Geograph88: Geografi Kota | Berbagi Pengetahuan Kebumian
Interaksi Desa-Kota: Pengertian Kota Berbagai Ahli

Interaksi Desa-Kota: Pengertian Kota Berbagai Ahli

Kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan yang kompleks di permukaan bumi. Apakah kamu tinggal di kota saat ini?

Jika iya tentu kamu bisa mendefiniskan kota berdasarkan ciri fisik dan sosialnya. Nah kali ini saya akan coba bagikan beberapa pengertian kota menurut berbagai pakar.

Pada dasarnya kota berkembang dari unit-unit kegiatan tertentu seperti pertanian, perkebunan, pertambangan, pemerintahan hingga industri.

Biasanya kota-kota besar banyak berkembang di daerah pantai atau dataran rendah karena faktor kemudahan dalam pembangunan.
Pengertian ruang lingkup kota
a. Bintarto (1983:36) menyebutkan bahwa kota dapat diartikan sebagai suatu sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi, dan diwarnai dengan strata sosial ekonomi yang heterogen dan coraknya yang materialistis. Hal menonjol yang membedakan desa dengan kota adalah desa merupakan masyarakat agraris, sedang kota nonagraris;

b. Wirth, kota adalah suatu permukiman yang cukup besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kehidupan sosialnya;

c. Max Weber, kota adalah sustu daerah tempat tinggal yang penghuni setempat dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya di pasar lokal.

.J.M.Nas, kota dapat dilihat dari berbagai segi:
1) Dari segi morfologi kota, adanya cara membangun dan bentuk fisik bangunan yang berjejal-jejal;
2) Dari segi ekonomi, merupakan daerah bukan agraris. Fungsi kota yang khas adalah kegiatan budaya, industri, perdagangan dan niaga, serta kegiatan pemerintahan;
3) Dari segi sosial, bersifat kosmopolitan, hubungan sosial impersonal, sepintas lalu, terkotak-kotak.

d. Peraturan Dalam Negeri No 1 Tahun 2008 menyatakan kota adalah wilayah memiliki kegiatan utama bukan pertanian, dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi.

e. Michael Pacione, kota adalah pusat produksi dan konsumsi ekonomi, arena jaringan sosial dan kegiatan budaya serta pusat pemerintahan dan administrasi.

f. Burkhard Hofmeinster, kota adalah uatu pemusatan keruangan dari tempat tinggal dan tempat kerja manusia.

Di kota pembagian kerja sangat khusus atau adanya spesialisasi pekerjaan. Kegiatan utama penduduk kota di sektor sekunder dan tersier seperti jasa dan pelayanan masyarakat. Kota semakin berkembang karena adanya urbanisasi yang terus-menerus.
Zona Interaksi Desa-Kota (City, Suburban, Suburban fringe, Urban fringe, Rural urban fringe, Rural)

Zona Interaksi Desa-Kota (City, Suburban, Suburban fringe, Urban fringe, Rural urban fringe, Rural)

Desa dan kota adalah dua wilayah yang saling melengkapi sebagai suatu elemen ruang. Kedua wilayah ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain secara fungsional.

Interaksi desa dan kota menimbulkan pengaruh tertentu pada setiap zona. Pengaruh pada setiap zona ini dipengaruhi oleh jarak zona ke pusat kota.

