Geograph88: Inderaja | Berbagi Pengetahuan Kebumian
Definisi dan Komponen Penginderaan Jauh (Inderaja)

Definisi dan Komponen Penginderaan Jauh (Inderaja)

Penginderaan jauh atau inderaja adalah salah satu bagian dari geografi teknik yang terus berkembang saat ini.

Lillesand dan Kiefer mendefiniskan inderaja adalah ilmu dan seni untuk mendapatkan informasi suatu objek, tempat atau fenomena dengan menggunakan suatu sensor tanpa kontak langsung dengan objek tersebut.

Bagaimana mekanisme atau proses inderaja itu sendiri?. Inderaja melibatkan komponen tenaga, atmosfer, objek, interaksi tenaga dan objek, sensor, wahana, data dan penggunaan data.

1. Tenaga
Tenaga penginderaan jauh utama adalah cahaya. Objek dapat terlihat karena ada cahaya yang dipantulkan oleh objek tersebut.

Tenaga inderaja alami adalah matahari. Inderaja yang menggunakan tenaga matahari dinamakan sistem pasif sementara yang menggunakan tenaga buatan disebut sistem aktif.

2. Atmosfer
Lapisan udara berperan sebagai media rambat cahaya atau gelombang elektromagnetik. Terdapat jendela atmosfer yang membatasi bagian panjang gelombang yang bisa sampai ke permukaan bumi.

Hambatan dalam jendela atmosfer adalah hamburan pada spektrum tampak dan serapan pada spektrum inframerah termal.

3. Objek
Objek adalah segala sesuatu yang ada di permukaan bumi baik alami atau buatan yang menjadi sasaran perekaman inderaja. Contoh objek alami inderaja adalah pegunungan, lautan, sungai, pantai sementara objek buatan adalah gedung, jalan raya, rumah, jembatan.

4. Interaksi Tenaga dengan Objek
Interaksi tenaga dengan objek akan memicu perbedaan hasil rekaman. Setiap objek punya karakteristik tertentu dalam memancarkan dan memantulkan tenaga ke sensor. Misalnya objek yang memantulkan banyak tenaga akan tampak cerah, sementara objek yang memantulkan sedikit tenaga akan tampak gelap pada citra.

5. Sensor
Sensor inderaja adalah alat yang digunakan untuk merekam objek. Kemampuan sensor menangkap gambar atau objek dinamakan resolusi spasial. Citra inderaja resolusi tinggi menunjukkan gambar dengan detail dan jelas. Sensor inderaja terbagi menjadi sensor fotografik dan sensor elektromagnetik.

6. Wahana
Wahana diperlukan untuk membawa sensor inderaja. Contoh wahana inderaja adalah satelit, pesawat terbang, balon udara dan drone.

7. Perolehan Data
Data inderaja dapat dilihat secara visual maupun digital. Data visual inderaja merupakan data analog dalam bentuk gambar. Data digital inderaja merupakan hasil rekaman dalam bentuk angka dan diolah menggunakan komputer.

8. Penggunaan Data
Data inderaja digunakan untuk berbagai keperluan terkait analisa keruangan. Data tersebut diolah melalui proses interpretasi atau penerjemahaan terlebih dahulu. Ada 8 unsur spasial citra inderaja yang biasa digunakan untuk menginterpretasi citra inderaja. Baca juga: 8 unsur spasial citra
Contoh citra inderaja fotografik
Definisi Penginderaan Jauh Sistem Pasif

Definisi Penginderaan Jauh Sistem Pasif

Penginderaan jauh adalah teknik untuk mendapatkan gambaran objek di permukaan bumi tanpa kontak langsung.

Ada dua sistem inderaja yaitu inderaja pasif dan inderaja aktif  Penginderaan jauh sistem pasif adalah penginderaan jauh yang menangkap energi yang berasal dari obyek. Sensor satelit sistem ini tidak membangkitkan energi sendiri.

Energi utama dalam sistem penginderaan jauh pasif ini berasal dari matahari. Energi dari matahari dipancarkan ke obyek dan kemudian terpantulkan menuju sensor.

Energi dapat pula berasal dari pancaran suatu obyek seperti sumber-sumber thermal, misal lokasi kebakaran hutan, sumber panas bumi, dan lain-lain. Ilustrasi dari sistem penginderaan jauh pasif ini dapat dilihat pada gambar berikut (sebelah kiri).
Inderaja sistem pasif dan aktif
Sumber energi pada sistem ini adalah matahari. Energi gelombang elektromagnetik dari matahari datang menuju obyek yang kemudian akan dipantulkan menuju sensor. Sensor menerima pantulan gelombang elektromagnetik dari obyek di muka bumi.

