Geograph88: Biosfer | Berbagi Pengetahuan Kebumian
Fakta Tentang Jerapah: Hewan Khas Afrika

Fakta Tentang Jerapah: Hewan Khas Afrika

Siapa tidak mengenal jerapah, hewan berleher panjang ini tentunya memiliki keunikan tersendiri. 

Jerapah merupakan hewan asli benua Afrika dan banyak di temukan di savana-savana. 

Berikut ini fakta unik tentang jerapah sang leher panjang. Sumber: WA

Kondisi Fisik
Jerapah adalah mamalia darat tertinggi di dunia saat ini. Hewan ini mudah dibedakan dengan ciri khas leher dan kakinya yang panjang. 

pic:http://perthzoo.wa.gov.au/wp-content/
Jerapah memiliki warna kecoklatan, kepala berbentuk segitiga dengan dua tanduk berbulu. Jerapah ukuran dewasa memiliki kaki hingga sepanjang 6 kaki sama halnya dengan panjang lehernya. 

Jantan lebih besar dan panjang dibanding dari sang bentina. Menurut National Geographic Society, total panjang dari kepala hingga kaki jerapah dapat mencapai  14-19 kaki. 

Kulit tubuhnya berwarna cokelat kehitaman dengan garis-garis yang berbeda di tiap wilayahnya.

Umur rata-rata jerapah adalah 25 tahun dengan berat antara 1.750 -2.800 pon ukuran dewasa. 

Mereka memiliki penanda kelamin di atas kepalanya seperti kulit yang tertutup bulu yang disebut ossicones. 

Betina memiliki ossicones yang kecil dibanding jantan.
Jerapah memiliki cara jalan yang unik yaitu kedua sisi kaki begerak pertama di susul sisi kaki yang lain. 

Kecepatan lari maksimum jerapah dapat mencapai 55 km per jam meski memiliki kaki yang panjang.

Diet
Jerapah adalah hewan herbivora yang berarti mengonsumsi tumbuhan. Menurut Giraffe Conservation Foundation, hewan ini  dapat beradaptasi dengan tanaman atau jenis vegetasi yang ada di daerah masing-masing. 

Jerapah menghabiskan setiap hari dengan makan yang dapat mencapai 45 kg terutama makan daun dan tunas pohon serta semak-semak. 

Di padang savana, jerapah makan daun akasia dan rumput kering. Mereka juga mungkin makan tanaman merambat, bunga, buah-buahan terutama di musim hujan. 

Jerapah menggunakan leher, mulur dan bibir mereka untuk mencapai daun-daun di ujung pohon. 

Pejantan lebih banyak makan diban
ding betina dan kadang jerapah juga menjilati bangkai hewan dan tulang belulang.
Habitat dan Penyebaran
Jerapah banyak tersebar di wilayah Afrika seperti Kenya, Kamerun, Chad, Niger, Uganda, Namibia, Botswana, Zimbabwe, Zambia, Tanzania, Angola dan Afsel.

Padang rumput liar, hutan dan sabana adalah habitat alami jerapah. Menurut data GCF, ada sekitar 80 ribu jerapah yang tersisa saat ini menyusut dari data tahun 1991 yang mencapai 140 ribu ekor. 

Penurunan ini diakibatkan pembalakan hutan, perburuan liar, pembukaan kota dan degradasi lahan. Baca juga: Pulau Endemik di Dunia

Kebiasaan
Jerapah adalah hewan yang tidak menetap dan sangat suka berkelompok. Betina sering membentuk kelompok hingga 10-12 ekor tanpa jantan. 

Ketika bahagia, jerapah akan bermain-main dengan leher mereka dan berlari-lari di area terbuka. 

Mereka seringkali mengadu leher mereka satu sama lain hingga setengah jam hingga ada satu jerapah yang kelelahan hingga menyebabkan kematian.

Reproduksi
Jerapah tidak memiliki musim kawin yang tetap, tetapi selama musim hujan kemungkinan untuk kawin lebih tinggi karena ketersediaan pangan. 

Pada usia tujuh tahun, jerapah jantan akan menjadi matang secara seksual, dan kemudian bisa kawin dengan betina dewasa secara seksual yang berusia 4 tahun lebih. 

Ketika mencari pasangan, jantan akan meletakan dagu di belakang wanita. Dalam rangka untuk menentukan apakah pasangan perempuan potensial dikawini, jerapah jantan akan merasakan urine betina. 

Jerapah betina dengan hormon estrus terdeteksi dalam rasa urin mereka. Masa kehamilan rata-rata untuk jerapah adalah 15 bulan, menurut GCF. 