Baca juga: Soal UTBK 2020 Pewilayahan + Kunci

Makin jauh dari pusat kota maka interaksinya makin lemah. Menurut Bintarto wilayah zona interaksi desa kota terbagi menjadi 6 zona yaitu:
Zona interaksi ruang desa kota Bintarto
a. City, identik dengan kota atau pusat kegiatan. Kota adalah tempat semua aktifitas manusia berkumpul dan menjadi jaring utama perputaran ekonomi.

b. Suburban, atau subdaerah perkotaan adalah wilayah yang lokasinya dekat dengan pusat kota. Wilayah suburban menjadi tempat tinggal para penglaju atau pekerja yang melakukan mobilitas setiap hari ke kota.

c. Suburban fringe, adalah wilayah yang melingkari wilayah suburban. Wilayah ini merupakan daerah peralihan antara kota dengan desa.

d. Urban fringe atau daerah perkotaan terluar adalah wilayah batas terluar suatu kota dengan ciri sifat mirip dengan wilayah kota, kecuali inti kota.

e. Rural urban fringe atau daerah batas desa-kota adalah jalur wilayah yang terletak antara kota dan desa yang dicirikan dengan penggunaan lahan campuran antara sektor pertanian dan non pertanian.

f. Rural atau pedesaan adalah suatu wilayah yang menitikberatka pada sektor pertanian atau kehidupan agraris.

Baca juga: Soal AKM Geografi + Kunci
Pemukiman di wilayah suburban Amerika
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan Wilayah

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan Wilayah

Coba kamu perhatikan wilayah tempat tinggalmu, apakah sangat ramai oleh penduduk atau sepi?. Jika ramai artinya wilayahmu berpotensi menjadi pusat pertumbuhan.

Wilayah di bumi ini tidak seragam sehingga ada yang cepat tumbuh dan ada yang tidak. Manusia biasanya cenderung membangun sebuah kota di daerah dataran rendah karena faktor efisiensi.

Tidak semua wilayah bisa menjadi pusat pertumbuhan dan menarik wilayah lainnya. Ada faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan pusat pertumbuhan.

1. Kondisi geografis dan SDA
Faktor geografis seperti ketinggian, kelembaban, tanah, suhu menjadi salah satu faktor penting yang membentuk kegiatan ekonomi suatu wilayah. Lokasi yang strategis seperti di dekat pantai akan membuat suatu daerah cepat berkembang karena adanya pintu masuk lalu lintas dari pelabuhan.

Selain itu kehadiran bahan galian bisa memicu kota berkembang pesat, contohnya kota Bontang dan Timika di Papua.

2. Tenaga kerja
Pembangunan wilayah terutama infrastruktur membutuhkan tenaga terampil. Tenaga kerja adalah sumber utama pertumbuhan ekonomi. Tanpa ada tenaga kerja yang cukup baik dari segi kuantitas dan kualitas maka pembangunan wilayah akan tersendat.
MRT Jakarta
3. Modal
Modal dalam hal ini bisa berupa modal fisik dan modal sumber daya manusia. Modal fisik berupa faktor produksi seperti bangunan, mesin, alat, komputer dan alat produksi lain. Modal manusia adalah skill, bakat, pengetahuan dan lainnya.

Manusia adalah komponen paling penting pembangunan karena teknologi yang memepermudah kegiatan pembangunan dibuat manusia.

4. Infrastruktur
Infrastruktur mengacu pada investasi fisik yang terwujud dalam saranan prasarana transportasi, komunikasi dan listrik.

Infrastruktur sangat penting bagi ekonomi karena memfasilitasi dan mengintegrasikan kegiatna ekonomi di suatu wilayah dan dalam menghubungkan wilayah tersebut dengan dunia luar.

5. Teknologi
Teknologi dapat berupa hasil aplikasi pengetahuan ilmiah yang menghasilkan produk industri dan komersila yang lebih bernilai bagi masyarkat.

Negara maju lebih banyak berinvestasi pada pengembangan teknologi dan inovasi yang mempermudah hidup manusia. Pertumbuhan wilayah dipengaruhi teknologi-teknologi canggih di era milienium saat ini.

Baca juga: 4 ciri khusus pusat pertumbuhan
Pengertian, Struktur dan Ciri Kota

Pengertian, Struktur dan Ciri Kota

Kota, hmm semua orang tentu tahu tentang kata tersebut dan mungkin kamu juga tinggal di kota saat ini.