Sensor yang digunakan dalam penginderaan jauh sistem ini bervariasi dari sebuah peralatan lapangan hingga yang terpasang pada satelit.

Peralatan lapangan seperti spektrofotometer dapat dipasang secara permanen diatas obyek ataupun pada wahana yang bergerak.

Wahana yang bergerak dapat berupa mobil, pesawat terbang hingga satelit. Satelit sumber daya seperti Landsat, QuickBird, Ikonos, adalah contoh dari sistem penginderaan jauh pasif ini.

Gambar: disini
Pengertian, Contoh Penginderaan Jauh Aktif

Pengertian, Contoh Penginderaan Jauh Aktif

Penginderaan jauh sistem aktif adalah penginderaan jauh yang menggunakan energi yang berasal dari sensor tersebut.

Sensor membangkitkan energi yang diarahkan ke obyek, kemudian obyek memantulkan kembali ke sensor.

Energi yang kembali ke sensor membawa informasi tentang obyek tadi. Serangkaian nilai energi yang tertangkap sensor ini disimpan sebagai basis data dan selanjutnya dianalisis.

Penginderaan jauh aktif dapat dilakukan pada siang ataupun malam hari. Sistem penginderaan jauh aktif tidak tergantung pada adanya sinar matahari, karena energi bersumber dari sensor.

Contoh dari system penginderaan jauh aktif ini adalah system kerja radar. Radar membangkitkan energi yang diarahkan ke obyek.

Energi yang sampai pada obyek sebagian terpantul dan kembali ke sensor. Sensor radar kembali menangkap energi tersebut, energi yang telah melakukan perjalanan menuju obyek.

 Sistem penginderaan jauh ini memiliki kelebihan yaitu terkait dengan kemampuan daya tembus dari panjang gelombang yang digunakannya.

 Gelombang elektromagnetik pada sistem ini pada umumnya menggunakan spektrum geolombang panjang, sehingga mampu melalui gangguan atmosferik seperti hamburan dan awan.

Radar ( Radio Detection And Ranging) merupakan salah satu bentuk penginderaan jauh dengan sistem aktif. Beberapa fungsionalitas dari radar sistem aktif ini diantaranya adalah Radar Imaging System yang menghasilkan citra radar, Scatterometers, dan altimeter.

Prinsip dasar dari radar ini adalah pemancaran dan penerimaan balikan sinyal. Energi gelombang pendek dipancarkan dari sensor. Energi tersebut akan bergerak menuju obyek. Sebagian sinyal yang mengenai obyek tersebut akan berbalik dan kembali ditangkap oleh sensor radar tersebut.

Beberapa informasi yang dicatat dari pantulan sinyal yang tertangkap oleh sensor tersebut diantaranya magnitude, fase sinyal, interval waktu antara saat sinyal dipancarkan dan saat sinyal tertangkap kembali, polarisasi, dan frekuensi efek Doppler.

Pemancaran sinyal dan penangkapan sinyal biasanya dilakukan oleh sebuah pemancar yang sama pada sensor radar.

Energi gelombang magnetik berasal dari sensor penginderaan jauh. Gelombang elektromagnetik merambat menuju obyek di muka bumi dan dipantulkan kembali menuju sensor. Sensor merekam pantulan gelombang elektromagnetik tersebut sebagai data.

Dua tipe radar yang sering digunakan adalah RAR (Real Aperture Radar) dan SAR (Synthetic Aperture Radar). Real Aperture Radar juga sering disebut dengan SLAR (Side Looking Airborne Radar). Kedua tipe ini sebenarnya adalah sistem radar dengan pemancaran sinyal searah yang biasanya menggunakan pesawat terbang.

Perbedaan pokok antara sistem RAR dan SAR adalah pada arah azimutnya. Real Aperture Radar memiliki resolusi azimut yang ditentukan oleh lebar sapuan (beamwidth), sehingga resolusi azimutnya proporsional dengan jarak antara radar dengan targetnya.

 Synthetic Aperture Radar menggunakan pemrosesan sinyal untuk    mensintesiskan    beberapa    rangkaian    rekaman    pantulan  sinyal  yang tertangkap sensor.
Perbandingan penginderaan jauh aktif dan pasif
Citra radar memiliki karakteristik yang secara mendasar berbeda dengan berbagai citra yang diperoleh secara optis seperti citra satelit sumberdaya ataupun foto udara.

Karakteristik ini terkait dengan teknik yang digunakan dalam pengambilan citra radar dan juga pada konsep radiometri.

Citra radar yang tercetak menjadi bentuk hardcopy, secara visual akan nampak sangat berbeda dengan citra yang dihasilkan dari citra satelit lain ataupun pandangan mata manusia.

