Geograph88: Biogeografi | Berbagi Pengetahuan Kebumian
Ukuran dan Bentuk Bakteri (Basil, Kokus, Spirilum)

Ukuran dan Bentuk Bakteri (Basil, Kokus, Spirilum)

Helo kawan-kawan sekalian kali ini kita bahas tentang topik biologi yaitu bakteri. Khusus postingan ini akan bahas ukuran dan bentuk bakteri ini guys.

Ukuran dan bentuk bakteri itu dapat diketahui dengan menggunakan mikroskop yang dilengkapi lensa okuler dan objektif mikrometer. Ukuran bakteri itu dinyatakan dalam satuan mikron (1 mikron = 0,001 mm).

Nah panjang bakteri ini umumnya berkisar antara 0,5-3 mikron, sedangkan lebarnya berkisar antara 0,1-0,2 mikron. Bentuk bakteri sangat bervariasi namun secara umum ada tiga tipe bakteri yaitu bentuk batang (basil), bentuk bulat (kokus) dan bentuk spiral (spirilum).
Variasi bentuk bakteri ini dipengaruhi oleh arah pembelahan, umur dan syarat pertumbuhan lain seperti makanan, suhu dan kondisi yang tidak menguntungkan bagi bakteri.

a. Bentuk Batang (basil)
Bakteri bentuk batang atau basil dibedakan menjadi berikut:
1. Basil tunggal yaitu berupa batang tunggal, contohnya Escherichia coli dan Salmonella typhi.
2. Diplobasil yaitu berbentuk batang bergandengan dua-dua, contohnya Renibacterium salmoninarum.
3. Streptobasil yaitu berupa batang bergandengan mirip rantai, contohnya Streptobacillus moniliformis dan Azotobacter sp.
 
b. Bentuk Bulat (kokus)
Bakter berbentuk bulat dibedakan sebagai berikut:
1. Monokokus yaitu berbentuk bulat satu-satu, contohnya Monococcus gonorrhoeae.
2. Diplokokus yaitu berbentuk bulat bergandengan dua-dua, contohnya Diplococcus pneumanoniae.
3. Streptokokus yaitu berbentuk bulat bergandengan seperti rantai sebagai hasil pembelahan sel ke satu atau dua arah dalam satu garis, contohnya Streptococcus salivarius, Streptococcus lactis dan Streptococcus pneumoniae.
4. Tetrakokus yaitu berbentuk bulat tersusun atas empat sel dalam bentuk bujur sangkar sebagai hasil pembelahan sel ke dua arah.
5. Sarkina yaitu berbentuk bulat terdiri atas 8 sel yang tersusun dalam bentuk kubus sebagai hasil pembelahan sel ketiga arah, contohnya Sarcina sp.
6. Stafilokokus yaitu berbentuk bulat dan tersusun seperti sekelompok buah anggur sebagai hasil dari pembelahan sel ke segala arah, contohnya Staphylococcus aureus.
 
c. Bentuk Spiral (spirilum)
Bakteri berbentuk spiral dibedakan sebagai berikut:
1. Koma (vibrio) yaitu berbentuk lengkung kurang dari setengah lingkaran. Contohnya Vibrio comma penyebab kolera.
2. Spiral berupa lengkung lebih dari setengah lingkaran contohnya Spirillum minor penyebab demam dengan perantara gigitan hewan pengerat.
3. Spiroseta berupa spriral yang halus dan lentur contohnya Treponema pallidum penyebab penyakit sifilis.
 
Sumber gambar: 
https://microbenotes.com/
https://sciencing.com/
Pengertian Curah Hujan dan Kaitannya Dengan Flora Fauna

Pengertian Curah Hujan dan Kaitannya Dengan Flora Fauna

Hampir semua mahluk hidup di permukaan bumi membutuhkan curah hujan untuk menjaga keberlangsungan hidupnya. Curah hujan adalah sumber utama air tanah. 

Persediaan air untuk vegetasi dan fauna di tanah terbentuk karena adanya siklus hidrologi. Fenomena penting dalam siklus hidrologi ini adalah presipitasi (hujan) dan evapotranspirasi (penguapan).

Saat jatuh dari atmosfer ke bumi, air tidak langsung berguna bagi organisme, namun akan berguna saat air mencapai tanah. Curah hujan adalah hasil dari tarikan gravitasi pada uap air di atmosfer.

Curah hujan dapat menjadi sumber air tanah dan juga mempengaruhi kelembaban atmosfer. Jumlah curah hujan tahujan sangat mempengaruhi kondisi vegetasi dan populasi hewan pada suatu wilayah.