Hampir semua orang senang tinggal di kota karena berbagai fasilitasnya dan sistem sosial yang lebih terbuka dan bebas

Berikut ini pengertian, struktur dan ciri kota menurut geografi. Baca juga: Kunci evaluasi erlangga interkasi desa-kota

Pengertian Kota
Menurut Bintarto: Dari segi geografi, kota data diartikan sebagai suatu system jaringan kehidupan manusia yang di tandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan strata sosial-ekonomi yang hiterogen dan coraknya materialistis. 

Atau dapat pula diartikan sebagai bentang budaya yang di timbulkan oleh unsur-unsur alami dan nonalami dengan gejala-gejala pemusatan penduduk yang cukup besar dan corak kehidupan yang bersifat heterogen dan materialistik di bandingkan dengan daerah belakangnya.
Kota: Pengertian, Struktur dan Cirinya
Kota adalah surga kehidupan, pic:https://pixabay.com
Istilah kota dan daerah perkotaan di bedakan di sini karena ada dua pengertian yaitu: kota untuk city dan daerah perkotaan untuk urban. 

Istilah city di identikkan dengan kota, sedangkan urban berupa suatu daerah yang memiliki suasana kehidupan dan peghidupan modern, dapat di sebut daerah perkotaan. 

Penggolongan kota dapat didasarkan pada fungsi, struktur mata pencaharian, tipe masyarakat, jumlah penduduknya, besar kecilnya, daerah pemukiman dan sebagainya. 

Jadi penggolongan kota ini dapat dilihat dari segi ekonomi, segi sosiologi, segi demografi, dan segi geografis yang abstrak. 

Seperti halnya tentang pendefinisian kota, dalam penggolongan kota, dalam penggolongan ini juga terdapat berbagai kriteria, lebih-lebih mengenai penggolongan yang kuantitatif atau numeric. 

Penggolongan atas angka-angka ini di sebut penggolongan numeric dan penggolongan lainnya di sebut penggolongan non numeric. 

Perbedaan penggolongan ini di sebabkan antara lain: perbedaan kepadatan, perbedaan tingkat teknologi dan budayaan. Di Indonesia penggolongan yang sudah di tentukan  oleh Undang-undang No.18 kesemuanya pada umumnya di dasarkan pada jumlah penduduk.

Struktur Kota
Dari segi geografi studi tentang desa dan kota adalah penting dan menarik, karena dalam disipin ini di perhatikan mengenai hal lokasi kota, kedudukan kota, hubungan kota dengan daerah sekitarnya (location, site, and situation). 

Sistem zoning dan perubahan-perubahan yang timbul, perkembangan kota beserta masalah-masalah yang di hadapi. 

Menurut Freeman (1958), di katakan bahwa ‘Planing has an inescapable basic’. Dengan pernyataan ini maka geografi akan banyak membantu di bidang perencanaan kota. 

Struktur penduduk kota dapat di lihat dari jenis kelamin, umur, jenis mata pencaharian, segregasi (pemisahan yang dapat menimbulkan kompleks atau kelompok). 

Unsur-unsur geografi tidak hanya dapat membatasi luas daerah semacam ini tetapi dapat pula menimbulkan ‘natural areas’. 

Masalah struktur penduduk kota dari segi segregasi perlu mendapat perhatian demi keserasian dan ketenangan hidup di kota.

Ciri-ciri kota
Tanda pengenal kota dapat di lihat dari ciri fisik dan ciri sosial. Menurut Bintarto dalam bukunya Pengantar Geografi Kota, maka beberapa ciri fisik dapat di tunjukkan sebagai berikut:

a.    Tempat-tempat untuk pasar dan pertokoan.
b.    Tempat-tempat parkir.
c.    Tempat-tempat rekreasi dan olah raga.  

