Geograph88: Mitigasi Bencana | Berbagi Pengetahuan Kebumian
Ciri-Ciri Geografis Wilayah Rawan Banjir Bandang

Ciri-Ciri Geografis Wilayah Rawan Banjir Bandang

Banjir bandang kembali melanda Indonesia tepatnya di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. 

Fenomena banjir bandang ini sangat sering terjaid akhir-akhir ini di Indonesia karena beberapa faktor, terutama curah hujan yang tinggi.

Banjir bandang memiliki karkateristik limpasan air yang cepat, masif, bercampur batuan, kerikil, kayu dan bahan lainnya sehingga menimbulkan efek kerusakan parah.

Semua wilayah yang dilanda banjir bandang pasti mengalami kerusakan parah ditambah korban jiwa. Banjir bandang termasuk kategori bencana hidrometeorologis karena hasil kombinasi cuaca dan air di darat.

Lalu apakah semua wilayah memiliki potensi banjir bandang?. Pada prinsipnya iya jika wilayah tersebut dilalui sungai yang berhulu di pegunungan.

Sungai merupakan suatu jalur air yang berfungsi mengalirkan air dari hulu menuju hilir. Jika hujan deras di hulu kemudian daerah resapannya juga berkurang maka sudah pasti potensi banjir bandang akan sangat tinggi.
Banjir bandang di Sukabumi

Beberapa faktor berkontribusi terhadap fenomena banjir bandang. Dua elemen utama banjir bandang adalah intensitas dan durasi curah hujan. Intensitas adalah tingkat curah hujan, dan durasi adalah berapa lama hujan berlangsung. Topografi, kondisi tanah, dan penutup tanah juga memainkan peran penting.

Banjir bandang terjadi dalam beberapa menit atau jam disertai curah hujan yang tingg.  Banjir bandang dapat menggulung batu-batu besar, merobek pohon, menghancurkan bangunan dan jembatan, dan membentuk saluran baru. 

Air yang meningkat dengan cepat dapat mencapai ketinggian 30 kaki atau lebih. Selain itu, hujan yang menghasilkan banjir bandang juga dapat memicu bencana longsor lumpur. Banjir bandang juga bisa terjadi karena tanggul penahan sungai atau waduk jebol.

Jadi secara geografis, semua wilayah yang berada di dekat aliran sungai atau dekat waduk berpotensi dilanda banjir bandang.

Indonesia secara umum memiliki curah hujan tinggi karena beriklim tropis. Oleh sebab itu kewaspadaan akan bencana ini perlu ditingkatkan. Masyarakat perlu diedukasi agar berhati-hati jika membangun sarana di dekat aliran sungai.

Sungai-sungai Indonesia khususnya di Jawa, Sumatera dan Papua berhulu di pegunungan yang curah hujannya tinggi. Potensi inilah yang mengakibatkan banjir bandang sering terjadi akhir-akhir ini di Indonesia.
Tips Aman dan Selamat Bencana Banjir

Tips Aman dan Selamat Bencana Banjir

Banjir adalah fenomena ameluapnya air dan biasa terjadi di berbagai belahan dunia. Setiap tahun saat musim hujan, di Indonesia selalu ada wilayah yang mengalami banjir. Banjir terjadi karena air yang jatuh dan mengalir jauh melebihi kapasitas sistem drainase yang ada. Air pada dasarnya memerlukan saluran untuk bergerak dari hulu ke hilir.

Kerusakan hutan, alih fungsi lahan, misalnya dari hutan menjadi lahan perkebunan/pertanian, industri, permukiman, dan sebagainya akan mengurangi kemampuan tanah/batuan untuk menyerap air. Akibatnya aliran permukaan akan semakin banyak dan banjirpun tidak bisa dihindari.

Terjadinya banjir bandang sangat dipengaruhi oleh kerusakan hutan di kawasan hulu. Salah satu bukti adalah ketika terjadi banjir bandang hampir selalu terdapat potongan-potongan kayu (log) yang ikut hanyut. Banjir yang selalu hadir setiap tahun di Jakarta merupakan akibat dari semakin sempitnya daerah tangkapan hujan di wilayah Bogor.

