Geograph88: Geosains | Berbagi Pengetahuan Kebumian
Genset Biogas Kotoran Sapi Ramah Lingkungan

Genset Biogas Kotoran Sapi Ramah Lingkungan

Teknologi bahan bakar ramah lingkungan kini sudah berkembang pesat di dunia. Genset berbahan bakar solar dan bensin sudah biasa, namun jika sumber energi itu dari kotoran sapi, tentu istimewa. 

Bahan bakar fosil yang kian dikhawatirkan ketersediaannya (meski hanya politik kapitalis saja) mulai dipikirkan penggantinya yang lebih efisien oleh manusia. Genser berdaya 500 watt dapat berputar selama 6 jam lewat kotoran sampai seberat 45,5 kg.

Lalu apakah kotoran sapi yang keluar bisa langsung digunakan sebagai bahan bakar?, Tentu tidak, kotoran tersebut harus diolah terlebih dahulu sehingga menghasilkan gas Metan CH4. Senyawa berbentuk biogas inilah yang bekerja menggerakan genset. 

Biogas sebagai sumber utama penggerak mesin bukanlah hal baru. Beberapa negara maju sudah menggunakannya sejak dekade silam. Di Jerman contohnya, ribuan ton kotoran sapi dapat menghasilkan energi untuk menggerakan mesin disel 600 KVA. 

Begitu juga di negara tetangga Vietnam, pemakaian biogas dapat menghemat pengeluaran senilai 1.8 - 13 US dollar per bulan per unit genset dibandingkan dengan bahan bakar minyak.
Genset Biogas dari Kotoran Sapi
Proses Pembuatan Biogas,
Pemakaian kotoran sapi sebagai bahan bakar biogas cukup menjanjikan. Menurut hasil uji kotoran ternak ruminansia itu punya nilai kalor tinggi mencapai 4.800-6,700 kkal/m3. Bahkan untuk 100% metan murni nilai kalornya mencapai 8.900 kkal/m3.

Uji coba Balai Penelitian Pengembangan Teknologi Sapi Perah, Dinas Peternakan Jawa Barat membuktikan, biogas yang mengalir pada genset berdaya 500 watt bisa menerangi 2 kandang sapi seluas 50 m2 yang memakai 4 lampu 75 watt selama 6 jam.

Hasil itu didapat setelah 45,5 kg kotoran sapi yang diencerkan dengan air slury dialirkan ke dalam reaktor. tabung reaktor tersebut terbuat dari plastik polyethyline berkapasitas 5.000 l. Kotoran sapi itu didiamkan selama 50 hari hingga fermentasi terjadi dengan bantuan bakteri anaerob. 

Selama fermentasi terjadi beberapa tahap penguraian bahan organik. tahap awal adalah hidrolisis. Pada fase ini, molekul kompleks pada kotoran sapi diutrai menjadi bentuk lebih sederhana. 

Pendederan bahan organik itu diakhiri dengan proses metagenesis yang menghasilkan gas metan. Hasil lainnya adalah karbondioksida, air dan beberapa senyawa gas lain.

Investasi genset biogas lebih murah dibanding pembangkit listrik konvensional seperti batubara dan minyak. Gensel bahan bakar minyak memerlukan US $ 1.000.000/Mwatt sedangkan genset biogas hanyya US $500.000/Mwatt.
Tipe Reproduksi Bakteri Seksual dan Aseksual

Tipe Reproduksi Bakteri Seksual dan Aseksual

Kalian tahu bakteri bukan?. Nah bagaimana sih sebenarnya bakteri itu bisa berkembang biak. 

Pada dasarnya ada dua cara reproduksi bakteri yaitu aseksual melalui pembelajan biner dan secara seksual melalui konjugasi. 

a. Reproduksi Aseksual
Bakteri melakukan pembelahan biner. Pembelahan biner adalah pembelahan langsung, tanpa melalui tahapan seperti mitosis. 

Dari satu sel terbentuk dua, tempat, delapan, enam belas dan seterusnya. Proses pembelahan biner diawali dengan proses replikasi DNA menjadi dua kopi DNA otentik, diikuti pembagian sitoplasma dan akhirnya membentuk dinding pemisah diantara kedua sel anka bakteri. 

Proses pembelahan pembelahan ini berlangsung cepat. Setiap 20 menit sekali, satu sel bakteri E.coli membelah menjadi dua. Dalam satu jam, satu sel sudah berjumlah 8 (2)². Dalam sehari semalam kan berjumlah 2⁷². 