Sebagai ciri sosial dapat di kemukakan sebagai berikut:
a.    Pelapisan sosial ekonomi.
b.    Individualisme.
c.    Toleransi sosial.
d.    Jarak sosial.
4 Tahap Perkembangan Kota Griffith Taylor

4 Tahap Perkembangan Kota Griffith Taylor

Perkembangan kota-kota di dunia tidaklah sama karena ada banyak faktor yang mempengaruhinya.

Contohnya saja di Indonesia sendiri, ada kota yang cepat berkembang dan ada yang gitu-gitu aja. Leis Mumford membagi perkembangan kota menjadi tahap eopolis, polis, megalopolis, tiranopolis dan nektropolis.

Selain Mumford, ada lagi tokoh geografi kota yang mengemukakan pendapatnya mengenai tahapan perkembangan kota yakni Griffith Taylor dan J.M Houston.

Mereka membagi tahapan perkembangan kota menjadi 4 stadium yaitu:
Tahap perkembangan kota
1. Stadium Infantile
Tahap ini pemukiman ditandai dengan adanya kawasan campuran tanpa batas pemisah antara wilayah domestik dan komersial atau wilayah yang lebih kaya dan lebih miskin. Bangunan cenderung tersebar secara tidak merata ke semua penjuru wilayah.

2. Stadium Juvenile
Pada tahap ini mulai ada pemisahan antara area perdagangan dan permukiman. Pertokoan mulai berkumpul di pusat wilayah. Permukiman mulai dibangun di pinggiran kota sementara pabrik-pabrik mulai dibangun dimana-mana.

3. Stadium Mature
Pada tahap ini daerah-daerah baru bermunculan. Contohnya daerah industri, perdagangan, perumahan. Daerah-daerah ini muncul sesuai dengan rencana tertentu. Ada zonasi rumah  yang pasti dan pemisahan kawasan komersil dan kawasan industri.

Kawasan pemukiman kelas atas berlokasi di pinggiran kota sementara pemukiman penduduk kelas bawah ada di dekat pusat komersial yang baru dikembangkan. Adapun pabrik-pabrik dibangun dekat jalur kereta api.

4. Stadium Senile
Pada tahap ini terjadi kemunduran kota yang disebabkan faktor ekonomi dan politik. Hal ini tampak dari beberapa wilayah kota yang mengalami kerusakan berat. Contohnya kota Detroit yang ditinggalkan penduduk karena bangkrut.

Kota sebagai sebuah sistem kehidupan perlu dipelihara agar senantiasa mampu mendukung kehidupan manusia didalamnya.

Kota yang sudah kritis seperti Jakarta akan membawa ancaman di masa depan. Tata ruang buruk dan manajemen yang buruk menjadikan kota semakin semrawut sehingga tidak lagi layak huni
Dampak Interaksi Desa Dan Kota Bagi Desa

Dampak Interaksi Desa Dan Kota Bagi Desa

Desa dan kota merupakan sebuah fenomena wilayah yang unik. Kedua wilayah dengan perbedaan karakter ini selalu berinteraksi satu sama lain. 

Interaksi antara desa dan kota memiliki unsur timbal balik atau adanya permintaan dan penawaran. 

Walaupun demikian, arah atau arus pengaruh itu masih juga tergantung pada kekuatan dominasi dari salah satu pihak. 

Interaksi ini meninggalkan dampak positif maupun negatif bagi kedua pihak. 

Urbanisasi, ruralisasi, sirkulasi, ulang-alik adalah berbagai wujud dari hubungan atau interaksi antar-desa kota. Sejatinya pengaruh kota saat ini begitu kuat terhadap wilayah desa. 

