Geograph88: Geologi | Berbagi Pengetahuan Kebumian
Rangkuman OSN Kebumian: Contoh-Contoh Batuan Sedimen Karbonat

Rangkuman OSN Kebumian: Contoh-Contoh Batuan Sedimen Karbonat

Batuan sedimen pada dasarnya adalah jenis batuan yang dihasilkan dari proses pengendapan. Ada beragam jenis batuan sedimen. Salah satunya adalah batuan sedimen karbonat.

Batuan sedimen karbonat terbentuk dari hasil proses kimiawi, dan juga proses biokimia. Kelompok
batuan karbonat antara lain adalah batugamping dan dolomit.

Mineral utama penyusun batuan karbonat adalah Kalsit (Calcite) (CaCO₃) dan Dolomit (Dolomite) (CaMg(CO₃)₂).

Berikut ini contoh nama-nama batuan sedimen karbonat:

a. Mikrit (Micrite) (microcrystalline limestone), berbutir sangat halus, mempunyai warna kelabu cerah hingga gelap, tersusun dari lumpur karbonat (lime mud) yang juga dikenali sebagai calcilutite.

Micrite

b. Batugamping oolitik (Oolitic limestone) batugamping yang komponen utamanya terdiri dari bahan atau allokem oolit yang berbentuk bulat.

Oolitic limestone

c. Batugamping berfosil (Fossiliferous limestone) merupakan batuan karbonat hasil dari proses biokimia. Fosil yang terdiri dari bahan / mineral kalsit atau dolomit merupakan bahan utama yang membentuk batuan ini.

Fossiliferous limestone)

d. Kokina (Coquina) cangkang fosil yang tersimen

Coquina


e. Chalk terdiri dari kumpulan organisme planktonic seperti coccolithophores; fizzes readily in acid.

chalk

f. Batugamping kristalin (Crystalline limestone)

crystaline gamping

g. Travertine terbentuk dalam gua batugamping dan di daerah air panas hasil dari proses kimia

Travertine

h. Batu gamping intraklastik (intraclastic limestone), pelleted limestone

intraclastice limestone
 

Sumber: Djauhari Noor, Pengantar Geologi Dasar.

Perbedaan Batu Breksi dan Konglomerat

Perbedaan Batu Breksi dan Konglomerat

Dalam batuan sedimen kita mengenal berbagai jenis batuan diantaranya paling terkenal adalah breksi dan konglomerat. Lalu apa perbedaan dari kedua jenis batuan tersebut?.
 
Konglomerat (kiri) dan Breksi (kanan)
Breksi adalah bahan geologi yang terdiri dari beberapa fragmen atau potongan batuan yang dipadatkan bersama-sama dalam bahan yang mengikat seperti tanah liat atau semen. Breksi sering terjadi pada daerah tektonik atau tempat terjadinya patahan batuan. Contoh taman breksi vulkanik ada di wilayah Nglanggeran Gunung Kidul Yogyakarta

Sedangkan konglomerat adalah bahan geologi yang terdiri dari batuan kerikil atau batu besar yang dipadatkan bersama-sama dalam bahan yang mengikat seperti tanah liat atau semen. Konglomerat sering ditemukan dalam formasi sedimen dan dapat dibentuk oleh proses aliran air atau angin.

Secara ringkas, perbedaan utama antara breksi dan konglomerat adalah ukuran fragmen batuan yang dipadatkan bersama-sama dalam bahan yang mengikat. Breksi terdiri dari fragmen batuan kecil, sementara konglomerat terdiri dari batu besar.
 
Baik breksi atau konglomerat keduanya tergolong jenis batuan sedimen klastik. Batu breksi terbentuk dari pecahan atua fragmen batuan yang runcing dari hasil longsoran mengalami akumulasi lau membatu. Bentuk fragmen yang menyudut tajam menandakan breksi tidak mengalami transportasi yang panjang.
 