Berapa jumlah satu bakteri setelah 1 minggu?. Untunglah pembelahan bakteri ada faktor pembatasnya misalnya kekurangan makanan, suhu tidak sesuai, hasil eksresi yang meracuni bakteri dan adanya organisme lain yang memangsa bakteri. Jika tidak maka bumi ini akan dikuasai bakteri.
Reproduksi Bakteri Aseksual dan Seksual
Alur reproduksi bakteri

b. Reproduksi Seksual
Reproduksi secara seksual terjadi melalui proses konjugasi. Konjugasi terjadi jika dua bakteri yang berdekatan memunculkan saluran konjugasi sehingga saling berhubungan. 

Melalui saluran konjugasi ini materi genetik dari satu sel berpindah ke sel lain diikuti sitoplasmanya. Kita tidak dapat menentukan jenis kelami bakteri. Jadi tidak dapat ditentukan mana yang jantan dan mana yang betina. 

Hanya saja, jika bakteri memberikan DNA ke bakteri lain maka dikatakan bakteri tersebut "jantan" dan sebaliknya bakteri penerima DNA tersebut dikatakan "betina". 

Setelah DNA berpindah maka terbentuklah rekombinasi DNA atau penggabungan DNA, yaitu DNA dari bakteri pemberi bergabung dengan DNA bakteri penerima. 

Selanjutnya, sel bakteri penerima ini mengadakan pembelahan biner membentuk sel anak bakteri. Gambar: disini
Mutasi Gen (Mutagen) Fisika, Kimia, Biologi

Mutasi Gen (Mutagen) Fisika, Kimia, Biologi

Mutasi gen menjadi salah satu fenomena yang merubah peradaban di muka bumi ini. 

Hal ini menjadi tantangan bagi ilmuwan untuk mencari tahu penyebab dan dampak dari fenomena tersebut. 

Berdasarkan  sifatnya, mutagen dibagi menjadi  tiga  macam,  yaitu  mutagen  fisika, kimia, dan biologi. 
Macam-Macam Mutasi Gen Di Kehidupan
Struktur gen
a. Mutagen fisika
Mutasi  yang  disebabkan  oleh  mutagen  fisika  antara  lain  adalah  putusnya  ikatan gen-gen atau berubahnya susunan kimia gen-gen. Berikut ini adalah contoh-contoh mutagen fisika.


1.) Suhu tinggi, dapat mendorong terjadinya autopoliploid, misalnya pada jagung.
2.) Sinar X, umumnya digunakan pada rontgen.
3.) Sinar ultraviolet, berasal dari matahari, dapat memicu timbulnya kanker kulit.
4.) Sinar-sinar  berenergi  tinggi,  seperti α, β, γ,  dan  neutron  yang  menimbulkan reaksi ionisasi sehingga mendorong terjadinya aberasi kromosom.


b. Mutagen kimia
Mutagen  kimia  menyebabkan  mutasi  dengan  cara  mengubah  susunan  kimia  pada kromosom.  


Mutagen ini  umumnya  bersifat  racun  yang  tidak  dapat  larut  dalam  air, tetapi  dapat  terikat  dengan  lemak  sehingga  menimbulkan  penimbunan  dalam tubuh. Berikut ini adalah contoh-contoh mutagen kimia. 

Macam-Macam Mutasi Gen Di Kehidupan
Mutasi gen


1.) Pestisida
Pestisida seperti DDT dapat memicu munculnya karsinoma, yaitu kanker pada sel-sel epitel yang dapat menutupi organ-organ tubuh.
2.) Asam nitrit
Asam nitrit dapat menyebabkan deaminasi oksidatif pada basa nitrogen adenin, guanin, dan sitosin pada rantai DNA sehingga menyebabkan delesi.
3.) Agen alkilase
Senyawa  yang  tergolong  alkilase  adalah  gas  mustard  atau  dimetil  sulfat. Senyawa  ini  akan  memberikan  gugus  alkilnya  yang  dapat  bereaksi  dengan gugus fosfat. Akibatnya, proses replikasi DNA bisa terganggu.
4.) Akridin
Senyawa ini dapat menyebabkan pita DNA kaku dan patah.
5.) Digitonin dan kolkisin
Senyawa-senyawa tersebut dapat menghambat terbentuknya benang-benang spindel  sehingga  pada  saat  anafase,  kromatid  sulit  memisah  ke  kutub-kutub. Hal ini mengakibatkan jumlah kromosom menjadi dua kali lipat. Digitonin dan kolkisin ini digunakan untuk membuat buah poliploid.