Dampak Interaksi Desa Dan Kota
Kota Semakin Padat, pic:http://msutoday.msu.edu/

Pengaruh positif dari penetrasi kota ke desa adalah:
1. Pemerintah; dalam hal ini melewati petugas-petugas pemerintah, lembaga atau instansi pemerintah, mass media seperti harian, radio, televisi.
2. Mahasiswa; dalam hal ini mahasiswa yang melaksanakan tugas akademis KKN di desa-desa, pelaksanaan survei kecil.
3. Tenaga Badan Usaha Tenaga Sukarela Indonesia (BUTSI) yang telah sejak lama membantu pemerintah desa di bidang pembangunan desa.
4. ABRI yang dalam progam manunggalnya dengan rakyat pedesaan telah banyak membantu dan mengajak masyarakat pedesaan bersama-sama membina wilayah desanya. 
5. Migrasi atau mobilitas yang terjadi antar kota–desa seperti urbanisasi, sirkulasi, dan nglaju yang membawa juga arus teknologi, kebudayaan, dan gaya hidup dari kedua belah pihak.
6. Lembaga swasta yang juga nampak ikut aktif dalam membina masyarakat pedesaan.
7. Cakrawala pengetahuan penduduk desa menjadi lebih meningkat.
8. Kemajuan di bidang pendidikan desa.
9. Meningkatkan frekuensi hubungan sosial-ekonomi karena perkembangan transportasi.
10. Kemajuan teknologi membantu pengembangan sektor pertanian.
11. Kemajuan dalam pelestarian lingkungan karena banyaknya interaksi dengan ahli dari berbagi ilmu.
12. Meningkatnya wiraswasta.
13. Pengetahuan dan kesadaran pentingnya keluarga kecil.
14. Berkembangnya koperasi dan organisasi sosial.

Pengaruh negatif yang dialami daerah pedesaan:
1. Pengaruh fashion trend dari kota menyebabkan orientasi ke pertanian berubah.
2. Pengaruh televisi memberikan gambaran tentang kejahatan yang meningkatkan kriminalitas.
3. Banyaknya pemuda yang bekerja ke kota menyebabkan desa kekurangan tenaga produktif.
4. Masuknya investor mengubah tata guna lahan desa menjadi pemukiman maupun bangunan lain.
5. Penetrasi kebudayaan kota yang tidak sesuai cenderung mengganggu tata pergaulan atau seni budaya desa.
6. Problem pangan, problem pengangguran, problem lingkungan, dll. 
Daya Sentrifugal dan Sentripetal Pengembangan Kota

Daya Sentrifugal dan Sentripetal Pengembangan Kota

Kota sebagai suatu sistem kehidupan merupakan sesuatu yang dinamis. 

Awalnya kota hanyalah sekumpulan keluarga-keluarga yang berkembang seiring pesatnya peradaban. 

Kian hari kota kian padat oleh penduduk guys, dan ini lambat laun bisa menjadi masalah lho. Lihat saja rumitnya Kota Jakarta saat ini. 

Proses pengembangan kota dan berubahnya struktur tata guna lahan sebagian besar disebabkan oleh adanya daya sentrifugal dan daya sentripetal pada kota. 

Pertama, mendorong gerak keluar dari penduduk dan berbagai usahanya lalu terjadi dispersi kegiatan manusia dan relokasi sektor-sektor dan zone-zone kota. 

Adapun yang kedua mendorong gerak ke dalam dari penduduk dan berbagai usahanya sehingga munculnya konsentrasi atau pemusatan kegiatan manusia. 