Curah hujan menentukan jenis vegetasi pada suatu wilayah contohnya daerah tropis dengan curah hujan tinggi maka vegetasi yang hidup antara lain paku-pakuan, tumbuhan perdu, saprofit, liana sampai epifit.

Pada wilayah dengan curah hujan deras selama musim dingin dan sedikti hujan pada musim panas maka vegetasi yang tumbuh baik dominan hutan perdu. Daerah dengan curah hujan tinggi selama musim panas dan sedikit hujan selama musim dingin akan muncul padang rumput savana.
Migrasi hewan darat
Adapun jika suatu wilayah curah hujannya rendah maka yang terjadi adalah fenomena padang pasir dan tumbuhan xerofita atau berduri. Daerah dengan curah hujan rendah akan memiliki populasi dan ragam vegetasi yang lebih sedikit sehingga akan berdampak pula pada populasi fauna yang sedikit.

Hal sama akan berlaku pada komunitas fauna. Fauna akan cenderung menetap pada wilayah sekitar sumber air baik danau, sungai atau oase. Saat ketersediaan air di suatu wilayah berkurang maka spesies hewan akan berkurang karena beberapa akan melakukan migrasi.

Migrasi adalah insting hewan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya. Saat wilayah asalnya kembali kaya akan sumber daya air dan makanan maka mereka akan kembali ke daerah tersebut. Hewan juga ada yang beradaptasi dengan kondisi lingkungannya, misalkan di saat musim panas yang menyengat maka beberapa akan berhenti beraktifitas dan tinggal di sarang. Mereka akan beraktifitas saat suhu mulai dingin di malam hari.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Persebaran Flora dan Fauna

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Persebaran Flora dan Fauna

Kita tahu bahwa flora dan fauna tersebar di penjuru bumi secara tidak merata. Kehidupan flora dan fauna ini sangat dipengaruhi oleh kondisi habitanya.

Kehadiran flora dan fauna di setiap daerah berbeda-beda dan punya ciri khas tersendiri. Persebaran flora dan fauna di dunia dipengaruhi faktor klimatik, edafik, air dan topografi.

1. Klimatik
Faktor-faktor penentu kondisi iklim di suatu wilayah berkaitan dengan kondisi cuaca. Unsur atau elemen pembentuk cuaca meliputi intensitas penyinaran, angin, kelembaban udara, suhu dan tekanan udara.

Kondisi cauca pada suatu wilayah menentukan jenis flora yang tumbuh di daerah tersebut. Berbagai jenis flora menduduki peran sebagai produsen dalam rantai makanan. Artinya produsen menyediakan makanan bagi konsumen.

Ketersediaan jenis makanan menyebabkan persebaran fauna di dunia sangat beragam. Fauna herbivora membutuhkan banyak sumber makanan berupa vegetasi.

2. Edafik
Faktor edafik atau tanah sangat vital bagi tumbuh kembang tanaman. Kondisi tanah yang secara langsung berpengaruh terhadap tanaman adalah kesuburan tanah. Indikator kesuburan tanah adalah kandungan humus atau organik, unsur hara, tekstur dan struktur tanah serta ketersediaan air dalam pori tanah.

Keadaan tanah berpengaruh pada keadaan vegetasi pada suatu wilayah. Tanah yang subur akan memungkinkan tanaman berkembang dan tumbuh dengan optimal.
Hutan hujan kaya air

3. Air
Air adalah elemen esensial kehidupan di bumi ini. Ketersediaan air di suatu wilayah sangat tergantung pada unsur seperti curah hujan, jenis batuan, sturktur geologi dan keadaan relief. Daerah yang basah dan lembab akan kaya vegetasi seperti hutan hujan. Daerah yang miskin air dan kering akan minim vegetasi seperti gurun.

Secara iklim, wilayah tropis mendapatkan curah hujan tertinggi dan stabil di bumi sehingga hutan hujan tumbuh dan berkembang baik pada daerah ini. Daerah tropis adalah paru-paru dunia, seperti Brasil, Indonesia, Zaire, Kongo.

4. Topografi
Topografi berkaitan dengan ketinggian tempat atau lokasi. Daerah pantai yang ketinggiannya selevel air laut memiliki jumlah vegetasi lebih sedikit dibanding daerah dataran tinggi dengan curah hujan lebat. Variasi ketinggian tempat memengaruhi jenis vegetasi yang tumbuh di daerah tersebut.