6.) Asam nitrat
Senyawa ini mampu mengubah gugus amina (NH2) menjadi gugus keton (C = O).
Hal ini menyebabkan basa sitosin berubah menjadi basa urasil.
7.) Benzopyrene
Senyawa   ini   terkandung   di   dalam   asap   rokok   dan   dapat   menyebabkan timbulnya tumor pada organ pernapasan.
8.) 5-bromourasil (5-BU)
Senyawa  ini  analog  dengan  timin  dan  mampu  mengambil  alih  posisi  basa nitrogen. 


c. Mutagen biologi
Mutagen biologi adalah mutagen berupa mikroorganisme seperti virus dan bakteri. Mutagen ini dapat merusak kromosom, sehingga dapat menyebabkan sel menjadi abnormal. Berdasarkan  sumbernya,  mutagen  terdiri  atas  mutagen  alami  dan  mutagen buatan.
1.) Mutagen alami
Contoh  mutagen  alami  adalah  sinar  matahari,  sinar  ultraviolet,  sinar  kosmis,
unsur radioaktif, gas-gas yang berasal dari bumi, serta virus dan bakteri.
2.) Mutagen buatan
Contoh  mutagen  buatan  adalah  pestisida,  formalin,  boraks,  sinar  X,  sinar α,
sinar β, sinar γ, narkoba, serta radiasi yang berasal dari televisi atau komputer. 

Gambar: disini, disini

Contoh Sel Mahluk Hidup

Contoh Sel Mahluk Hidup

Semua mahluk di bumi ini merupakan organisme bersel, ada yang bersel satu dan ada pula yang bersel banyak. 

Lantas, apa yang dimaksud dengan sel?. Sel (biologi) merupakan unit terkecil atau dasar suatu kehidupan. 

Sel merupakan struktur terkecil kehidupan yang mampu melakukan kegiatan seperti mengambil nutrisi, membuang limbah dan reproduksi. Semua mahluk hidup berasal dari sel. 

Beberapa organisme mikroskopis seperti bakteri dan protozoa berjenis uniseluler yang berarti punya satu sel saja sedangkan tumbuhan, hewan dan manusia merupakan multiseluler atau dibangun dari berbagis jenis sel. 

Sel adalah sebuah keajaiban desain dan efisiensi. Sel melakukan ribuan reaksi biokimia setiap menit dan mereproduksi sel-sel baru untuk menghasilkan kehidupan.

Sel memiliki variasi bentuk dan ukuran. Sel terkecil yaitu jenis bakteri bernama Mycoplasma memiliki ukuran 0,0001 mm diameter. 10.000 Mycoplasma jika dijejerkan hanya setebal satu helai rambut manusia. 

Sedangkan sel terbesar contohnya sel saraf yang berjalan sepanjang leher jerapah dengan panjang mencapai 3 meter. Sel manusia juga memiliki ukuran bervariasi mulai dari sel darah merah (terkecil) 0,00076 mm hingga sel hati yang10 kali lebih besar.

Apa itu Sel?
Sel Amoeba,
Apa itu Sel?
Sel Saraf,

Karena perbedaan mereka dalam ukuran, sel memiliki berbagai bentuk. Beberapa, seperti bakteri Escherichia coli, menyerupai batang. 

Paramecium, sejenis protozoa berbentuk seperti sandal; dan amuba, protozoa lain, memiliki bentuk yang tidak teratur yang berubah bentuk ketika bergerak di lingkungan. Sel tumbuhan biasanya menyerupai kotak atau kubus. 

Pada manusia, lapisan terluar dari sel-sel kulit berbentuk datar, sementara sel-sel otot berbentuk panjang dan tipis. Beberapa sel-sel saraf, berbentuk memanjang dengan tentakel seperti gurita.

Pada organisme multisel, bentuk biasanya disesuaikan dengan pekerjaan sel tersebut. Misalnya, sel-sel kulit berbentuk datar untuk melindungi jaringan di bawahnya dari invasi oleh bakteri. 

Sel-sel otot berbentuk panjang dan tipis agar mudah menggerakan tulang. Banyak ekstensi dari sebuah sel saraf memungkinkan untuk terhubung ke beberapa sel-sel saraf lain untuk mengirim dan menerima pesan dengan cepat dan efisien.