Apakah yang mendorong gerak sentrifugal kota itu?
1. Adanya gangguan yang berulang seperti kemacetan lalu lintas, polusi dan gangguan bunyi yang menjadikan penduduk kota merasa tidak betah hidup di kota.
2. Industri modern di kota memerlukan lahan yang relatif kosong di pinggiran kota dimana dimungkinkan pemukiman yang tak padat penghuninya, kelancaran lalu lintas kendaraan dan kemudahan parkir.
3. Sewa tanah yang jauh lebih murah jika dibandingkan di pusat kota atau CBD.
4. Gedung-gedung bertingkat di tengah kota tak mungkin lagi diperluas. Ini sama halnya dengan perindustrian kecuali dengan mengeluarkan biaya yang amat tinggi.
5. Perumahan di dalam kota pada umumnya serba sempit, tidak sehat dan kumuh. Sebaliknya rumah-rumah di pinggiran kota dapat dibangun sesuai dengan keinginan, kesehatan, luas dan modern.
6. Sebagian penduduk kota berkeinginan serba naluri untuk menghuni wilayah di luar kota yang terasa serba alami.
Daya Sentrifugal dan Sentripetal Pengembangan Kota
Jakarta semakin padat penduduk
Apakah yang mendorong gerak sentripetal kota itu?
1. Lokasi dekat pelabuhan atau persimpangan jalan yang strategis bagi industri yang berlokasi umumnya di tengah kota.
2. Bagi beberapa perusahaan dan bisnis, lokasi yang dekat pusat bisnis, stasiun, terminal, tempat wisata sangat disukai.
3. Ada kecenderungan bahwa tempat praktek ahli-ahli hukum, dokter, tukang jahit, tukang jahit berdekatan.
4. Di kota-kota sendiri telah muncul pusat-pusat khusus untuk macam-macam pertokoan seperti Pasar Baru Jakarta, Braga dan Cihampelas Bandung, Malioboro Yogyakarta dan Tunjungan Surabaya. Orang akan senang bermukim dekat lokasi-lokasi kegiatan tersebut.
5. Kelompok-kelompok gedung yangs sejenis fungsinya seperti apartemen, perkantoran ikut menentukan harga tanah atau pajak sewa.
6. Adanya tempat-tempat untuk olahraga, hiburan dan seni budaya dapat dikunjungi pada waktu senggang, menjadikan orang suka bermukim di dekatnya.
7. Tempat kerja yang dekat rumah menjadikan manusia lebih senang hidup di kota. Mereka bisa menghemat waktu tempuh dan tidak terjebak macet berlama-lama.

Baca juga: Zona interaksi desa kota Bintarto
Sumber: Geografi Kota dan Desa. Daldjoeni
Perbedaan Top-Bottom dan Bottom-Up Pembangunan

Perbedaan Top-Bottom dan Bottom-Up Pembangunan

Sejak era Indonesia merdeka hingga saat ini pembangunan ekonomi terus berjalan. Kesejahteraan rakyat adalah tujuan utama pembangunan wilayah.

Perbedaan era pemerintahan berdampak pada perbedaan pola pembangunan itu sendiri. Setiap era pemerintah punya ciri khas pembangunan masing-masing.

Secara umum pendekatan pembangunan di Indonesia dikategorikan ke dalam 2 pendekatan utama yaitu Pendekatan Pembangunan dari Atas (Top- Down), Pendekatan Pembangunan dari Bawah (Bottom-up).

Baca juga:

a. Pendekatan Pembangunan dari Atas (Top-Down)
Konsep pendekatan Top-Down yaitu perencanaan pembangunan yang segala keputusan penting dan jenis kegiatannya telah ditentukan oleh pemerintah. 

Dalam hal ini masyarakat bersifat pasif hanya menerima segala sesuatunya dari pusat. Peran aktif masyarakat di daerah tidak terasa dan pemangku kepentingan dianggap sudah tahu tentang segala masalah dan solusi yang terdapat pada daerah yang bersangkutan. 