Banjir juga bisa disebabkan oleh pasang seiring dengan semakin meningkatnya suhu di permukaan bumi karena pemanasan global, banjir bukan saja disebabkan oleh hujan, tetapi juga oleh pasang air laut yang tinggi. Pasang laut ini bisa disebabkan oleh badai dan atau akibat pemanasan global yang menyebabkan pasang lebih tinggi dari sebelumnya.Akibat pasang tersebut aliran sungai menjadi terhambat sehingga menggenangi daratan di sekitarnya.

Mitigasi yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut.
1)    Membuat peta wilayah yang rawan terhadap ancaman becana banjir.
2)    Memberi penyuluhan kepada masyarakat.
3)    Mengadakan reboisasi di kawasan hulu daerah aliran sungai.
4)    Membuat biopori agar air yang bisa meresap ke dalam tanah menjadi lebih banyak.
5)    Meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap pentingnya memelihara lingkungan.
6)    Membuat tanggul penahan banjir.
7)    Membuat sistem peringatan dini.

Berikut ini pedoman penanggulangan banjir sebelum, saat dan sesudah kejadian.
Mitigasi bencana banjir
Pengertian dan Penyebab Bencana Longsor

Pengertian dan Penyebab Bencana Longsor

Salah satu fenomena alam yang rentan terjadi saat puncak penghujan adalah tanah longsor.

Indonesia adalah negara negara kerentanan longsor tinggi karena kondisi geomorfologinya yang banyak terdapat perbukitan dengan lereng miring. 

Tanah longsor (landslide) adalah suatu gerakan massa tanah/batuan dengan cara meluncur menuruni lereng (Mulyaningsih, 2010).

Tanah longsor merupakan salah satu bentuk dari gerakan massa batuan yang dapat menimbulkan bencana bagi masyarakat yang tinggal di suatu wilayah. 

Pemicu terjadinya tanah longsor antara lain disebabkan oleh aspek geologis, morfologis, atmosferik, dan campur tangan manusia. Curah hujan tinggi adalah salah satu faktor utama longsor di Indonesia.

Ancaman bahaya longsor terjadi di daerah yang secara morfologis berupa pegunungan/ gunung dengan lereng yang curam. 

Pada tempat ini, bagian lahan yang relatif datar sulit ditemukan, sehingga permukiman penduduk terpaksa memilih tempat-tempat sempit yang relatif datar ditepi-tepi lereng yang curam. 

Tempat semacam ini merupakan bagian dari permukaan bumi yang memiliki potensi tinggi terhadap ancaman bencana longsor.

Gempa bumi yang kuat dapat menyebabkan gerakan massa batuan antara lain berupa jatuhan (rock fall) atau longsor (landslide). 

Longsor di Indonesia sebagian besar terjadi pada musim hujan. Dari sini terlihat bahwa peran kondisi atmosfer sangat penting sebagai pemicu terjadinya longsor pada wilayah-wilayah yang secara geologis, morfologis, dan ekologis memiliki potensi terjadinya peristiwa tersebut.

Longsor adalah bencana yang banyak menelan korban karena sifatnya yang tiba-tiba, cepat dan tanpa peringatan dini sehingga masyarakat tidak ada waktu untuk melarikan diri saat longsor terjadi. Longsoran biasanya sangat dahsyat dan tanpa disadari sebelumnya oleh penduduk.
Fenomena longsor besar di Banjarnegara beberapa tahun lalu
Salah satu akibat tanah longsor dapat dilihat pada batuan yang terletak pada lereng yang curam lama kelamaan akan mengalami pelapukan dan membentuk tanah. Tanah hasil pelapukan batuan ini ketika hujan akan menyimpan air. 

Jika tanah tersebut telah jenuh air dan batuan di bagian bawah belum lapuk, maka dapat berperan sebagai bidang lincir. 