Dengan sendirinya, setiap sel adalah berdiri sendiri dan dapat hidup sendiri. Seperti sebuah kota metropolitan, sel terus ramai dengan lalu lintas, bolak-balik molekul penting dari tempat ke tempat untuk melaksanakan bisnis hidup. 

Meskipun bersifat individu, bagaimanapun, sel juga menampilkan kemampuan luar biasa untuk bergabung, berkomunikasi, dan berkoordinasi dengan sel lainnya. 



Tubuh manusia, misalnya, terdiri dari sekitar 20-30000000000000 sel. Puluhan berbagai jenis sel tersebut akan disusun dalam kelompok-kelompok khusus yang disebut jaringan. Tendon dan tulang, misalnya, terdiri dari jaringan ikat, sedangkan kulit dan selaput lendir yang dibangun dari jaringan epitel. 



Jenis jaringan yang berbeda dirakit menjadi organ, yang merupakan struktur khusus untuk melakukan fungsi tertentu. Contoh organ termasuk jantung, lambung, dan otak. 

Organ, pada gilirannya, akan disusun dalam sistem seperti peredaran darah, pencernaan, atau sistem saraf. Semua bersama-sama, sistem organ dirakit ini membentuk tubuh manusia.

Komponen sel merupakan molekul, struktur tidak hidup yang merupakan kumpulan atom. Molekul kecil berfungsi sebagai blok bangunan untuk molekul yang lebih besar. Protein, asam nukleat, karbohidrat, dan lipid, yang meliputi lemak dan minyak, adalah empat molekul utama yang membangun struktur sel dan juga berpartisipasi dalam fungsi sel.


Misalnya, pengaturan terorganisir erat lipid, protein, dan senyawa protein gula membentuk membran plasma, atau batas luar, sel-sel tertentu. 

Organel, kompartemen membran-terikat dalam sel, yang dibangun sebagian besar dari protein. Reaksi biokimia dalam sel dipandu oleh enzim, protein khusus yang mempercepat reaksi kimia. 

Asam nukleat asam deoksiribonukleat (DNA) berisi informasi turun-temurun sebuah sel, dan asam nukleat lain, asam ribonukleat (RNA), bekerja dengan DNA untuk membangun ribuan protein kebutuhan sel. 

Jenis-Jenis Energi Biomassa

Jenis-Jenis Energi Biomassa

Tumbuhan biasanya menggunakan fotosintesis untuk menyimpan tenaga surya, udara, dan CO2.

Bahan bakar bio (biofuel) adalah bahan bakar yang diperoleh dari biomassa - organisme atau produk dari metabolisme hewan, seperti kotoran dari sapi dan sebagainya. Ini juga merupakan salah satu sumber energi terbaharui.

Biasanya biomassa dibakar untuk melepas energi kimia yang tersimpan di dalamnya, pengecualian ketika biofuel digunakan untuk bahan bakar fuel cell (misal direct methanol fuel cell dan direct ethanol fuel cell).

Biomassa dapat digunakan langsung sebagai bahan bakar atau untuk memproduksi bahan bakar jenis lain seperti biodiesel, bioetanol, atau biogas tergantung sumbernya.

Biomassa berbentuk biodiesel, bioetanol, dan biogas dapat dibakar dalam mesin pembakaran dalam atau pendidih secara langsung dengan kondisi tertentu.

Biomassa menjadi sumber energi terbarukan jika laju pengambilan tidak melebihi laju produksinya, karena pada dasarnya biomassa merupakan bahan yang diproduksi oleh alam dalam waktu relatif singkat melalui berbagai proses biologis.

Berbagai kasus penggunaan biomassa yang tidak terbarukan sudah terjadi, seperti kasus deforestasi jaman romawi, dan yang sekarang terjadi, deforestasi hutan amazon.

Gambut juga sebenarnya biomassa yang pendefinisiannya sebagai energi terbarukan cukup bias karena laju ekstraksi oleh manusia tidak sebanding dengan laju pertumbuhan lapisan gambut.
Ada tiga bentuk penggunaan biomassa, yaitu secara padat, cair, dan gas.

Dan secara umum ada dua metode dalam memproduksi biomassa, yaitu dengan menumbuhkan organisme penghasil biomassa dan menggunakan bahan sisa hasil industri pengolahan makhluk hidup.
Biomassa
a.    Bahan bakar bio cair
Bahan bakar bio cair biasanya berbentuk bioalkohol seperti metanol, etanol dan biodiesel. Biodiesel dapat digunakan pada kendaraan diesel modern dengan sedikit atau tanpa modifikasi dan dapat diperoleh dari limbah sayur dan minyak hewani serta lemak.