Bayangan pada citra radar terkait dengan kemiringan pancaran energi gelombang mikro dari sistem radar, bukan karena faktor geometri sudut pancaran matahari.

Tingkat keabu-abuan (greyscale) pada citra radar terkait dengan kekuatan relatif gelombang mikro yang dipencarbalikkan oleh elemen bentang lahan.

Intensitas nilai pencarbalikan sinyal akan berragam tergantung pada kekasaran bentang lahan dan kemiringan lahan. Sinyal radar terutama terkait dengan kondisi geometris area yang menjadi target.

Parameter yang digunakan dalam analisis citra radar adalah rona, tekstur, bentuk, struktur, dan ukuran.

Rona pada citra radar adalah intensitas rata-rata dari sinyal yang terpencarbalikkan. Sinyal yang tinggi akan dimunculkan dengan rona yang cerah, sedangkan sinyal rendah akan dimunculkan dengan rona gelap.

Tekstur pada citra radar terkait dengan distribusi spasial dari resolusi sel. Terdapat tiga golongan tekstur pada citra radar ini yaitu tekstur mikro, tekstur meso dan tekstur makro.

Bentuk dapat didefinisikan sebagai bentuk spasial yang terkait dengan kontur yang relatif konstan atau batas-batas obyek secara sederhana.

Beberapa obyek seperti jalan, jembatan, landasan pesawat terbang, dan lain-lain dapat dikenali dari bentuknya. Struktur adalah susunan obyek secara spasial yang meliputi seluruh wilayah dengan konfigurasi yang berulang.

Ukuran obyek ini digunakan sebagai elemen pengenal secara kualitatif pada citra radar. Ukuran dari obyek yang dikenali pada citra memberikan pemahaman relatif tentang skala dan berbagai dimensi dari obyek-obyek yang lain.
Menghitung Skala Foto Udara Inderaja

Menghitung Skala Foto Udara Inderaja

Dalam geografi, pemahaman tentang perhitungan skala peta sangatlah penting karena merupakan bagian dari kemampuan spasial. 

Jika dalam peta biasa, pengukuran skala dapat dengan membandingkan jarakdi peta dengan jarak sebenarnya di lapangan. Lantas bagaimana cara menghitung skala peta foto udara?

Skala pada sebuah foto udara merupakan perbandingan antara jarak dua titik pada foto udara dan jarak dua titik secara mendatar di lapangan. 

Dalam sebuah foto udara, untuk mengetahui skala foto maka perlu diamati keterangan yang terdapat pada tepi foto udara. Untuk menghitung skala sebuah foto udara dapat menggunakan rumus berikut:

Keterangan:
S   = Skala Foto Udara
F   = Panjang Fokus
H   = Tinggi Wahana
h    = Tinggi Objek

Misal: Pada satu waktu dilakukan perekaman sebuah objek dengan menggunakan kamera yang memiliki panjang fokus 152 mm, tinggi pesawat adalah 5.000 meter diatas permukaan laut dan ketinggian objek adalah 1.200 meter di atas permukaan laut. Berapakah skala foto udara tersebut?
Jawab:

S = f
      (H-h)
S = 15,2
      (500.000-120.000)
S = 15,2
      (380.000)
S = 1
      (25.000)
S = 1: 25.000 , jadi skla foto udara tersebut adalah 1:25.000

Jika dalam sebuah foto udara tidak tercantum ketinggian terbang, maka perhitungan skala dapat dilakukan dengan cara membandingkan jarak di foto udara dengan jarak di lapangan. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
Keterangan:
S = Skala foto udara
Jf = Jarak di foto
Jl = Jarak di lapangan

Misal: Pada sebuah foto udara, jarak antara titik A dan B adalah 8 cm sedangkan jarak mendatar di lapangan adalah 400 meter. Berapakah skala foto udara tersebut?
S =  Jf
       Jl
S = 8  
      40.000 
S = 1
      5.000
Jadi, skala foto udara tersebut adalah 1: 5.000

Bagaimana mudah bukan? coba lakukan latihan perhitungan bersama teman-temanmu.

Baca juga:
Tips dan trik menghadapi UN biar gak deg-degan
Potensi fisik dan non fisik desa

Mengapa Utara Mengarah Ke Atas?

Mengapa Utara Mengarah Ke Atas?

Pernahkah kamu berfikir mengapa arah utara itu selalu mengarah ke atas terutama di peta? mengapa utara tidak di bawah? 

Atau mengapa tidak barat saja yang di atas?. Pada peta modern, orientasi arah utara selalu menunjuk ke arah bagian atas.