Sementasi batuan sedimen
Setelah deposisi, fragmen breksi kemudian menyatu melalui proses sementasi dibantu oleh air. Komposisi fragmen batuan breksi bervariasi bisa batupasir, gamping, granit, chert, basalt atau lainnya. Breksi memilikki warna yang variatif tegantung fragmen pembentuknya.

Sementara itu konglomerat adalah batuan sedimen yang memiliki fragmen yang relatif membundar. Hal ini mengindikasikan fragmen mengalami transportasi panjang sebelum mengalami sementasi. Wilayah pembentukan konglomerat umumnya di wilayah fluvial atau sungai.

Fragmen batuan konglomerat biasanya lebih besar dari 2 mm. Batuan konglomerat banyak digunakan untuk hiasan atau ornamen rumah seperti keramik karena estetikanya.
Daerah Pengendapan Tikungan Sungai

Daerah Pengendapan Tikungan Sungai

Pernahkah kamu bermain di pasir yang ada di pinggir sungai?

Jika iya maka kamu termasuk orang yang bahagia. 

Tapi tahukah kamu bahwa banyak sekali jenis endapan sungai itu. Pengendapan atau pengangkutan oleh sungai tergantung pada kondisi air sungai yang meliputi :

a. Kepekatan (density)
b. Kekentalan ( viscosity)
c. Kecepatan aliran (velocity)

Kenampakan-kenampakan yang dijumpai sebagai hasil proses pengendapan oleh sungai pada ;


a. Lembah yang lebar adalah :
· Flood plain “ (dataran banjir ), yaitu dataran luas disebelah menyebelah sungai yang tersusun oleh endapan hasil luapan sungai. Bila banjir, sungai akan meluap menggenang 
· Sungai bermeander, yaitu sungai yang berkelok-kelok.
· Oks-bow lake (danau tapal kuda), yaitu danau yang berbentuk seperti tapal kuda. Terbentuk karena meander sungai yang terpotong.
· Stream terrace (teras sungai), yaitu teras-teras pada tepi sungai, biasanya bertingkat-tingkat. Terbentuk karena daerah aliran sungai mengalami pengangkatan.
· Braided-stream (sungai teranyam), yaitu sungai yang alirannya seperti anyaman, berupa alur-alur yang menyebar dan saling memotong dalam satu saluran sungai. Terbentuk karena material yang diendapkan di tengah aliran sungai.
· Point-bar deposit, yaitu endapan sungai yang terdapat pada kelokan sungai sebelah dalam.
Gosong Pasir Sungai
b. Mulut lembah:
· Alluvial fan” (kipas aluvial), yaitu endapan pada mulut lembah yang berbentuk kipas.
c. Muara sungai:
· Delta, yaitu endapan sungai di muara sungai yang berbentuk segitiga. Delata terbentuk bila energi asal daratan lebih besar dari pada energi asal laut. Secara garis besar, endapan delta terdiri dari kelompok, yaitu:
· Top set bed, yaitu begian atas dengan perlapisan yang relatif horizontal.
· Fore set bed, yaitu bagian tengah dengan perlapisan yang relatif mempunyai kemiringan besar.
· Bottom set bed, yaitu bagian bawah dengan perlapisan dengan kemiringan kecil.
Delta  Sungai
Gambar:disini disini
Daftar Nama Gunung Api di Indonesia

Daftar Nama Gunung Api di Indonesia

Di dunia, indonesia terkenal karena jumlah gunung api yang sangat banyak. 

Banyaknya gunung api di indonesia karena pengaruh lokasi indonesia yang berada di batas pertemuan tiga lempeng aktif dunia. 