Akibat adanya gravitasi, tanah yang jenuh air tersebut akan bergerak menuruni lereng. Salah satu gerakan massa tanah tersebut dapat meluncur dengan kecepatan tinggi sehingga menimbulkan bencana longsor.

Beberapa usaha mitigasi longsor antara lain:
1. Membuat peta zonasi rawan longsor.
2. Tidak membangun pemukiman di bawha lereng terjal.
3. Tidak membuka pertanian di lahan miring.
4. Menanam vegetasi keras di sepanjang perbukitan.
5. Memasang alat pendeteksi pergerakan tanah.
6. Sosialisasi mitigasi longsor kepada masyarakat.
Jenis-Jenis Bencana Alam Di Indonesia

Jenis-Jenis Bencana Alam Di Indonesia

Bencana alam merupakan peristiwa alam yang mengancam keberlangsungan kehidupan manusia. Indonesia merupakan salah negara multibencana di dunia. 

Keberadaan Indonesia di daerah ekuator dan berlokasi di zona subduksi membuat negeri ini rawan bencana geologi dan hidrometeorologi.

Berikut ini jenis-jenis bencana alam yang sering melanda Indonesia:
1. Gempa bumi, merupakan getaran pada permukaan bumi yang disebabkan oleh tenaga endogen (tenaga dari dalam bumi) yang dapat menyebabkan gempa tektonik dan gempa vulkanik. 

Pada prinsipnya, kerusakan akibat gempa diantaranya bangunan rubuh, jalan rusak, listrik padam, dan sebagainya. Bahkan gempa bumi dapat menyebabkan banyak korban jiwa.
Berikut ini beberapa gempa bumi besar di Indonesia pada rentang tahun 2000an.
  • Gempa Sumatera Barat (30 September 2009) menelan korban 1.117 jiwa.
  • Gempa Yogyakarta Jawa Tengah (26 Mei 2006) menelan korban 6.234 jiwa.
  • Gempa Nias (28 Maret 2005) menelan korban 1.346 jiwa.
  • Gempa Andaman (26 Desember 2004) menelan korban 283.106.
2. Erupsi Gunung api, merupakan bagian dari kegiatan vulkanisme atau sering disebut juga gunung meletus. 

Bahaya letusan gunung api diantaranya awan panas, aliran lava, lontaran batu, gas racun, tsunami dan banjir lahar. Tipe Gunung Api Menurut Kekuatannya yang pernah meletus hebat diantaranya Merapi, Kelud, Galunggung, Krakatau, Tambora dan Sinabung.

3. Tsunami, merupakan gelombang air yang sangat besar dan tinggi yang diakibatkan oleh gempa bumi, pergeseran lempeng atau erupsi gunung api di laut. 

Ahli oseanografi sering menggunakan istilah gelombang laut seismik atau seismic wave untuk menyebut tsunami. 

Letak geologi Indonesia yang berada pertemuan 3 jalur lempeng aktif dunia mengakibatkan Indonesia berpotensi besar untuk terjadinya gempa bumi di dasar laut dalam seperti yang terjadi pada Tsunami Aceh 26 Desember 2004. 

Tsunami Aceh mengakibatkan 500.000 jiwa melayang dan Aceh merupakan daerah dengan korban terbanyak. 

4. Tanah Longsor, merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah, batuan atau gabungan keduanya yang bergerak menuruni lereng karena kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng terganggu. 

Tanah Longsor banyak dipicu oleh curah hujan yang tinggi, gempa, letusan gunung api hingga akibat penambangan liar atau pertanian di lereng curam.Contoh longsor yang menelan korban jiwa pada tahun ini adalah longsor di Purworejo Jawa Tengah.

5. Banjir, merupakan peristiwa terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat. 

Jakarta adalah daerah yang sering dilanda banjir saat musim penghujan tiba. Selain itu banjir bisa terjadi karena pengaruh pasang surut laut atau sering dikenal banjir rob. 