 Di era-era sebelumnya, perbedaan arah pada bagian atas peta umum terjadi dan semua menjadi biasa pada golongan masyarakat yang berbeda. 

Faktor utama yang berkontribusi terhadap penentuan arah utara menghadap ke atas dalam sebuah peta dua dimensi adalah penemuan kompas dan pemahaman utara magnetik dan egosentrik masyarakat itu sendiri terutama di wilayah Eropa saat itu.

Penemuan dan penggunaan kompas di Eropa pada abad ke 12 - 15 sangat memengaruhi terhadap penentuan arah utara pada peta modern saat ini. 

Sebuah kompas menunjuk ke arah utara magnetik dan masyarakat Eropa pada saat itu memerhatikan bahwa bumi berputar pada sumbu yang relatif menunjuk ke arah bintang utara.

Ide tersebut dikombinasikan dengan pemahaman ketika kita melihat bintang-bintang ke arah atas. 

Egosentrik adalah suatu pandangan tentang atau perspektif tentang manusia sebagai titik pusat perputaran suatu objek. 

Oleh karena itu dalam kartografi dan geografi, egosentrik adalah sebuah paham yang menempatkan dirinya di salah satu titik lokasi dunia atau di bagian atas bumi. Informasi pada bagian atas peta umumnya dipandang lebih baik dan mudah dilihat dibanding di bagian bawah.


Sejak Eropa memproduksi banyak peta hasil eksplorasi penjelajah, para pembuat peta menempatkan Eropa di bagian utara pada peta atau bagian atas.

Peta-peta terdahulu sebelum ditemukannya kompas menempatkan "timur" di bagian atas, hal ini dikarenakan fakta bahwa matahari terbit dari timur. 

Sedangkan banyak kartograf Mesir dan Arab dahulu menempatkan "selatan" di bagian atas peta. Artinya penentuan arah ditentukan dari sudut pandang pembuat itu sendiri. 

Dalam sejarah pembuatan peta, aturan umum yang berlaku adalah siapapun yang membuat peta menempatkan dirinya di bagian atas dan konsep ini dipahami selama berabad-abad hingga penemuan kompas dan arah utara magnetik merubah konsep tersebut.

Gambar: disini
Sejarah GPS (Global Positioning System)

Sejarah GPS (Global Positioning System)

Global Positioning System (GPS) merupakan suatu sistem radio navigasi penentuan posisi menggunakan satelit. 

GPS dapat memberikan posisi suatu objek di muka bumi dengna akurat dan cepat (koordinat tiga dimensi) dan memberikan informasi waktu serta kecepatan bergerak secara kontinyu di seluruh dunia. 

GPS merupakan bagian dari Sistem Informasi Geografi dan saat ini sudah merupakan bagian yang menjadi kebutuan hidup manusia. 

GPS dikembangkan pertama kali oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat dengan nama NAVSTAR GPS (diberikan oleh John Walsh). 

Sistem GPS merupakan sistem penentuan posisi berbasis satelit dna sekaligus merupakan tongga revolusi bidang pengukuran posisi dan navigasi. 

Sistem ini pada awalnya merupakan sistem navigasi militer yang dirancang, dilaksanakan, dibiayai dan dikelola oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat sejak tahun 1973. 

Sistem in iadalah hasil gabungan program U.S Navy's TIMATION  dan proyek U.S Air Force's 621B dibawah tanggung jawab Joint Program Office. Satelit GPS yang pertama telah diluncurkan pada tahun 1978. KOngres Amerika Serikat, GPS kemudian digunakan untuk kepentingan umum sampai sekarang.

Pada awalnya terdapat 24 satelit MEO (Medium Earth Orbit) yang digunakan untuk membantu melacak posisi dengan membagi wilayah bumi menjadi 3 bagian masing-masing diisi 8 satelit. 

Dalam perkembangannya, bumi dibagi menjadi 6 bagian dengan 4 satelit melayani per wilyah. Dengan adanya 24 satelit di angkasa, 4 sampai dengan 10 satelit GPS setiap saat akan selalu dapat diamati di seluruh permukaan bumi. Saat ini GPS digunakan dalam berbagai bidang seperti:

1. Militer
GPS digunakan untuk keperluan perang seperti menuntun arah rudal atau melacak posisi pasukan. 

Dengan cara ini maka dapat diketahui mana teman atau lawan untuk menghindari salah sasarnan atau menentukan pergerakan pasukan.

2. Navigasi
GPS banyak juga digunakan sebagai alat navigasi seperti kompas. Beberapa jenis kendaraan telah dilengkapi fitur GPS untuk alat bantu navigasi. 

Dengan begitu pengendara dapat melihat posisi dan memandu (tracking) lokasi yang akan dituju dan mencari jalan alternatif ketika macet.