Gambar: wikimedia
Klasifikasi Tumbuhan Menurut Tingkat Kelembapan Udara

Klasifikasi Tumbuhan Menurut Tingkat Kelembapan Udara

Kelembapan udara adalah total kandungan uap air yang ada dalam suatu ruang udara. Kandungan uap air sangat dipengaruhi oleh suhu udara.

Makin tinggi suhu udara maka makin banyak kandungan uap airnya. Kelembapan suatu wilayah sangat dipengaruhi oleh angin dan curah hujan.

Coba kamu olahraga di lapangan siang hari, pastinya kamu akan kegerahan bukan?. Panas matahri akan membuat air dalam tubuh mengalami transpirasi sehingga menguap ke udara.

Kelembapan sangat berperan dalam tingkat transpirasi tumbuhan dan memengaruhi sebaran vegetasi di permukaan bumi.

Tumbuhan dengan kebutuhan air tinggi tumbuh di tempat lembap dan sebaliknya. Hutan hujan adalah salah satu tempat lembap di bumi sehingga banyak tumbuhan berkembang di daerah ini.

Menurut tingkat kelembapan udaranya, tumbuhan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Xerofita adalah jenis tumbuhan yang dapat bertahan hidup pada lingkungan dengan kelembapan udara sangat rendah. Tumbuhan ini dapat hidup dan berkembang di lingkungan yang tidak memiliki persediaan air dan sangat kering.

Contoh xerofita adalah kaktus dan beberapa jenis tumbuhan kahs gurun. Pada daerah kering (arid) sangat jarang ditemukan badan air sehingga vegetasi gurun dominan punya akar yang panjang untuk mencari air yang jauh di dalam tanah.

Selain itu vegetasi gurun memiliki lapisan lilin untuk mengurangi penguapan. Contoh xerofita di Indonesia bisa ditemukan di wilayah Parangtritis Yogyakarta.
Tumbuhan xerofita
2. Mesofita adalah jenis tumbuhan darat yang hidup pada lingkungan lembap, tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering dan tidak terlalu dekat ke badan air. Contoh mesofita adalah anggrek dan jamur.
Contoh mesofita
3. Higrofita adalah jenis tumbuhan yang hidup pada lingkungan darat basah seperti paku-pakuan. Habitat higrofita ada di rawa atau padang rumput yang tergenang air. Tumbuhan higrofita memiliki daya transpirasi rendah sementara kelebihan air akan dikeluarkan melalui saluran tersendiri yang dinamakan stomata air.

Contoh higrofita
4. Hidrofita adalah tumbuhan yang hidup terendam sebagian atau seluruhnya di dalam air. Hidrofita punya batang bertipe lembut, daun tipis dan kadang tidak memiliki akar. Contoh hidrofita adalah eceng gondok, teratai dan selada air.
Tumbuhan hidrofita
5. Halofita adalah tumbuhan yang hidup di tanah dengan konsentrasi garam sangat tinggi. Tumbuhan ini tumbuh di rawa dekat dengan laut. Contoh tumbuhan halofita adalah bakau. Bakau tersebar di pantai utara Jawa, Bali, Sumatera bagian timur, Kalimantan bagain selatan dan Papua.
Contoh halofita
6. Tropofita adalah jenis tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan perubahan kelembapan ekstrim dan kekeringan. Jenis tumbuhan ini disebut juga tumbuhan tipe meranggas. Saat musim hujan daunnya lebat hijau dan saat kemarau akan kering dan gugur. Contoh tropofita adalah jati, kedondong, kapuk dan randu.
Tumbuhan tropofita
Rangkuman Materi Biologi: Animalia

Rangkuman Materi Biologi: Animalia

Kingdom Animalia merupakna kelompok hewan bersel banyak (Metazoa) yang selnya tidak punya dinding dan tidak berklorofil.

Kategori Animalia adalah filum Porifera, Ctenophora, Cnidaria, Platyhelminthes, Nematoda, Annelida, Arthropoda, Echinodermata, Mollusca dan Chordata.

Porifera adalah hewan dengan tubuh berpori-pori dan punya bentuk tubuh dan spikula beranekaragam.

Porifera berhabitat di perairan dan dibagi ke dalam 3 kelas yaitu Calcarea, Hexactinellida dan Demospongia.

Coelenterata adalah kelompok hewan beronggai yang dalam daur hidupnya dapat hidup sebagai polip atau medusa. Coelenterata terdiri atas dua filum yaitu Ctenophora dan Cnidaria.