Sudah tahukah kamu nama-nama gunung api di indonesia?. Berikut nama-namanya berserta status keaktifannya. Sumber; disini
Peta Sebaran Gunung Api Indonesia
PULAU SUMATERA
TIPE A
1. Silawih Agam
2. Peuetsagoe
3. Bur Ni Telong
4. Sinabung
5. Sorik Marapi
6. Marapi
7. Tandikat
8. Talang
9. Kerinci
10. Sumbing
11. Kaba
12. Dempo
13. Krakatau
TIPE B
1. Bur Ni Geureudong
2. Sibayak
3. Pusuk Buhit
4. Bual-Buali
5. Talakmau
6. Kunyit
7. Blerang Beriti
8. Bukit Daun
9. Lumut Balai
10. Sekicau Belirang
12. Rajabasa
TIPE C
1. Pulau Weh
2. Gyolesten
3. Helatoba Tarutung
4. Marga Bayur
5. Hulubelu

PULAU JAWA
TIPE A
1. Salak
2. Gede
3. Tangkubanperahu
4. Papandayan
5. Guntur
6. Galunggung
7. Ciremai
8. Slamet
9. Butak Petarangan
10. Dieng
11. Sundoro
12. Sumbing
13. Merbabu
14. Merapi
15. Kelut
16. Arjuno Welirang
17. Semeru
18. Bromo
19. Lamongan
20. Raung
21. Ijen
TIPE B
1. Pulosari
2. Karang
3. Patuha
4. Wayang Widu
5. Talagabodas
6. Ungaran
7. Lawu
8. Wilis
9. Argopuro
TIPE C
1. Kiaraberes Gagak
2. Perbakti
3. Kawah Manuk
4. Kawah Kamojang
5. Kawah Karaha Bodas

PULAU BALI
TIPE A
1. Agung
2. Batur
TIPE B
-
TIPE C
-

PULAU NUSA TENGGARA BARAT
TIPE A
1. Rinjani
2. Sangeangapi
3. Tambora
TIPE B
-
TIPE C
-

PULAU NUSA TENGGARA TIMUR
TIPE A
1. Inie Lika
2. Inie Rie
3. Ebulobo
4. Iya
5. Kelimutu
6. Rokatenda
7. Egon
8. Lewotobi Laki-laki
9. Lewotobi Perempuan
10. Ili Boleng
11. Lereboleng
12. Lewotolo
13. Ili Werung
14. Batubara
15. Sirung
16. Hobal
TIPE B
1. Ili Muda
2. Ili Labalekan
3. Jersey
TIPE C
1. Waisiono
2. Pocoleok
3. Sokoria
4. Ndetu Sko
5. Riangkotang

PULAU SULAWESI SANGIHE
TIPE A
1. Una-Una
2. Ambang
3. Soputan
4. Lokon
5. Mahawu
6. Tongkoko
7. Ruang
8. Karangetang
9. Banua Wuhu
10. Awu
11. Submarin 1922
TIPE B
1. Sempu
2. Klabat
TIPE C
1. Batukolok
2. Tempang
3. Tampusu
4. Lahendong
5. Sarongsong

KEPULAUAN MALUKU
TIPE A
1. Emperor of China
2. Nieuwerkerk
3. Gunungapi
4. Wurali P.Damar
5. Serawerra P. Teon
6. Laworkawra P. Nila
7. Legatala P. Serua
8. Banda Api
9. Dukono
10. Malupang Walirang
11. Gamkonora
12. Gamalama
13. Kie Besi
TIPE B
1. Manuk
2. Todoko
3. Ibu
Pengertian Busur Vulkanik dan Non Vulkanik Indonesia

Pengertian Busur Vulkanik dan Non Vulkanik Indonesia

Wilayah daratan merupakan bagian dari permukaan bumi yang tidak digenangi air dan berbentuk padat. 

Bentuk muka bumi berupa daratan dapat dibedakan menjadi dataran rendah, dataran tinggi, bukit, gunung, dan pegunungan. 

Secara umum setiap bentuk muka bumi menunjukkan pola aktivitas penduduk yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar dengan 17.504 pulau. Umumnya, pulau-pulau tersebut memiliki karakteristik topografi tersendiri. 

Susunan bentang alamnya dapat berupa dataran rendah, dataran tinggi, perbukitan, dan pegunungan. 