3. Sistem Informasi Geografi
Untuk keperluan SIG, GPS sering digunakan untuk melakukan pengukurna lapangan dalam pembuatan peta.

4. Pelacak Kendaraan
GPS digunkan juga untuk melacak posisi kendaraan saat ini berada. Para pelaku agen travel atua penyewaan mobil biasanya menggunakan bantuan GPS untuk memonitor posisi klien.

5. Pemantau Gempa
GPS memiliki ketelitan tinggi dan dapat digunakan untuk memantau pergerakan tanah yang ordenya hanya milimeter per tahun. 

Pemantauan pergerakan tanah berguna untuk memperkirakan terjadinya gempa atau aktivitas tektonik dan vulkanik lainnya.

6. Aplikasi Kontrol Pesawat Ulang Alik
Penggunaan lebih lanjut dari GPS adalah mencakup aplikasi kontrol dan panduan bagi mesin tak berawak seperti eksplorasi luar angkasa atau tempat-tempat berbahaya di bumi yang tidak dapat dijangkau manusia.

Fitur GPS di kendaraan
Sumber dan Gambar:
SIG berbasi Mobile. Riyanto
Metode Penentuan Posisi GPS

Metode Penentuan Posisi GPS

GPS atau Global Positioning System merupakan salah satu perangkat elektronik yang digunakan untuk menentukan posisis suatu objek. 

Dalam pelaksanaan survey GPS strategi pengamatan akan sangat berperan dalam pencapaian kualitas yang baik dari posisi titik-titik GPS. 

GPS sekarang ini banyak terdapat pada perangkat-perangkat telekomunikasi seperti handphone sehingga orang sekarang dapat dengan mudah melacak posisi suatu tempat. 

Secara garis besar penentuan posisi dengan GPS dibagai menjadi dua metode yaitu metode absolut dan metode relatif. Baca juga: Dampak revolusi bumi bagi kehidupan

GPS Tracking

a. Metode absolut
Metode ini juga dikenal dengan point positioning atau menentukan posisi berdasarkan satu pesawat penerima (receiver) saja. 

Ketelitian posisi dalam beberapa meter (tidak berketelitian tinggi) dan umumnya hanya diperuntukkan bagi keperluan navigasi. Karakteristik penentuan posisi dengan cara absolut ini adalah sebagai berikut:

1. Posisi dtentukan dalam sistem WGS 84 (terhadap pusat bumi).
2. Prinsip penentuan posisi adalah perpotongan ke belakang dengan jarak beberapa satelit sekaligus.
3. Hanya memerlukan satu receiver GPS.
4. Titik yang ditentukan posisinya bisa diam atau bergerak.
5. Ketelitaian posisi berkisar antara 5 sampai 10 meter.

Aplikasi utama untuk keperluan navigasi, metode posisi absolut ini umumnya menggunakan data pseudorange dan metode ini tidak dimaksudkan untuk aplikasi-aplikasi yang menuntut ketelitian posisi yang tinggi.

b. Metode relatif
Metode ini sering disebut differential positioning yakni menetukan posisi suatu titik relatif terhadap titik lain yang telah diketahui koordinatnya, pengukuran dilakukan secara bersamaan pada dua titik dalam selang waktu tertentu. 

Selanjutnya dari data hasil pengamatan diproses/dihitung akan didapat perbedaan koordinat kartesian 3 dimensi atau disebut juga dengan baseline antar titik yang diukur. 

Metode ini menghasilkan posisi berketelitian tinggi (umumnya kurang dari 1 meter) dan diaplikasikan untuk keperluan survei geodetik atau pemetaan yang memerlukan ketelitian tinggi. Karakteristik umum dari metode penentuan posisi ini adalah sebagai berikut:

1. Memerlukan minimal 2 receiver, satu ditempatkan pada titik yang telah diketahui koordinatnya.
2. Posisi titik ditentukan relatif terhadap titik yang diketahui.
3. Konsep dasar adaah differencing process dapat mengeliminasi atau mereduksi pengaruh dari beberapa kesalahan dan bias.
4. Bisa menggunakan data pseudorange atua fase.
5. Ketelitian posisi yang diperoleh bervariasi dari tingkat milimeter hingga desimeter.
6. Aplikasi utama digunakan untuk survey geologi, pengukuran batas, geodesi dan navigasi berketelitian tinggi.

Sumber dan gambar:
SIG Berbasis Mobile. Riyanto
Apa Saja Sumber Kesalahan Sinyal GPS?

Apa Saja Sumber Kesalahan Sinyal GPS?

