk yang sebenarnya berbeda dengan perubahan secara teori (selisih kelahiran dan kematian) maka perbedaan tersebut dianggap sebagai akibat migrasi selama kurun waktu tersebut. Maka persamaan matematikanya adalah sebagai berikut:

M  =  (Pt-Po) - N
M  = Migrasi selama kurun waktu analisa
Pt  = Jumlah penduduk pada tahun t
Po = Jumlah penduduk pada tahun dasar
N  = Pertambahan secara alami selama kurun waktu analisa

Ketepatan metode ini tergantung pada ketelitian pencatatan pertambahan secara alami selama kurun waktu analisa. 

Bila dari data statistik atau catatan kantor pemerintah seperti kepala desa/lurah, BKKBN, diperoleh jumlah kelahiran dan kematian selama kurun waktu analisa, selisih dari kelahiran dikurangi kematian menunjukkan perubahan secara alamiah. 

Dengan demikian persamaan matematika untuk menghitung banyaknya migrasi menjadi berikut:

M = (Pt-Po) - (B - D)
B  = Jumlah kelahiran selama kurun waktu analisa
D  = Jumlah kematian selama kurun waktu analisa

Sekali lagi ketepatan metode ini sangat tergantung pada kebenaran catatan kelahiran dan kematian pada wilayah yang dianalisa. Ada baiknya catatan ini direkap dari berbagai sumber dan di cocokan kembali untuk mendapatkan angka yang dianggap paling mendekati kebenaran.

b. Sensus
Metode ini adalah dengan cara menganalisa data kependudukan yang didapat dari sensus. Dalam sensus ini berbagai data/karakteristik penduduk turut ditanyakan dan ini dapat digunakan untuk meramalkan besarnya migrasi. 

Dalam metode ini berbagai karakter kependudukan yang dianalisa/digunakan adalah sebagai berikut:
1. Data tanggal dan tempat kelahiran untuk membandingkan tempat lahir dan tempat tinggal sekarang.

2. Data tempat asal sebelumnya dan kapan pindah ke tempat sekarang, untuk membandingkan tempat tinggal saat ini dengan sebelumnya. Dalam hal ini derajat ketelitian aliran penduduk tergantung pada kelengkapan dan kebenaran jawaban responden.

3. Data suku, karena tingkat migrasi antar suku juga sangat berbeda. Suku Padang dan Batak di Sumatera sedangkan suku Jawa banyak melakukan migrasi karena terkait program pemerintah atau tugas instansi.

Dalam data kelahiran, tercatat tempat kelahiran dan data asal domisili, tercatat tempat tinggal pada tahun t (tahun terrtentu) dan kapan pindah ke situ dan berasal dari daerah mana. 

Dengan demikian, diketahui dimana dia tinggal pada tahun 0 (misalnya 10 tahun sebelum tahun t). 

Dari kumpulan data itu dapat diperkirakan berapa yang pindah rata-rata setiap tahun atau setiap 10 tahun dan juga diketahui daerah tujuan dan daerah asal.

c. Pencatatan Penduduk (registrasi)
Registrasi adalah pencatatan penduduk secara berkesinambungan dan mencatat setiap perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain. 

Hal ini dapat dilakukan melalui surat permintaan pindah dan di tempat tujuan adanya ketentuan untuk melapor ke kepala desa atau lurah setempat. 

Dalam analisa penduduk, registrasi ini memiliki daya guna yang sangat penting apabila registrasi benar-benar mencatat perihal penduduk secara lengkap. 

Keuntungan memakai metode ini adalah data dapat diklasifikasikan menurut berbagai macam cara misalnya tempat awal, umur pada saat pindah, alasan pindah, dan lain-lain sehingga lebih berguna dalam menganalisis terjadinya migrasi karena dapat menjelaskan arah, ciri migran dan penyebab migrasi. 

Walaupun sudah diwajibkan di Indonesia, metode registrasi ini belum memberikan hasil yang maksimal karena faktor kesulitan administrasi seperti arsip hilang, kesulitan biaya, pendatang tidak melapor, telat melapor ke BPS dan lainnya.
close