Ctenophora memiliki mulut dan dua lubang anus, tidak punya sel penyengat (knidosit). Cnidaria haya punya satu lubang yang berfungsi sebagai mulut dan anus.

Cnidaria memiliki sel penyengat, membentuk karang  pantai, karang sawah dan atol. Cnidaria dibedakan menjadi 3 kelas yaitu Hydrozoa, Scyphozoa dan Anthozoa.

Platyhelminthes atau cacing pipih memiliki bentuk tubuh pipih, tidak memiliki rongga tubuh dan alat pencernaannya tidak sempurna. Pada umumnya cacing pipih hidup sebagai parasit namun ada juga yang hidup bebas di perairan. Platyhelminthes terbagi ke dalam tiga kelas yaitu Tubellaria, Trematoda dan Cestoda.

Nematoda atau cacing gilik punya bentuk tubuh silindris dan tidak beruas-ruas. Hewan ini punya sistem pencernaan yang sempurna dan hidup bebas.

Annelida disebut juga cacing gelang dan punya ciri tubuh panjang, beruas-ruas dan memiliki alat pencernaan sempurna. Annelida dibagi menjadi tiga kelas yaitu Polychaeta, Oligocaera dan Hidrudinea.

Mollusca atau hewan lunask memiliki mantel yang dapat membentuk cangkang. Myriapoda hidup di air maupun di darat dan hidup secara bebas atau parasit. Mollusca dibedakan menjadi lima kelas yaitu Polyplacophora, Scacopoda, Gastropoda, Pelecypoda dan Cephalopoda.

Arthropoda adalah hewan dengan ciri khusus kaki beruas-ruas. Tubuhnya memiliki kerangka luar (eksoskeleton) yang keras dan kaku dant erbuat dari kitin. Hewan ini hidup di darat, laut dan udara dan ada pula hidup bebas maupun sebagai parasit.

Arthropoda dibagi menjadi empat subfilum yaitu Crustacea, Chelicerata, Myriapoda dan Hexapoda (Insecta).

Echinodermata disebut juga hewan berkulit duri dan punya ciri tubuh tidak bersegmen-segmen namun berduri. Hewan ini hidup di laut. Echinodermata dibedakan menjadi lima kelas yaitu Asteroidea, Ophiuroidea, Echinoidea, Crinoidea dan Holothuroidea.

Chordata adalah hwan bertubuh simetris bilateral dan punya kerangka sumbu tubuh (korda dorsalis), sistem saraf pusat berbentuk pembuluh dan punya insang yang berhubungan dengan faring.

Salah satu subfilum Chordata adalah Vertebrata (hewan bertulang belakang) yang dibagi menjadi lima kelas yaitu Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves dan Mamalia.

Baca juga: Rangkuman kelas 11 bab sel
Kingdom Animalia
8 Kaidah-Kaidah Ekosistem Lingkungan

8 Kaidah-Kaidah Ekosistem Lingkungan

Ekosistem di bumi sangatlah banyak dari mulai puncak pegunungan hingga dasar lautan paling dalam. Tuhan menciptakan bumi beserta sistem di dalamnya agar alam ini tetap lestari. Dalam sebuah ekosistem terdapat suatu kaidah-kaidah yang menjadi prinsip dasar terjalinnya kehidupan yang kompleks disana. Berikut ini kaidah-kaidah suatu ekosistem:

1. Suatu ekosistem diatur dan dikendalikan alamiah.
2. Suatu ekosistem punya daya kemampuan yang optimal dalam keadaan seimbang. Di atas kemampuan itu ekosistem tidak lagi terkendali dengan akibat menimbulkan perubahan-perubahan lingkungan atau krisis lingkungan yang tidak lagi berada dalam keadaan lestari bagi kehidupan organisme.
3. Terdapat interaksi antara seluruh komponen lingkungan yang saling berinteraksi dan memengaruhi satu sama lain.
4. Interaksi ekosistem terjadi antara komponen biotik dengna baiotik, sesama komponen biotik dan sesama komponen abiotik.
5. Interaksi ekosistem senantiasa terkendali menurut suatu dinamika yang stabil untuk mencapai kondisi optimum mengikuti setiap perubahan yang dapat ditimbulkan terhadapnya dalam ukuran batas kesanggupan ekosistem.
6. Setiap ekosistem punya sifat-sifat yang khas disamping yang umum dan secara bersama-sama dengan ekosistem lainnya memiliki peranan terhadap ekosistem bumi (biosfer).
7. Setiap ekosistem tergantung dan dapat dipengaruhi oleh faktor tempat, waktu dan masing-masing membentuk basis-basis perbedaan diantara ekosistem itu sendiri sebagai pencerminan sifat-sifat yang khas.
8. Antara satu sama lain, masing-masing ekosistem juga melibatkan diri untuk memilih interaksinya pula secara tertentu.
Ekosistem pegunungan Alpin
Suatu ekosistem sangatlah rumit dan menjadi sebuah keajaiban penciptaan Tuhan. Hubungan antara organisme ada yang langsung dan tidak langsung. Dalam beberapa hal hubungannya sangat jauh. Arusenergi menempuh berbagai macam jalan. Untuk mempelajari ekosistem diperlukan pengamatan yang lama dan sulit.