Penentuan titik lokasi menggunakan GPS seringkali mengalami kesalahan misalkan di aplikasi smartphone. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Ada banyak faktor yang menyebabkan ketelitian pengukuran koordinat, diantaranya:

1. Kesalahan Orbital
Kesalahan oerbital yang juga dikenal sebagai kesalah efermis merupakan ketidak-akurasian lokasi yang dilaporkan oleh satelit penerima GPS.

2. Delay ionosfer dan troposfer
Sinyal satelit GPS yang terlambat sampai ke atmosfer dikarenakan di atmosfer tersebut megalami perubahan dalam hal suhu, tekanan, kelembaban dan perubahan cuaca lain. Sistem GPS menggunakan suatu model yang dapa mengkalkulasi rata-rata jumlah delay.

3. Sinyal Multipath
Hal seperti in iterjadi ketika sinyal GPS direfleksikan ke suatu objek seperti bangunan tinggi sebelum sinyal tersebut dapat ditangkap oleh penerima GPS.

 Bertambahnya waktu perjalanan sinyal untuk sampai ke penerima GPS tersebut dapat mempengaruhi ketelitian pengukuran.

4. Geometri Satelit 
Hal in mengacu pada posisi relatif suatu satelit pada satu waktu. Geometri satelit yang ideal yaitu ketika satelit ditempatkan pada sudut yang relatif lebar. Pengukuran yang lemah dihaislkan ketika satelit ditempatkan pada satu garis atau dalam satu kelompok yang padat.

5. Jumlah satelit yang tampak
Semakin satelit GPS itu jelas terlihat maka semakin baik ketelitian itu. Bangunan, tanah lapang, intervensi sinyal elektornik dapat menghalangi penerimaan sinyal sehingga dapat menyebabkan kesalahan posisi atau bahkan mungkin tidak dapat mendeteksi posisi sama sekali. Oleh karena itu GPS tidak dapat digunakan di dalam bangunan atau di daerah urban.

6. Penurunan kualitas sinyal satelit
Selective Availability merupakan suatu penurunan kualitas sinyal yang dikenakan oelh pejabat Amerika Serikat. SA dimaksudkan untuk menncegah musuh militer dari penggunaan sinyal GPS yang kuat.

Gangguan Ionosfer Terhadap Sinyal GPS

Sumber dan Gambar:
SIG berbasis Mobile. Riyanto
Apa itu Mobile GIS?

Apa itu Mobile GIS?

Jika anda hidup di era masa sekarang tentunya smartphone sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa dielakan lagi. 

Kecanggihan smartphone kini sudah diitegrasikan dengan berbagai fasilitas, salah satunya adalah GIS. 

Saat ini aplikasi mobile GIS boleh dibilang menjadi salah satu aplikasi wajib yang musti disematkan pada smartphone. 

Selama ini banyak kegiatan lapangan yang menggunakan GPS, laptop dan perangkat lunak GIS untuk melakukan pemetaan secara real time. 

Dengan konfigurasi yang baik, pengguna akan dapat melihat posisinya di lapangan melalui peta, citra atau bentuk spasial lainnya. 

Lalu apa sebenarnya yang dimaksud Mobile GIS?. Secara singat Ming-Hsinang Tsou (1998) mendefinisikan Mobile GIS sebagai berikut.

"Mobile GIS merupakan sebuah integrasi cara kerja perangkat lunak/keras untuk pengaksesan data dan layanan geospasial melalui perangkat bergerak via jaringan kabel atau nirkabel".

Aplikasi GIS pada smartphone
Berikut ini hal-hal yang berkenaan dengan aplikasi Mobile GIS.
1. Diimplementasikan pada perangkat bergerak dengan keterbatasan ruang penyimpanan, memori dan resolusi.

2. Dapat diimplementasikan secara mandiri (stand alone) dengan menyimpan data dalam perangkat bergerak atau disesuaikan dengan arsitektur servernya.

3. Kemampuan aplikasi Mobile GIS meliputi:
# menampilkan atau melakukan navigasi
# mengidentifikasi objek
# pencarian atau query
# memodifikasi nilai atribut
# pembeiran tanda atau redline
# memodifikasi geometri
# mengintegrasikan dengan data kantor

3. Terdapat dua jenis data yaitu: koleksi data (data collection) dan navigasi (navigation). Adapun kelebihan sistem koleksi data dengan Mobile GIS adalah sebagai berikut.
# dapat diintegrasikan dengan perangkat GPS, rangefinder, dan kamera digital.
# sistem koleksi data sangat efisien yaitu hanya dengan "point and clik".
# data spasial dikelola dalam dataset referensi

Secara umum, Mobile GIS diimplementasikan pada dua area aplikasi utama yaitu: Layanan Berbasis Lokai (Location Based Services) dan GIS untuk kegiatan lapangan (Field-based GIS)

Pada dasarnya arsitektur aplikasi Mobile GIS disesuaikan dengan arsitektur aplikasi servernya, yaitu aplikasi Web GIS, dalam hal ini terpusat dan terdistribusi. 