Banjir bandang juga seringkali melanda Indonesia karena pengaruh curah hujan dan kondisi lahan kritis di hulu. Contoh banjir bandang adalah banjir di Sumedang Jawa Barat tahun 2015.
Jenis-Jenis Bencana Alam Di Indonesia
Jenis Bencana Alam, pic:https://www.direct-travel.co.uk/
6. Angin puting beliung adalah angin kencang yang datang secara tiba-tiba, memiliki pusat dan bergerak melingkar menyerupai spiral dengan kecepatan 40-50 km/jam hingga menyentuh permukaan bumi dan biasanya hilang dalam 3-5 menit. Angin puting beliung pernah melanda hampir seluruh wilayah  pada 20 Maret 2014. 

7. Badai tropis, merupakan badai yang muncul karena efek siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia dan berpotensi kuat menimbulkan bencana alam. 

Indonesia bukan berada pada lintasan siklin tropis tapi keberadaannya akan memberi pengaruh pada angin kencang dan gelombang tinggi disertai hujan deras. Contohnya pada Juni tahun 2016, gelombang tinggi melanda hampir seluruh pesisir selatan Indonesia. 

8. Kekeringan, merupakan kondisi ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air normal untuk kehidupan. Kekeringan di bidang pertanian akan menyebabkan gagal tanam, contohnya pada Oktober 2013 terjadi musim kemarau yang berkepanjangan sehingga mengakibatkan kekeringan melanda 53 desa di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

9. Kebakaran lahan, merupakan suatu keadaan dimana hutan atau lahan dilanda kebakaran api sehingga terjadi kerusakan yang mengakibatkan kerugian ekonomi atau nilai lingkungan. 

Kebakaran lahan sering menyebabkan adanya kabut asap dan mengganggu kesehatan masyarakat. Wilayah gambut seperti di Riau dan Kalimantan sering dilanda kebakaran lahan saat musim kemarau. 

Banyak oknum pembalak liar yang membuka lahan dengan cara dibakar. Kabut asap dari Indonesia sering bergerak hingga Singapura dan Malaysia.
Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami

Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami

Gempa bumi adalah salah satu bencana alam yang sering melanda Indonesia karena letak geologinya yang berada di zona subduksi lempeng tektonik. 

Gempa bumi (Earthquake) merupakan gelombang yang terjadi di permukaan bumi akibat berbagi faktor seperti gerakan lempeng tektonik, erupsi gunung api atau longsor. 

Gempa yang sering berkekuatan besar dan paling banyak menelan korban jiwa dan fisik adalah gempa tektonik. 

Gempa tektonik adalah gempa yang diakibatkan oleh tumbukan lempeng tektonik. 

Indonesia menjadi salah satu negara dengan resiko gempa tinggi karena berada di zona subduksi Lempeng Indo Australia dengan Lempeng Eurasia. 

Wilayah paling sering dilanda gempa adalah wilayah selatan sepanjang Sumatera hingga Nusa Tenggara. 

Gempa bumi dapat mengakibatkan berbagi kerusakan bangunan, jalan, jembatan dan lainnya. Dampak susulan dari gempa bumi bisa tsunami atau tanah longsor. 

Kebanyakan korban jiwa akibat gempa disebabkan tertimpa bangunan karena tidak sempat menyelamatkan diri atau konstruksi bangunan yang tidak didesain tahan gempa. 

Sebagai masyarakat yang hidup di daerah rawan bencana geologi, kita harus memiliki ilmu mengenai cara mengenali dan memahami karakteristik bencana tersebut untuk mengurangi jumlah korban jiwa. 

Beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam rangka mengantisipasi bencana gempa bumi diantaranya:

a. Sebelum gempa
- Merancang bangunan/rumah tahan gempa seperti konstruksi ceker ayam.
- Bila perlu buatlah ruang khusus bawah tanah untuk perlindungan sementara.
- Mendesain pintu keluar dari setiap ruangan rumah agar mudah keluar ketika gempa terjadi.
- Menyiapkan tenda darurat berukuran besar di setiap RT/RW atau desa untuk jaga-jaga ketika gempa terjadi.