Mungkin tidak ada satu ekosistem pun yang dapat dipahami seluruhnya karena seringkali muncul hal-hal ajaib nan terduga terjadi pada sebuah ekosistem. Diperlukan penelitian yang panjang untuk melihat hubungan interaksi antar komponen dalam sebuah ekosistem.

Dalam pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan, setiap pembangunan harus dapatmenjaga berfungsinya komponen-komponen lingkungan. Oleh sebab itu suatu ekosistem harus dipertahankan kelestariannya karena memiliki dampak yang menentukan tingkat kehidupan manusia maupuan organisme lainnya di bumi ini
Bioma Padang Rumput (Stepa/Sabana): Lokasi, Sebaran, Ciri, Jenis Vegetasi dan Hewan

Bioma Padang Rumput (Stepa/Sabana): Lokasi, Sebaran, Ciri, Jenis Vegetasi dan Hewan

Bioma padang rumput atau grassland adalah habitat darat yang didominasi rerumputan dan sedikit tumbuhan kayu atau semak.

Ada tiga jenis bioma padang rumput yaitu padang rumput sedang/hangat, padang rumput tropis sabana dan padang rumput stepa.

Sebagian besar padang rumput mengalami musim kemarau dan musim hujan. Selama musim kemarau, padang rumput sangat rentan terhadap kebakaran yang sering dipicu dari adanya sambaran petir.

Curah hujan tahunan di habitat padang rumput lebih besar dari curah hujan tahunan yang terjadi di habitat gurun.

Padang rumput menerima curah hujan yang cukup untuk mendukung pertumbuhan rumput dan tanaman lainnya, tetapi tidak cukup untuk mendukung pertumbuhan jumlah yang signifikan seperti di hutan hujan.

Tanah padang rumput juga membatasi struktur vegetasi yang tumbuh di dalamnya. Secara umum, tanah padang rumput terlalu dangkal dan kering untuk mendukung pertumbuhan pohon.

Fauna Padang Rumput
Padang rumput mendukung berbagai satwa liar termasuk reptil, Mamalia, amfibi, burung dan banyak jenis invertebrata.

Padang rumput kering Afrika adalah salah satu yang paling beragam dalam hal ekologis dari semua padang rumput dengan populasi hewan seperti jerapah, Zebra, singa, Hyena, badak, dan Gajah.

Padang rumput di Australia menyediakan habitat bagi kanguru, tikus, ular, dan berbagai burung. Padang rumput di Amerika Utara dan Eropa mendukung serigala, kalkun liar, Coyote, angsa Kanada, Crane, bison, Bobcats, dan elang.

Beberapa spesies tumbuhan umum yang hidup di padang rumput Amerika Utara adalah rumput kerbau, Aster, conefturunkan, Semanggi, goldenrods, dan Indigos liar.
Bioma Sabana di Afrika
Karakteristik Bioma Padang Rumput
Berikut ini adalah karakteristik kunci dari padang rumput sabana dan stepa:
1. Struktur vegetasi yang didominasi rumput
2. Iklim semi-kering
3. Curah hujan dan tanah tidak cukup untuk mendukung pertumbuhan pohon yang signifikan
4. Paling umum di berlokasi di lintang sedang dan pedalaman benua
5. Sabana dan stepa sering dimanfaatkan untuk penggunaan pertanian

Klasifikasi Padang Rumput
Bioma padang rumput diklasifikasikan dalam hirarki habitat berikut:
1. Padang rumput beriklim sedang
Padang rumput sedang adalah habitat yang didominasi oleh rumput dan sangat sedikit vegetasi dan dan semak belukar besar.

Di padang rumput hangat ini rumput sangat tinggi saat ucaca basah dan lembab dan rumput pendek Prairies muncul saat musim panas dan musim dingin (udara kering).