Untuk arsitektur terpusat (klien-server), komponen sisi klien Mobile GIS berupa pengguna akhir perangkat keras yang dapat menampilkan peta atau memberikan hasil analisis operasi GIS. 

Sedangkan komponen sisi server menyediakan data geospasial komperhensif dan melakukan operasi GIS berdasarkan permintaan dari sisi klien. 

Antara klien dan server terdapat berbagai jenis jaringan komunikasi (kabel atau nirkabel) untuk memfasilitasi pertukaran geodata dan layanan.

Sumber dan Gambar:
SIG Berbasis Mobile. Riyanto
Basis Data SIG

Basis Data SIG

Sistem Informasi Geografi atau SIG merupakan salah satu sistem geospasial berbasis komputer yang saat ini sangat penting perannya dalam kehidupan. 

Kehidupan anda pasti tidak akan lepas dari SIG contohnya adalah dalam smartphone pasti terdapat fitur GPS atau map. 

SIG memiliki basis data tertentu sehingga ia dapat berjalan dengan baik. Basis data SIG adalah kumpulan data yang saling berkaitan yang diperkukan dalam SIG baik itu data spasial maupun non spasial. 

Basis data didefiniskan sebagai suatu kumpulan file yang memiliki kaitan antara file satu dengan file lain hingga membentuk satu bangunan data yang hasil akhirnya akan menginformasikan sesuatu seperti wilayah, organisasi, perusahaan dan instansi dalam batasan tertentu.

Beberapa istilah yang digunakan dalam pengelolaan basis data adalah:
1. Entitas adalah orang, tempat, kejadian atua konsep yang informasinya direkam.
2. Atribut (elemen data) adalah sebutan untuk mewakili suatu entitas sebagai contoh atribut seorang siswa adalah nama, alamat dan umur.
3. Nilai data adalah informasi yang disimpan pada tiap data elemen sebagai contoh atribut nama karyawan menunjukkan tempat informasi nama karyawan disimpan sedangkan nilai data misalnya Beji, merupakan isi data nama karyawan.
4. Record adalah kumpulan elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap. Satu record mewakili satu data tentang seseorang misalnya nomor, nama dan alamat karyawan.
5. File adalah kumpulan record-record sejenis yang memiliki panjagn elemen sama, atribut sama, namun berbeda nilai datanya.
6. Struktur data merupakan bentuk hubungan antara berbagi record di dalam file komputer. 

Basis data dapat diklasifikasikan menjadi tipe, dimensi dan struktur. Tipe basis data ada dua macam yaitu basis data spasial dan non spasial.

 Basis data spasial adalah data yang dapat diamati di lapangan yang berkaitan dengan data di permukaan maupun di dalam bumi. 

Data ini dapat diukur atau ditentukan oleh besaran lintang dan bujur oleh sistem koordinat lain. Data spasial ada 3 macam yaitu titik, garis dan poligon yang diorganisasikan dalam bentuk lapis-lapis (layer) peta. 

Basis data non spasial adalah data yang melengkapi keterangan data spasial keterangan kenampakan/feature data baik statistik, numerik maupun deskriptif dengan tampilan tabular diagram maupun tekstual.

Sumber dan Gambar:
Elemen Orbit Satelit Inderaja

Elemen Orbit Satelit Inderaja

Saat ini penggunaan satelit untuk keperluan manusia semakin pesat khususnya di bidang penginderaan jauh.

Coba saja kamu cari di internet sudah berapa ratus bahkan ribuan satelit yang mengudara di angkasa bumi sampai saat ini. 

Hal-hal yang memengaruhi dalam menentukan jenis satelit inderaja adalah tinggi satelit, jenis dan elemen orbit yang digunakan. 

Ketinggian orbit wahana terbagi menjadi geosynchronous 36.000 km lebih, sun synchronous 800-1500 km atau orbit yang lebih rendah seperti pesawat ulang alik 240-280 km.Elemen orbit wahana terdiridari enam elemen sesuai dengan elemen orbit kepler yaitu:

1. Sumbu semimayor (A)
2. Eksentrsitas orbit (e)
3. Sudut inklinasi (i)
4. Right ascension Asscending node (h)
5. Perigee tetap (g)
6. Periode melewati perigee

Satu titik ruang angkasa dapat digambarkan dengan sistem koordinat ekuator dengan titik pusatnya adalah pusat bumi. 

