Protozoa dan Kehidupan Manusia - Geograph88

Protozoa dan Kehidupan Manusia

Protozoa dan Kehidupan Manusia
Protozoa ada yang merugikan dan ada pula yang menguntungkan bagi kehidupan manusia.
a. Hubungan merugikan
Beberapa protozoa parasti merugikan manusia diantaranya Plasmodium, Entamoeba histolytica, Trypanosoma dan Balantidium. 
1. Plasmodium menyebabkan penyakit malaria. Ada empat jenis spesies Plasmodium yang dapat menyebabkan gejala penyakit yang berbeda yaitu:
a. Plasmodium vivax menyebabkan malaria tertiana, gejala demam timbul setiap 48 jam (2 hari seali atau timbul pada hari ketiga).
b. Plasmodium malariae menyebabkan malaria quartana, gejala demam timbul setiap 72 jam (3 hari sekali atau demam timbul pada hari keempat).
c. Plasmodium ovale, menyebabkan malaria dengan gejala mirip malaria tertiana.
d. Plasmodium falciparum menyebabkan malaria tropika dengan gejala demam timbul tak menentu.
2. Entamoeba histolytica merupakan parasit penyebab penyakit disentri.
3. Trypanosoma gambiense penyebab penyakit tidur.
4. Balantidium coli menyebabkan disentri pada manusia karena hidup di usus besar. 

b. Hubungan menguntungkan
Protozoa yang hidup di air tawar dan air laut merupakan zooplankton yang merupakan makanan insekta air, udang dan ikan-ikan kecil. Zooplankton merupakan salah satu sumber makanan bagi hewan-hewan air termasuk ikan. Jadi secara langsung Protozoa menguntungkan manusia sebab ikan menjadi makanan manusia.

Entamoeba coli yang hidup di usus sapi menguntungkan karena dapat membantu pencernaan sapi. Dengan begitu terjadi simbiosis mutualisme antara keduanya. Sapi dibantu mencerna rumput-rumput yang mengandung selulosa yang keras sementara Entamoeba memperoleh makanan dan perlindungan.
Hubungan Protozoa dengan Kehidupan Manusia
Radiolaria perairan
Rhizopoda ada yang memiliki cangkang keras untuk melindungi selnya. Cangkang itu terbuat dari silikon seperti Radiolaria atau kalsium karbonat misalnya Foraminifera. Keduanya hidup di laut. 

Jika hewan ini mati maka cangkangnya tetap utuh dan karena tekanan perubahan lingkungan yang ekstrim dapat berubah menjadi fosil.

Fosil-fosil ini digunakan untuk menentukan umur lapisan bumi atau sebagai petunjuk paleoklimatik bumi. Misalnya jika fosil Rhizopoda ditemukan di dataran tinggi berarti dulu daerah itu adalah dasar laut sebab mereka hidup di laut. 

Karena adanya gaya endogen, dasar laut tadi terangkat dan menjadi dataran tinggi. Fungsi lain dari fosil Rhizopoda adalalah untuk petunjuk adanya sumber minyak bumi. 

Di daerah banyak mengandung fosil Rhizopoda biasanya merupakan sumber minyak bumi. Gambar: disini
close