Tanah padang rumput beriklim memiliki lapisan atas yang kaya gizi. Kekeringan musiman sering disertai dengan kebakaran yang mencegah pohon dan semak belukar tumbuh.

2. Padang rumput tropis
Padang rumput tropis adalah padang rumput yang terletak di dekat Khatulistiwa. Lingkungan ini memiliki cuaca lebih hangat, iklim basah dari padang rumput sedang dan sering kekeringan saat kemarau.

Padang rumput tropis didominasi oleh rumput tetapi juga memiliki beberapa pohon yang tersebar tidak merata. Tanah padang rumput tropis sangat berpori dan cepat infiltrasinya. Padang rumput tropis tersebar di Afrika, India, Australia, Nepal, dan Amerika Selatan.

3. Padang rumput stepa
Padang rumput stepa kering merupakan padang rumput yang berbatasan dengan gurun semi-kering. Rumput yang ditemukan di padang rumput stepa jauh lebih pendek daripada padang rumput beriklim sedang dan tropis. Padang rumput steppe sangat sedikit vegetasi kecuali di sepanjang tepi sungai.
Sabana Baluran Jawa Timur
Hewan Bioma Padang Rumput
Beberapa hewan yang menghuni padang rumput bioma termasuk:
1. Gajah Afrika (Loxodonta Africana)-gajah Afrika memiliki kepala besar, telinga besar, dan batang berotot panjang. Dua gigi depan dari gajah Afrika tumbuh menjadi Gading besar yang melengkung ke depan.
2. Singa(panthera Leo)-singa adalah yang terbesar dari semua kucing Afrika. Singa menghuni Sabana di Afrika dan hutan gir di barat laut India.
3.  Hyena (Crocuta Crocuta)-Hyena adalah predator penghuni padang rumput, Savana, dan semi-gurun dari sub-Sahara Afrika. Populasi hyena tertinggi di Serengeti, sebuah ekosistem dataran luas yang membentang dari Utara Tanzania sampai Kenya barat daya.
4. Bison Amerika (Bison Bison)-jutaan Bison digunakan untuk menjelajah padang rumput Amerika Utara, daerah Boreal, dan semak belukar.
Fauna Bioma Padang Rumput
Bioma Hutan Gugur: Lokasi, Sebaran, Ciri, Jenis Vegetasi dan Hewan

Bioma Hutan Gugur: Lokasi, Sebaran, Ciri, Jenis Vegetasi dan Hewan

Bioma hutan gugur adalah salah satu jenis bioma daratan yang punya karakteristik khas. Hutan gugur memiliki ciri wilayah dengan curah hujan relatif cukup tinggi, lembab dan beberap jenis tumbuhan hutna gugur.

Hutan gugur akan kehilangan daun saat musim dingin tiba. Suhu yang turun drastis dan sinar matahari yang pendek membuat tumbuhan kesulitan untuk berfotosintesis. Dengan demikian pohon akan menggugurkan daun dan tunas baru akan muncul di musim semi saat suhu hangat kembali.

Hutan gugur memiliki variasi suhu yang berkorelasi dengan musim yang khas. Suhu berkisar dari panas di musim panas, dengan tertinggi hingga 86 F, sangat dingin di musim dingin, dengan suhu bisa mencapai -22 F. Bioma hutan gugur sedang menerima curah hujan yang melimpah, biasanya antara 20 dan 60 inci per tahun curah hujan. Presipitasi di hutan gugur dalam bentuk hujan dan salju.
Bioma hutan gugur di Eropa
Lokasi
Hutan deciduous biasanya ditemukan di belahan bumi utara. Beberapa lokasi hutan gugur meliputi Asia Timur, Eropa Tengah dan Barat,  Amerika Serikat Timur.

Hutan gugur memiliki ciri wilayah dengan curah hujan relatif cukup tinggi, lembab dan beberap jenis tumbuhan hutna gugur.
Karena curah hujan hutan gugur relatif tinggi dan punya humus tebal, maka hutan ini dapat mendukung beberapa vegetasi untuk tumbuh berkembang. Vegetasi hutan gugur dapat tumbuh mulai dari lumut hingga pohon besar. Beberapa vegetasi khas hutan hujan adalah:

1. Tipe Kanopi = maple, Walnut
2. Pohon kecil = dogwoods, redbuds shadbush
3. Semak = azalea, huckleberries
4. Herb = Timun India
5. Lantai Dasar = lumut, lichen

Mosses adalah tanaman nonvaskular yang memainkan peran ekologis penting dalam bioma hutan gugur. Tanaman kecil dan padat ini sering menyerupai karpet hijau vegetasi. Mereka berkembang di daerah lembab dan membantu untuk mencegah erosi tanah dan juga berfungsi sebagai sumber panas selama bulan dingin.