Sistem koodinatekuator terdiri dari lingkaran acuan utama, bidang ekuator dan titik pusat garis bujur astronomis (right ascension), vernal equuinox, garis bujur astronomis (right ascension):0-24 jam sebelah timur vernal equinox. 

Sedangkan deklinasi garis bujur astronomi adalah sudut yangh dibuat dengan bidang equator, dengan +90 derajat di kutub utara dan -90 derajat di kutub selatan.

Orbit satelit berdasarkan inklinasi, periode dan pengulangannya dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu:

1. Orbit geosynchronous: orbit dengan arah dan kecepatan rotasinya sama dengan arah dan kecepatan bumi. Orbit geosynchronous dengan inklinasi = o disebut dengan orbit geostationer karena satelit berada pada titik tetap di atas ekuator. 

Satelit geostationer dapat mengamati sepertiga permukaan bumi atau 120 derajat. Jenis satelit inderaja yang biasa menggunakan tipe ini adalah satelit meteorologi dan komunikasi.

2.Orbit sun synchronous: sebagian besar satelit observasi seperti LANDSAT dengan ketinggian orbit lebih rendah menggunakan orbit sunsynchronous dan semirecurrent. 

Orbit jenis ini didefinisikan sebagai orbit dengan bidangorbit berotasi dalam satu tahun bersamaan dengan satu tahun bergeraknya matahari. 

Keuntungan orbit tipe ini adalah kondisi pengamatan bisa dijaga dengan sudut datang cahaya matahari tetap.

3. Orbit semirecurent: recurent didefinisian sebagai orbit yang aklan kembali pada titik yang sama satu kali dalam satu hari,semirecurrent kembali ke titik yang sama lebih dari satu kali dalam satu hari sehingga bisa mengamati seluruh permukaan bumi dengan lebih baik.

Sumber:
Data Raster dan Data Vektor

Data Raster dan Data Vektor

Data merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam Sistem Informasi Geografi. 

Data SIG dapat berupa data spasial dan data atribut. Khusus pada potingan kali ini akan dibahas mengenai data spasial. 

Data spasial atau keruangan merupakan data yang merepresentasikan kenampakan nyata permukaan bumi. Data spasial terdiri dari dua macam yaitu data raster dan data vektor.

Baca juga:
Penyajian dan SIG masa kini
Teori keruangan Harris Ulman  

Data vektor adalah data yang menampilkan pola keruangan dalam bentuk titik, garis, kurva atau poligon. 

Data vektor sangat baik untuk merepresentasikan fitur-fitur jaringan jalan, gedung, rel kereta dan letak koordinat. 

Kelemahan data ini adalah ketidakmampuannya dalam mengakomodasi perubahan fenomena yang bersifat gradual.


Data raster adalah data yang menampilkan sisi ruang bumi dalam bentuk pixel (picture element) yang membentuk grid/petak dan dihasilkan dari penginderaan jauh. Pada data raster, resolusi tergantung pada ukuran pixel-nya. 

Semakin kecil ukuran permukaan bumi yang direpresentasikan maka akan semakin tinggi resolusinya. 

Data raster sangat baik untuk menggambarkan keadaan jenis tanah, vegetasi dan kelembaban tanah. 

Kelemahan data raster terletak pada besarnya ukuran file, semakin tinggi resolusi gambar maka ukuran file akan semakin besar. Baca juga: Mau Jadi Surveyor Geologi? Dibayar Mahal lho?


http://www.buzzle.com/images/electronics/vector-raster-data-structure.jpg

Berikut ini tabel perbandingan antara data vektor dengan data raster. 
Baca juga: Keunggulan dan kelemahan SIG jaman now
Data Vektor
Data Raster
Kelebihan
Lebih efisien dalam ruang penyimpanan.
Memiliki resolusi spasial
yang tinggi.
Representasi grafis data spasialnya sangat mirip dengan peta garis buatan manusia.
Transformasi koordinat dan proyeksi tidak sulit dilakukan.
Kelebihan
Struktur data yang sederhana.
Mudah dimanipulasi dengan fungsi matematis sederhana.
Teknologi yang digunakan cukup murah.
Overlay data raster dengan data inderaja mudah dilakukan.
Kekurangan
Struktur data kompleks.
Data tidak mudah dimanipulasi.
Memerlukan perangkat komputer yang lebih mahal.
Overlay beberapa layer vektor secara simultan memerlukan waktu lama.
Kekurangan
Memerlukan ruang penyimpanan yang besar.
Transformasi koordinat dan proyeksi sulit dilakukan.
Lebih sulit untuk merepresentasikan hubungan topologikal.
close