Sebuah anak jerapah yang baru lahir beratnya sekitar 220 pounds, dengan ketinggian sekitar 6,5 kaki. 

Sebuah jerapah betina biasanya akan melahirkan hanya satu kali, meskipun kejadian kembar yang mungkin. Baca juga: Faktor Penyebaran Flora Fauna

Sejarah Terbentuknya Biosfer

Sejarah Terbentuknya Biosfer

Biosfer merupakan lapisan tempat kehidupan mahluk di bumi berlangsung. Sejak kapan biosfer ini terbentuk?. 

Pada awalnya, Bumi masih belum mengandung air dan yang ada hanya litosfer dan atmosfer. 

Atmosfer lambat laun mulai mendingin dan akhirnya terbentuklah air yang masih dalam bentuk gas yang kemudian berbentuk uap. 

Setelah suhu cukup rendah dan diperkirakan mencapai 100 derajat C maka terbentuklah embun dan hujan. Sejak saat itulah berbagai kenampakan muncul seperti sungai, danau, lautan dan lainnya.  

Setelah bola Bumi mengalami pendinginan kira-kira 2,25 milyar tahun lalu terbentuklah cikal bakal biosfer yakni suatu tempat tinggal mahluk hidup. 

Dalam kehidupan mahluk hidup terbentuk sistem hubungan antar mahluk hidup tersebut dengan materi dan energi yang mengelilinginya. 

Tempat dan sistem itulah yang disebut biosfer. Suatu benda dinyatakan sebagai benda hidup jika memiliki ciri (1) melakukan pertukaran zat atau metabolisme artinya adanya zat yang masuk dan keluar, (2) tumbuh, artinya bertambah besar karena pertambahan dari dalam dan bergerak, (3) melakukan reproduksi datau kembang biak, (5) memiliki irritablitas atau kepekaan terhadap rangsangan dan memberikan reaksi terhadap rangsangan itu serta (5) memiliki kemampuan mengadakan adaptasi terhadap lingkungan. 

Sebelum mahluk hidup muncul di permukaa Bumi, yang ada hanya cikal bakal biosfer yaitu lingkungna fisikal saja. 

Oleh karena itu muncul pertanyaan darimana dan bagaimana mahluk hidup itu bisa menghuni bumi?. Untuk menjawabnya terdapat beberapa teori antara lain:

1. Teori Cosmozoa, yang menyatakan bahwa mahluk hidup datang di Bumi dari bagian lain alam semesta in. Diperkirakan ada suatu benda berat menyebarakan benda hidup dan benda hidup itu adalah suatu partikel-partikel kecil. 

Teori ini berdasarkan pada dua asumsi bahwa (1) benda hidup itu ada atau telah ada di suatu tempat dalam alam semesta ini dan (2) hidup itu dapat dipertahankan selama perjalanan benda angkasa tersebut ke bumi.

2. Teori Pfluger, yang menyatakan bahwa bumi berasal dari suatu materi yang sangat panas kemudian bahan yang terkandung di dalamnya adalah karbon dan nitorgen yang lambat laun membentuk senyawa Cyanogen

Senyawa tersebut dapat terbentuk pada suhu yang sangat tinggi dan selanjutnya terbentuk zat protein pembentuk protoplasma yang akan menjadi cikal bakal mahluk hidup.

3. Teori Moore, yang menyatakan bahwa mahluk hidup dapa muncul dari kondisi yang cocok dari bahan anorganik pada saat bumi mengalami pendinginan melalui suatu proses yang kompleks dalam larutan yang labil. Bila fase keadaan kompleks itu tercapai maka muncullah kehidupan.

4. Teori Allen, yang menyatakan bahwa pada saat keadaan fisik bumi ini seperti keadaan sekarang beberapa reaksi yaitu energi yang datang dari matahari diserap oleh zat besi yang lembab dan menimbulkan pengaturan atom dari materi-materi. 

Interaksi antara nitrogen, karbon, hidrogen dan sulfur dalam genangan air di bumi akan membentuk zat-at yang akhirnya membentuk protoplasma benda hidup.

5. Teori Transendental, yaitu menganggap benda hidup diciptakna oleh Tuhan Yang Maha Kuasa di luar jangkauan ilmu sains. 


Pada mulanya konsep-konsep di atas adalah spekulasi, namun berdasarkan bukti geologis, percobaan biokimia dan logika deduksi sebab akibat maka sekarang ini dapat disimpulkan bahwa benda-benda hidup pertama itu timbul secara spontan di muka Bumi yang artinya ada campur tangan Tuhan sebagai zat pencipta alam semesta.

Sumber dan Gambar:
Ilmu Alamiah Dasar. Maskoeri Jasin disini
close