Tergantung potensi setiap daerah, jagung, gula bit, tebu, dan beberapa jenis rumput dibudidayakan untuk menghasilkan bioetanol.

Sedangkan biodiesel dihasilkan dari tanaman atau hasil tanaman yang mengandung minyak (kelapa sawit, kopra, biji jarak, alga) dan telah melalui berbagai proses seperti esterifikasi.

b.    Biomassa padat

Penggunaan langsung biasanya dalam bentuk padatan yang mudah terbakar, baik kayu bakar atau tanaman yang mudah terbakar.

Tanaman dapat dibudidayakan secara khusus untuk pembakaran atau dapat digunakan untuk keperluan lain, seperti diolah di industri tertentu dan limbah hasil pengolahan yang bisa dibakar dijadikan bahan bakar.

Pembuatan briket biomassa juga menggunakan biomassa padat, di mana bahan bakunya bisa berupa potongan atau serpihan biomassa padat mentah atau yang telah melalui proses tertentu seperti pirolisis untuk meningkatkan persentase karbon dan mengurangi kadar airnya. Biomassa padat juga bisa diolah dengan cara gasifikasi untuk menghasilkan gas.

c.    Biogas
Berbagai bahan organik, secara biologis dengan fermentasi, maupun secara fisiko-kimia dengan gasifikasi, dapat melepaskan gas yang mudah terbakar.

Biogas dapat dengan mudah dihasilkan dari berbagai limbah dari industri yang ada saat ini, seperti produksi kertas, produksi gula, kotoran hewan peternakan, dan sebagainya.

Berbagai aliran limbah harus diencerkan dengan air dan dibiarkan secara alami berfermentasi, menghasilkan gas metana. Residu dari aktivitas fermentasi ini adalah pupuk yang kaya nitrogen, karbon, dan mineral.
Efek Rumah Kaca: Penyebab dan Dampaknya

Efek Rumah Kaca: Penyebab dan Dampaknya

Teman-teman pernah gak main ke rumah kaca yang ada di lokasi pertanian misalnya?. Kalau masuk kedalam pastinya akan terasa panas bukan.

Panas tersebut akibat efek rumah kaca. Lalu apa bedanya efek rumah kaca di pertanian dengan efek rumah kaca di bumi secara luas?. Sebenarnya gak jauh-jauh beda kok prosesnya.

Istilah efek rumah kaca yang pertama kali diusulkan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.

Mars, Venus, dan benda langit beratmosfer lainnya (seperti satelit alami Saturnus, Titan) memiliki efek rumah kaca, tapi artikel ini hanya membahas pengaruh di Bumi.

Efek rumah kaca untuk masing-masing benda langit tadi akan dibahas di masing-masing artikel.

Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia (lihat juga pemanasan global).

Yang belakang diterima oleh semua pihak sementara yang pertama diterima kebanyakan oleh ilmuwan, meskipun ada beberapa perbedaan pendapat.



Efek rumah kaca alami dan karena manusia

Penyebab

Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer.

Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.

Energi yang masuk ke bumi mengalami : 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer 25% diserap awan 45% diadsorpsi permukaan bumi 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi
Energi yang diadsoprsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi.

Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi.

Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.

Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur dioksida , nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan khloro fluoro karbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.

Akibat
Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer.

Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut.

Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.

Menurut perhitungan simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5 °C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5 °C sekitar tahun 2030.

Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat.

Gambar: disini
Jelaskan Pengertian Konsep Geografi dan Contohnya

Jelaskan Pengertian Konsep Geografi dan Contohnya

Haloha sahabat geografi se tanah air Indonesia, gimana nih udah masuk kelas 10 aja nih alias SMA.

Nah di SMA tentu kalian akan jumpa dengan geografi ya, baik di IPS maupun peminatan. Salah satu materi awal di kelas 10 adalah konsep geografi.

Apa sih pengertian konsep geografi itu?. Konsep geografi itu gini gan, jadi istilah-istilah yang bermakna geografi. Itu deh intinya, paham kan?.

Kalau kamu belajar ekonomi kan akan ketemu istilah kebutuhan, inflasi dll, kalau di matha ada bilangan ganjil, bilangan bulat, pangkat dll. Itulah konsep-konsep gan?.

Nah di geografi juga ada konsep khusus yang khas. Ikatan Geografi Indonesia sudah mensahkan 10 konsep dasar geografi sejak tahun 1988.