Tidak seperti lumut, lichens bukanlah tanaman. Mereka adalah hasil dari hubungan simbiosis antara alga atau sianteria dan jamur. Lichens adalah pengurai penting dalam lingkungan karena mengurai tumbuhan yang mati. Lichens membantu untuk mendaur ulang daun tanaman, sehingga menghasilkan tanah yang subur di bioma hutan gugur.
Lumut paku
Satwa liar
Hutan gugur adalah rumah bagi biosistem satwa liar yang beragam termasuk berbagai serangga dan laba-laba, serigala, rubah, beruang, Coyote, Bobcats, singa gunung, elang, kelinci, rusa, skunks, tupai, raccoons, tupai, rusa, ular, dan Kolibri.

Hewan hutan gugur memiliki banyak cara yang berbeda beradaptasi dengan dingin dan kurangnya makanan di musim dingin. Beberapa hewan hibernasi selama musim dingin dan muncul di musim semi ketika makanan lebih banyak. Hewan lain menyimpan makanan dan menggali tanah untuk melindungi dari paparna suhu dingin. Banyak hewan melarikan diri kondisi yang keras dengan bermigrasi ke daerah yang lebih hangat di musim dingin.

Hewan lain telah beradaptasi dengan lingkungan hutan gugur dengan menyamarkan warna sesuai tumbuhan. Beberapa kamuflase diri sebagai daun, tampak hampir tidak dibedakan dari dedaunan. Jenis adaptasiini untuk melindungi dari predator.
Burung Kolibri

Bioma Kaparal: Lokasi Sebaran, Karakteristik, Vegetasi dan Fauna

Bioma Kaparal: Lokasi Sebaran, Karakteristik, Vegetasi dan Fauna

Kaparal atau Chaparrals adalah salah satu bioma unik di bumi. Mungkin sebagian kamu belum familiar dengan bioma yang satu ini.

Kaparal adalah wilayah kering yang biasa ditemukan di daerah sepanjang garis pantai. Lanskap kaparal didominasi oleh semak cemara dan rumput.

Iklim Kaparal
Kaparal sebagian besar beriklim panas dan kering di musim panas dan hujan di musim dingin, dengan suhu berkisar dari sekitar 30-100 derajat Fahrenheit.

Kaparal menerima hujan atau presipitasi yang rendah, biasanya antara 10-40 inci presipitasi setiap tahunnya.

Sebagian besar curah hujan ini adalah dalam bentuk hujan (air) dan itu terjadi sebagian besar di musim dingin.

Kondisi kering dan panas menciptakan lingkungan yang sangat rawan kebakaran saat suhu panas ekstrim.  Petir adalah satu penyebab kebakaran di bioma kaparal.
Bioma Kaparal
Lokasi
Beberapa lokasi dari kaparal meliputi:

1. Wilayah pesisir Australia (Barat dan Selatan)
2. Daerah pesisir di Laut Mediterania-Eropa, Afrika Utara, Asia kecil
3. Amerika Utara-pantai California
4. Amerika Selatan-pantai Chile
5. Wilayah Tanjung Afrika Selatan

Vegetasi
Karena kondisi yang sangat kering dan kualitas tanah yang buruk, hanya berbagai kecil tanaman dapat bertahan hidup.

Sebagian besar tanaman ini meliputi semak cemara besar dan kecil dengan tebal, daun kasar. Jenis vegetasi di daerah kaparal sangat sedikit.

Seperti tanaman gurun, tanaman di kaparal sudah beradaptasi untuk hidup di daerah panas, kering.

Beberapa tanaman kaparal memiliki daun keras, tipis, seperti jarum untuk mengurangi evaporasi. Tanaman lain memiliki rambut di daun mereka untuk mengumpulkan air dari udara. Banyak tanaman tahan api yang juga ditemukan di daerah ini.

 Beberapa tanaman seperti chamise bahkan memiliki lapisan minyak yang seolah sengaja memancing kebakaran.

Tanaman ini kemudian tumbuh di lingkungan abu sisa kebakaran setelah daerah telah dibakar. Tanaman lain berada tetap di bawah tanah dan hanya tumbuh setelah kebakaran.