b. Saat gempa terjadi
- Jangan panik dan cari jalan keluar dengan hati-hati.
- Segera menuju lapangan jika sudah keluar rumah.
- Jika tidak sempat keluar, berlindunglah di bawah bangku atau meja yang kuat.
- Jika berada dekat pantai, segera jauhi pantai dan menuju daerah yang lebih tinggi.
- Jika rumah berada di pegunungan, jauhi lereng yang rawan longsor dan banyak batu.

c. Setelah gempa
- Periksalah badan apakah terdapat luka kemudian hubungi petugas bencana setempat untuk menolong korban yang terjebak.
- Periksa kondisi rumah apakah ada ancaman bencana lain seperti korsleting listrik atau kebocoran gas elpiji.
- Bantu tetangga yang memerlukan bantuan, dahulukan membantu orang tua dan anak-anak.
- Tetap siaga berada di luar rumah sampai keadaan aman dan buatlah ronda malam untuk menjaga-jaga dari orang jahat yang memanfaatkan situasi kepanikan.
- Bersihkan puing-puing rumah secara gtotong royong setelah situasi dirasa aman namun tetap waspada terhadap gempa susulan.

Gempa bumi khususnya yang berlokasi di dasar laut juga dapat memicu gelombang tsunami. 

Gempa bumi (Earthquake) merupakan gelombang yang terjadi di permukaan bumi akibat berbagi faktor seperti gerakan lempeng tektonik, erupsi gunung api atau longsor. 

Gempa yang sering berkekuatan besar dan paling banyak menelan korban jiwa dan fisik adalah gempa tektonik. 

Gempa tektonik adalah gempa yang diakibatkan oleh tumbukan lempeng tektonik. Baca juga:Animasi Proses Gempa
https://extremeplanet.files.wordpress.com/
Tsunami merupakan gelombang besar air laut yang disebabkan oleh runtuhan atau gempa di bawah laut. 

Kata Tsunami berasa dari bahasa Jepang yang berarti “gelombang pelabuhan” karena gelombang ini hanya terjadi di wilayah pantai dan pesisir. 

Tsunami dapat mengakibatkan kerusakan yang besar karena gelombang laut yang tinggi dan pencemaran sumber air bersih. 

Tanda Tsunami biasanya dapat dideteksi lebih awal seperti didahului oleh gempa di dasar lautan, surutnya air laut di pantai dan keluarnya binatang-binatang dari sarangnya karena mereka memiliki insting yang lebih tajam dalam mengenali bencana. 

Saat ini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofiska selalu memberikan informasi melalui media televisi atau website jika ada gempa yang berpotensi tsunami di Indonesia agar masyarakat di sekitarnya dapat menyelamatkan diri lebih awal. 

Tindakan –tindakan yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi bencana tsunami diantaranya:

a. Sebelum Tsunami
- Hindari mendirikan bangunan di tepi pantai yang landai, jika terpaksa buatlah jalan/jalur evakuasi yang baik menuju daerha yang tinggi agar memudahkan ketika menyelamatkan diri pada saat terjadi Tsunami.
- Disarankan untuk menanam tanaman penahan gelombang laut seperti mangrove untuk mengurangi kekuatan gelombang Tsunami.
- Buatlah bangunan bertingkat dengan struktur pondasi yang kuat.

b. Saat Tsunami
- Bila terjadi gempa di laut segera melarikan diri ke tempat lebih tinggi.
- Selamatkan diri anda dan keluarga, bukan barang berharga lain.
- Jika terlanjur terseret tsunami, carilah papan atau benda lain yang dapat dijadikan rakit.
- Tetap bertahan di tempat aman sebelum ada pemberitahuan resmi dari  pihak berwenang.
- Jika memiliki bangunan yang tinggi, saling tolong-menolonglah dengan orang lain.

c. Setelah Tsunami
- Jauhi reruntuhan bangunan.
- Hindari instalasi listrik atau kabel listrik rumah.
- Laporkan diri kepada lembaga pemerintah dan laporkan jika ada keluarga yang hilang.
- Ajaklah warga untuk melakukan kegiatan positif agar dapat kembali menjalani hidup dengan semangat.

close