Mau tahun apa saja 10 konsep geografi dan contohnya?. Cek di bawah. Saya akan bahas padat, singkat dan jelas.

Baca juga: Kunci evaluasi Erlangga bab hakikat geografi

1. Lokasi
Konsep geografi pertama adalah lokasi. Jadi ciri khas pertama geografi adalah tentang lokasi guys. Ada dua lokasi yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut dilihat dari posisi astronomis lintang dan bujur atau alamat POS.

Contoh lokasi absolut yaitu Indonesia ada di 6 LU-11 LS dan 95 BT-141 BT. Atau nih Rumah saya ada di Jl. Mawar No 12 Kelurahan Cimanuk. Jelas ya!. Lokasi kedua adalah lokasi relatif, namanya relatif artinya tergantung lingkungan sekitar. Contoh lokas relatif adalah rumah saya dekat pasar namun jauh ke stasiun. Kan relatif, belum tentu rumah kamu posisinya sama kaya rumah saya kan?. Jelas ya!.

2. Jarak
Jarak adalah panjang lintasan antara dua lokasi atau lebih. Jarak dibagi dua yaitu jarak absolut dan relatif. Jarak absolut diukur lewat satuan panjang. Contoh konsep jarak relatif adalah saya pergi ke sekolah menempuh jarak 3 km. Sementara itu jarak relatif diukur dengan satuan waktu. Contoh jarak relatif adalah saya mudik menggunakan kereta dari Tasik ke Cirebon menempuh jarak 5 jam perjalanan.
Jelaskan Pengertian Konsep Geografi dan Contohnya
Jalan raya dalam konsep interaksi mempercepat mobilitas wilayah
3. Keterjangkauan
Konsep keterjangkauan adalah muda tidaknya suatu lokasi dapat diakses. Keterjangkauan dipengaruhi oleh lokasi, jarak dan kondisi fisik wilayah tersebut. Contoh konsep keterjangkauan yaitu pengiriman bantuan logistik ke wilayah terdampak gempa Palu sangat sulit karena terputusnya jembatan dan rusaknya jalan.

4. Morfologi
Konsep morfologi adalah bentuk fisik permukaan bumi yang dipengaruhi oleh pengaruh gaya endogen dan eksogen. Contoh konsep morfologi adalah wilayah Bandung berlokasi di dataran tinggi.

5. Pola
Konsep pola adalah susunan abstrak suatu fenomena di permukaan bumi. Contoh konsep pola adalah pola pemukiman di daerah dataran rendah cenderung mengelompok. Contoh lainnya adalah pola awan di langit Jakarta siang hari ini menyerupai gerombolan domba. Contoh lainnya adalah pola tanam pertanian di desa Cangkul adalah padi-cabe-padi dalam setahun.

6. Aglomerasi
Konsep aglomerasi adalah adanya pemusatan kegiatan terutama kegiatan ekonomi. Contoh konsep aglomerasi adalah kawasan industri berat banyak didirikan di wilayah Cikarang dan Karawang.

7. Nilai Guna
Konsep nilai guna berkaitan dengan fungsi dan manfaat sebuah lokasi. Contoh konsep nilai guna adalah Pegunungan Sewu memiliki fungsi sebagai geopark dan sarana penelitian geologi sejarah. Contoh lainnya adalah TN Ujung Kulon berfungsi untuk melindungi badak Jawa yang hampir punah.

8. Interaksi
Konsep interaksi geografi adalah adanya timbal balik antara dua wilayah atau lebih. Ini disebabkan masing-masing wilayah saling membutuhkan. Contoh konsep interaksi adalah Indonesia mengekspor batubara ke Jepang sementara Jepang mengekspor otomotif ke Indonesia.

9. Perbedaan Wilayah
Konsep perbedaan wilayah adalah terkait perbandingan antara dua wilayah atau lebih di permukaan bumi, atau ciri khas region. Contoh konsep perbedaan wilayah adalah Jogja terkenal sebagai kota pelajar sementara Cirebon terkenal sebagai kota udang.

10. Keterkaitan ruang/asosiasi
Konsep keterkaitan ruang adalah adanya hubungan logis antar elemen pembentuk ruang suatu wilayah. Contoh konsep asosiasi adalah peduduk Dieng mayoritas adalah petani sayuran, karena Dieng daerahnya dataran tinggi.

Baca juga:
Rangkuman bab hakikat geografi
close