Kenampakan fisik yang utama adalah pegunungan. Pegunungan merupakan rangkaian gunung yang memanjang.

Indonesia menjadi titik temu dua rangkaian pegunungan muda dunia, yaitu sirkum mediterania dan sirkum pasifik. Pegunungan sirkum mediterania membentuk dua busur pegunungan, yaitu busur luar dan busur dalam.

1. Busur dalam bersifat vulkanik karena berhubungan dengan proses subduksi. Proses ini memicu lempeng menghujam, kemudian meleleh menjadi magma dan menjadi gunung berapi. 

Busur pegunungan ini ditemukan di sepanjang bukit barisan (Pulau Sumatera), jalur gunung api di pulau Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Alor, Solor, Wetar, Kepulauan Banda, dan Pulau Saparua. 

Gunung api yang ada di busur dalam antara lain Gunung Leuser, Gunung Krakatau, Gunung Merapi, gunung Bromo, Gunung Agung, dan Gunung Rinjani.

2. Busur luar tidak bersifat vulkanik karena hanya merupakan rangaian pegunungan lipatan akibat tumbukan di tepi lempeng. 

Busur pegunungan ini terdapat di pulau Simelu, Pulau Nias, Kepulauan Mentawai, dan Pulau Enggano. Busur luar kemudian membentuk jalur pegunungan dasar laut sepanjang pantai barat Sumatera dna pantai selatan Jawa. 

Busur pegunungan ini kembali muncul di daratan Pulau Sewu, Rote, Timor, Babar, kepulauan Kei, Pulau Seram, dan Pulau Buru.
Busur vulkanik dan non vulkanik Indonesia
Rangkaian pegunungan sirkum pasifik yang membentuk Cincin Api Pasifik memiliki dua cabang di Indonesia,

1. Cabang yang memanjang dari Pulau Luzon ke pegunungan di Kalimantan melalui pulau Pahlawan dan Kepulauan Sulu. Pada cabang sirkum pasifik di Kalimantan, tidak ada gunung api aktif.

2. Cabang yang memanjang dari Pulau Luzon ke Samar, Mindanao, Kepulauan Sangihe, dan Pulau Sulawesi lalu menyambung ke Busur Papua di Halmahera lalu Pulau Papua. Busur Papua terbentuk akibat tumbukan Lempeng Australia terhadap Lempeng Pasifik.

Gunung api Indonesia menjadi bagian Pasific Ring of Fire. Beberapa gunung api di Indonesia terkenal dengan letusan yang dahsyat. 

Contohnya gunung Krakatau yang meletus tahun 1883 dengan kekuatan setara 150 megaton TNT, 10.000 kali kekuatan bom Hirosima dan Nagasaki, gunung Toba yang menyebakanterjadinya musim dingin vulkan selama enam tahun setelah ledakannya sekitar 74.000 tahun yang lalu..

Geologi Kerak Benua dan Kerak Samudera

Geologi Kerak Benua dan Kerak Samudera

Bumi merupakan planet yang dinamis dan terus mengalami perkembangan dari sejak mulai terbentuk hingga saat ini.

Bumi terdiri dari beberapa lapisan yang setiap lapisan memiliki karakteristik masing-masing. Lapisan permukaan paling atas dinamakan litosfer (kerak bumi).

Litosfer berasal dari kata lithos yang artinya batuan dan sphere yang artinya lapisan. Jadi litosfer adalah lapisan batuan yang membentuk permukaan bumi atau sering disebut juga dengan lapisan kulit/kerak bumi.
Komposisi kerak bumi
Unsur penyusun litosfer adalah Oksigen (46,6%), Silikat (27,7%), Alumunium (8,1%), Besi 5%, Kalsium 3,6%, Natrium 2,8%, Kalium 2,6% dan Magnesium 2,1%.

