Geograph88: Statistika Geografi | Berbagi Pengetahuan Kebumian
Filsafat Cara Menemukan Kebenaran

Filsafat Cara Menemukan Kebenaran

Saat ini manusia lebih sering mencari sebuah "pembenaran" dibandingkan kebenaran. Lalu seperti apa sih kebenaran itu dalam ilmu filsafat dan bagaimana cara menemukan sebuah "kebenaran"?. 

Cara menemukan sebuah kebenaran itu berbeda-beda. Dari berbagai cara untuk menemukan kebenaran dapat dilihat cara yang ilmiah dan non ilmiah. 

Cara-cara utuk menemukan kebenaran adalah sebagai berikut:

1. Penemuan Secara Kebetulan
Penemuan kebenaran secara kebetulan adalah penemuan yang berlangsung tanpa disengaja. Dalam sejarah manusia, penemuan secara kebetulan banyak juga yang berguna walaupun terjadinya tidak dengan cara ilmiah, tidak disengaja dan tanpa rencana. 

Cara ini tidak dapat diterima dalam metode keilmuan untuk menggali pengetahuan atau ilmu.

2. Penemuan "Coba dan Ralat alias Trial dan Error"
Penemuan coba dan ralat terjadi tanpa adanya kepastian akan berhasil atau tidak berhasil kebenaran yang dicari. Memang ada aktifitas mencari kebenaran namun aktifitas itu mengandung unsur spekulatif atau untung-untungan. 

Penemuan dengan cara ini kerap kali memerlukan waktu yang lama karena memang tanpa renca, tidak terarah dan tidak diketahui tujuannya. Cara coba dan ralat ini pun tidak dapat diterima sebagai cara ilmiah dalam usaha untuk mengungkapkan kebenaran.
Filsafat Cara Menemukan Kebenaran
Kebenaran bukan pembenaran
3. Penemuan Melalui Otoritas atau Kewibawaan
Pendapat orang-orang yang memiliki kewibawaan misalnya orang-orang yang punya kedudukan dan kekuasaan sering diterima sebagai kebenaran meski pendapat itu tidak didasarkan pada pembuktian ilmiah. 

Pendapat itu tidak berarti dan tidak ada gunanya. Pendapat itu tetap berguna terutama dalam merangsang usaha penemuan baru bagi orang-orang yang menyangsikannya. Namun begitu ada kalanya pendapat itu ternyata tidak dapat dibuktikan kebenarannya. 

Dengan begitu pendapat pemegang otoritas bukanlah pendapat yang ebrasal dari penelitian namun hanya berdasarkan pemikiran yang diwarnai subjektivitas.

4. Penemuan Secara Spekulatif
Cara ini mirip dengan cara coba dan ralat namun bedanya adalah seseorang yang menghadapi suatu masalah yang harus dipecahkan pada penemuan secara spekulatif mungkin sekali ia membuat sejumlah alternatif pemecahan. 

Kemudian ia mungkin memilih satu alternatif pemecahan, sekalipun ia tidak yakin benar mengenai keberhasilannya.

5. Penemuan Kebenaran Lewat Cara Berfikir Kritis dan Rasional
Telah banyak kebenaran yang dicapai oleh manusia sebagai hasil dari upayanya menggunakan kemampuan berpikirnya. 

Dalam menghadapi masalah, manusia berusaha menganalisanya berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki untuk sampai pada pemecahan yang tepat. 

Cara berpikir yang ditempuh pada tingkat permulaan dalam memecahkan masalah adalah dengan berpikir analitis dan cara sintetis.

6. Penemuan Kebenaran Melalui Penelitian Ilmiah
Cara ini adalah melalui penelitian alias riset. Penelitian adalah penyaluran hasrat ingin tahu pada manusia dalam taraf keilimuan. 

Pada setiap penelitian ilmiah melekat ciri-ciri umum yaitu pelaksanaannya yang metodis harus mencapai suatu keseluruhan yang logis dan koheren. 

Ciri lainnya adalah universalitas yaitu setiap penelitian ilmiah harus objektif artinya terpimpin oleh objek dan tidak mengalami distorsi karena adanya berbagai prasangka subjektif. Gambar: disini
Analisa Korelasi Product Moment

Analisa Korelasi Product Moment

Penggunaan statistik dalam penelitian ilmiah sudah diperkenalkan pada abad ke 18 oleh F. Galton dan sampai sekarang berbagai macam metode analisa statistik digunakan dalam berbagai pemecahan masalah. 

Analisis data geografi sebenarnya dapat dilakukan dengan cara analisa statistik, penginderaan jauh, komputer maupun deskriptif. 

Postingan kali ini akan membahas khusus tentang analisa statistik yang sering digunakan dalam penelitan bertema geografi. 

Empat analisa yang sering digunakan dalam penelitian geografi adalah analisa statistik, analisa inderaja, analisa komputer dan analisa deskriptif. 

Analisa statistik sering digunakan oleh mahasiswa dalam menyusun skripsi dan biasanya jenis analisa yang banyak digunakan adalah analisa korelasi, analisa regresi, analisa chi kuadrat dan analisa varian. 

Kali ini saya akan sedikit menjelaskan tenrang analisa korelasi sederhana Metode Product Moment

Untuk menyatakan besar kecilnya nilai korelasi antar variabel atau fenomena maka digunakan angka statistik. Angka yang menyatakan besar kecilnya korelasi disebut koefisen korelasi (r) yang dapat bergerak antara -1 dan +1.
Bila:
r  = 1 artinya hubungan sempurna positif
r  = -1 berarti hubungan sempurna negatif
-1<r<0 berarti hubungan moderat negatif
0<r<1 berarti hubungan moderat positif
Parameter untuk menyatakan besar kecilnya korelasi ialah sebagai berikut:
r =
0,90 -1,00 artinya hubungan sangat tinggi
0,78-0,89 artinya hubungan tinggi
0,64-0,77 artinya hubungan sedang
0,46-0,63 artinya hubungan rendah
0,00-0,45 artinya hubungan sangat rendah

Untuk memperoleh nilai korelasi sederhana maka dapat digunakan metode Product Momenta dari Karl Pearson. 

Koefisien korelasi product moment didasarkan atas asumsi tertentu mengenai data yang dapat digunakan. 

Untuk itu, data yang diperlukan adalaj:
1) data yang dapat diukur, baik dengan skala interval maupun skala rasio
2) dua variabel harus mempunyai distribusi normal. Rumus yang biasa digunakan untuk menghitung koefisien korelasi product moment adalah sebagai berikut:
Contoh:
Hitunglah besarnya korelasi antara jumlah debit air dari suatu aliran sungai dan jumlah material tanah yang terangkut sebagai berikut:

Jawab:
Tabel di bawah ini menunjukkan jumlah debit air dari suatu aliran sungai dan jumlah material tanah yang terangkut























Kesimpulan hasil r diatas menunjukan korelasi antara debit air sungai dengan jumlah material yang terangkur sangat tinggi. 

Untuk mengetahui besarnya pengaruh debit air sungai terhadap besarnya material terangkut maka dapat dilakukan dengan menggunakan koefisein determinasi yaitu
Dari angka tersebut dapat disimpulkan berarti material tanah 98% ditentukan oleh faktor debit air sungai dan sisanya ditentukan oleh faktor lainnya. Itulah contoh penggunaan statistik dalam menganalisa korelasi antar fenomena geosfer.
close