Contoh tanaman kaparal termasuk Sage, rosemary, thyme, semak belukar, kayu putih, chamiso semak, pohon willow, pinus, oak dan pohon zaitun.
Fauna Kaparal
Satwa liar
Kaparal adalah rumah bagi banyak hewan tanah. Hewan kaparal adalah tupai tanah, jackrabbits, Gophers, skunks, katak, kadal, ular, dan tikus. Hewan lain termasuk aardwolves, Pumas, rubah, burung hantu, elang, rusa, burung puyuh, kambing liar, laba-laba, kalajengking, dan berbagai jenis serangga.

Banyak hewan kaparal bertipe nokturnal. Mereka istirahat di bawah tanah untuk menghindari panas di siang hari dan keluar malam untuk mencari makan.

Hal ini memungkinkan mereka untuk melestarikan air, energi dan juga menjaga diri selama kebakaran. Hewan kaparal lain seperti beberapa tikus dan kadal, mengeluarkan urin semi padat untuk mengurangi evaporasi.
Bioma Taiga: Lokasi, Sebaran, Ciri, Vegetasi dan Hewan

Bioma Taiga: Lokasi, Sebaran, Ciri, Vegetasi dan Hewan

Kali ini kita akan bahas salah satu jenis bioma yaitu hutan konifer alias taiga. Taiga atau hutan Boreal atau hutan konifer adalah hutan pohon cemara lebat yang tersebar di seluruh Amerika Utara, Eropa, dan Asia. Taiga adalah bioma terbesar alias terluas di dunia.

Hutan boreal ini memainkan peran penting dalam siklus nutrisi karbon dengan menghapus karbon dioksida (CO2) dari atmosfer dan menggunakannya untuk menghasilkan molekul organik melalui mekanisme fotosintesis. Senyawa karbon beredar di atmosfer dan mempengaruhi iklim global.

Iklim

Iklim di bioma taiga sangat dingin. Musim dinginnya panjang dan keras dengan suhu di bawah titik beku. Musim panas yang pendek dan sejuk dengan suhu berkisar antara 20 sampai 70 F.

Curah hujan tahunan biasanya antara 15 sampai 30 inci, sebagian besar dalam bentuk salju. Karena air tetap beku dan tidak dapat digunakan untuk tanaman untuk sebagian besar tahun, taiga dianggap sebagai daerah kering.
Hutan Taiga Saat Musim Salju
Lokasi
Beberapa lokasi sebaran taiga meliputi:
1. Alaska
2. Kanada tengah
3. Eropa
4. Asia Utara-Siberia

Vegetasi di Taiga
Karena suhu dingin dan penguraian organik lambat, taiga memiliki tanah yang tipis dan asam guys. Hutan konifer atau sejenis cemara dan semua yang berdaun jarum adalah ciri khas taiga.

Termasuk pohon pinus, cemara, dan cemara, yang populer untuk pohon Natal. Jenis pohon hutan konifer lainnya termasuk pohon beech, willow, poplar dan Adler.

Vegetasi taiga sudah menyesuaikan diri dengan baik dengan kondisi ekstrim taiga. Bentuk pohon seperti kerucut memungkinkan salju jatuh lebih mudah dan mencegah cabang patah akibat beban salju. Bentuk daun seperti jarum dan punya lapisan lilin membantu untuk mencegah hilangnya air.
Fauna Taiga

Fauna Taiga
Beberapa spesies hewan hidup di dalam bioma yang sangat dingin. Taiga adalah rumah bagi berbagai hewan seperti finches, burung pipit, tupai dan Jays. Herbivora besar termasuk rusa, karibu, rusa, kerbau, dan rusa juga dapat ditemukan di taiga. Hewan lain yang ada di antaranya adalah kelinci, berang-berang, Lemmings, minks, ermines, angsa, wolverines, serigala, beruang grizzly dan berbagai serangga. Serangga memainkan peran penting dalam rantai makanan dalam bioma ini karena mereka bertindak sebagai pengurai dan mangsa untuk hewan lain, terutama burung.

Hutan Taiga Musim Semi
Untuk menghindari kondisi yang keras musim dingin di taiga, banyak hewan seperti tupai dan kelinci Burrow membuat sarang di tanah untuk tempat berlindung dan mencari kehangatan.

Hewan lain, termasuk reptil dan beruang grizzly akan berhibernasi saat musim dingin. Hewan lain seperti rusa, rusa, dan burung bermigrasi ke daerah yang lebih hangat selama musim dingin.
close