Di Indonesia konsep pendekatan ini sangat melekat pada era orde baru dari tahun 1970an hingga akhir 1990an. Beberapa kelebihan dan kekurangan dari pendekatan ini diantaranya:
Kelebihan
1. Masyarakat tidak perlu repot untuk memberikan masukan dan ide kepada pemangku kebijakan karena program sudah berjalan sendiri.
2. Hasil program pembangunan bisa optimal karena biaya ditanggung oleh pemerintah pusat.
3. Para pelaksana kebijakan di pusat dapat berkerja dengan optimal.
Kelemahan
1. Masyarakat kurang diberikan ruang untuk memberikan gagasan dalam pembangunan di daerahnya.
2. Masyarakat tidak mengetahui dengan detail tentnag jalannya program dari awal hingga akhir.
3. Ada beberapa kalangan masyarakat yang nantinya merasa kecewa dengan kegiatan pembangunan karena tidak sesuai dengan harapannya

Pembangunan mall marka di kota besar
b. Pendekatan Pembangunan dari Bawah (Bottom-Up)
Pendekatan Bottom-up adalah perencanaan pembangunan dimana masyarakat lebih berperan dalam memberikan gagasan dari awal hingga pelaksanaan evaluasi. 

Dalam hal ini pemerintahan hanya berperan sebagai fasilitator pembangunan. Beberapa kelebihan dan kekurangan dari pendekatan ini diantaranya adalah:

Kelebihan
1. Masyarakat berperan aktif dalam memberikan gagasan/ide mengenai program yang akan dilaksanakan.
2. Peran masyarakat lebih dominan dibandingkan masyarakat.
3. Masyarakat mengetahui dengan detail pelaksanaan pembangunan dari mulai awal hingga evaluasi.
Kelemahan
1. Peran pemerintah tidak bergitu optimal dan cenderung hanya menjadi penonton.
2. Sering terjadi kesalahpahaman antara masyarakat dengan pemerintah karena perbedaan pandangan.
3. Hasil pembangunan belum tentu baik dikarenakan di tingkat pusat pendidikan pegawai cenderung lebih tinggi dibandingkan di daerah.

Gambar: disini

Faktor Lokasi Pemukiman

Faktor Lokasi Pemukiman

Pemukiman merupakan suatu fenomena yang muncul karena semakin eksisnya manusia di bumi. Lalu apa itu pemukiman atau settlement?

Pemukiman dapat diartikan sebagai hunian manusia mulai dari yang terkecil hingga dalam bentuk besar/perkotaan. 

Permukiman dapat bervariasi dalam berbagai ukuran dari yang sangat kecil hingga sangat besar. Mereka dapat sekecil satu rumah dan berkembang besar sebagai megacity, rumah bagi puluhan juta orang. 

Pemukiman bisa menjadi permanen atau sementara. Pemukiman dibangun di tempat yang berbeda untuk alasan yang berbeda.
Faktor Lokasi Pemukiman
Pemukiman di Inggris, pic:http://i.telegraph.co.uk/
Faktor Yang Memengaruhi Lokasi Pemukiman

Ada banyak pertimbangan untuk membangun sebuah pemukiman dan pada dasarnya manusia lebih senang tinggal di daerah yang datar, aman dan mudah mengolah sesuatu. Berikut ini faktor-fakotr dalam pertimbangan membangun sebuah pemukiman.

1. Ketersediaan Bahan
Ketersediaan bahan bangunan diperlukan untuk membangun rumah dan juga membangun lahan pertanian. Persediaan batu, pasir dan kayu yang cukup sangat diperlukan untuk membangun pemukiman.

2. Ketersediaan Air
Air sangat diperlukan untuk mencuci, makan, minum dan membersihkan sesuatu. Jadi lokasi pemukiman lebih enak jika dekat dengan sumber air bersih. Daerah yang kering sangat sulit untuk dibangun kecuali dengan rekayasa teknologi seperti di Dubai UEA.

3. Topografi Datar
Tanah datar sangat baik untuk menanam tanaman seperti gandum dan sayuran. Hal ini juga lebih mudah untuk membangun rumah di tanah datar dan lebih mudah untuk melakukan mobilitas di sekitar. Wilayah yang curam dan berelief kasar sangat sulit untuk dibuat lahan pertanian karena resiko yang tinggi akan longsor.

4. Keamanan
Manusia tentu ingin hidup di daerah yang aman entah itu aman dari konflik sosial maupun bencana alam. Jadi kondisi masyarakat dan keadaan alam menentukan penentuan lokasi pemukiman. 

5. Ketersediaan Kayu
Kayu sangat dibutuhkan untuk memasak dan tungku pemanas jika di wilayah subtropis. Kayu juga digunakan untuk membuat peralatan dan alat pertanian. Di Indonesia, kayu diperlukan untuk kusen rumah.

6. Transportasi
Aksesibilitas menjadi salah satu faktor penting penentuan lokasi pemukiman. Semakin dekat dengan jalan, rel, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara maka pemukiman semakin baik dan mahal.
Tips Membuat Kolam Asri di Depan Rumah

Tips Membuat Kolam Asri di Depan Rumah

Apakah anda punya halaman di depan rumah?. Jika punya, maka bersyukurlah karena anda memiliki ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan untuk relaksasi. 

Rumah tanpa halaman identik dengan tingkat stress yang tinggi dan memengaruhi kejiwaan pemiliknya. 

Jika memungkinkan maka rumah yang anda huni sebaiknya selalu tampil memukau. 

Tak perlu budget yang terlalu mahal, dengan menjaga kebersihan dan menambah sedikit ornamen saja sudah dapat membuat halaman rumah menjadi cantik. Baca juga: Tips Membuat Kebun Vertikal
Tips Membuat Kolam Asri di Depan Rumah
Kolam Minimalis di Rumah, pic:desainrumahnya.com
Kolam ikan di depan rumah dapat menjadi pilihan alternatif yang bisa mempercantik sekaligus menghadirkan nuansa sejuk dan menenteramkan jiwa. 

Akan tetapi kolam yang hanya dipenuhi batukali, ikan koi apalagi jika bentuknya persegi (kaku) akan terasa dingin dan tidak memancarkan energi yang baik. 

Oleh karenanya kolam sebaiknya dihias secara alami agar terlihat elegan dan asri. Beberapa jenis tanaman air dan gulma dapat dipakai untuk menghias kolam dan biayanya juga tidak terlalu menguras kocek anda. 

Teratai menjadi bunga yang paling banyak dipilih untuk ditempatkan diatas kolam. Apalagi bunga ini juga memiliki pilihan warna yang bermacam macam selain putih. 

Jika anda gemar bermeditasi, teratai yang tumbuh di permukaan air dapat menjadi lambang kebaikan. 

Selain bunganya indah, daunnya  juga melandai di permukaan air, berfungsi menyaring panas matahari dan menjaga tingkat keasaman air kolam.

Selain itu akar teratai juga bermanfaat untuk makanan ikan. Dinding kolam sebaiknya dibangun dari batukali. 

Dibandingkan batu bata yang dibalut semen, batu kali lebih menghadirkan kesan yang natural dan dapat menekan laju pertumbuhan lumut. Bila lahan yang ada terbatas, kolam bisa dibuat persegi dengan satu dua teratai di atasnya.

Bebatuan yang ukuranya lebih kecil dapat disebarkan di dasar kolam untuk menambah estetika. 

Namun jangan menggunakan bebatuan yang dicat karena bahan kimianya akan meracuni ikan. Penjual ikan hias banyak yang menyediakan bebatuan kecil berwarna-warni dari laut.

Di sekitar kolam sebaiknya ditanami rumput hias untuk menambah keasrian lingkungan sekitar. 

Perhatikan juga peletakan peralatan kolam seperti saluran udara, pompa dan filter. Tatalah dengan rapi dan tempatkan di lokasi yang mudah dijangkau dan dibersihkan. 

Bila kolam sudah memiliki komposisi nuansa hijau dan putih dari teratai, hitam dari batu kali maka perlu nuansa warna merah dan kuning dari ikan hias seperti Koi. Baca juga: Rumah Minimalis ala Jepang
close