Kerak bumi merupakan lapisan paling luar yang bersifat keras, padat, relatif dingin dan memiliki ketebalan antara 70 – 100 km yang tersusun atas batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf.  Litosfer terdiri dari kerak benua (continental crust) dan kerak samudera (oceanic crust). Perbedaan kerak benua dan kerak samudera adalah sebagai berikut.
Kerak benua melakukan sesuatu yang berbeda dari kerak samudera. Densitas kerak benua lebih kecil dibandingkan kerak samudera.

Maka kerak samudera mengapung diatas mantel bumi. Kerak benua juga terdiri atas dasar laut dangkal dekat pantai yang disebut landas kontinen.

Tidak seperti kerak samudera yang punya batuan lebih muda, kerak benua dapat memiliki batuan hingga berumur 4 milyar tahur yang terdiri dari batuan beku, batuan sedimen maupun batuan metamorf.

Seiring waktu berjalanm kerak benua saling bertabrakan satu sama lain sehingga mengarah pada penghancuran. Kerak benua yang bertabrakan akan menghasilkan deretan pegunungan.

Kemudian tenaga eksogen seperti pelapukan dan erosi dapat mengikis kerak benua sehingga tidak berbekas lagi.
Fenomena Siklus Batuan

Fenomena Siklus Batuan

Berdasarkan teori tentang pembentukannya, bumi berasal dari gas lalu berubah menjadi bola cair pijar dan kemudian membeku di bagian luarnya.

Pembekuan pertama dari cairan tersebut merupakan batuan beku yang tertua. Batuan beku tertua yang pernah ditemukan terdapat dalam bentuk intrusi pada pada batuan yang lebih tua lagi.

Batuan tersebut meskipun sekarang tergolong batuan metamorfosis, sebelumnya tentu merupakan batuan sedimen.

Sedimen tua ini sebelumnya pasti berasal dari batuan beku yang lebih tua lagi sebagai hasil penghancuran iklim atau pelapukan.

Batuan beku tertua itu merupakan dasar tempat batuan sedimen dibentuk, akan tetapi batuan dasar demikian telah lama hilang disebabkan oleh fusi atau penelanan kembali batuan tersebut menjadi magma.

Banyak ahli berpendapat bahwa kemungkinan besar batuan sedimen dan batuan metamorf menjadi magma karena penurunan yang sangat dalam.

Semua batuan beku berasal dari magma yang kemudian kembali ke kerak bumi menjadi magma kembali, dengan cara disintegrasi mineral-mineral radioaktif dan cairan-cairan panas yang memasuki batuan-batuan beku menjadi panas dan mencair.

Jika siklus batuan dimulai dari batuan beku, maka batuan akan terbentuk dari magma melalui proses pendinginan. Batuan beku tadi akan mengalami proses-proses kimia fisika oleh gaya-gaya geologi. Dari ini terbentuk sedimen klastik berupa endapan-endapan yang tidak larut.

Material-material yang larut dengan pertolongan organisme membentuk sedimen organik, sedangkan larutan lain karena proses penguapan, konsentrasi serta pengendapan kimia membentuk sedimen kimia.

Batuan beku dan batuan sedimen tersebut karena proses tekanan, temperatur dan aktivitas zat kimia akan diubah menjadi batuan metamorfosis.

Seluruh perubahan tersebut berlangsung dalam jutaan tahun. Batuan metamorfosis mungkin akan menjadi magma, karena magma dapat menelan dan menyerap kembali batuan metamorf yang berada jauh di dalam bumi karena adanya tekanan dan panas dari magma didekatnya. Secara sederhana, siklus batuan dapat dilihat pada gambar.
Siklus batuan di bumi
Contoh, Deskripsi Ciri-Ciri Batuan Beku

Contoh, Deskripsi Ciri-Ciri Batuan Beku

Batuan beku adalah batuan yang terbentuk karena pendinginan magma. Batuan beku terdiri dari batuan beku intrusif dan ekstrusif.

Batuan beku intrusif mengalami pembekuan di dalam bumi sementara batuan beku ekstrusif mengalami pembekuan di luat permukaan bumi.

Untuk memahami macam-macam batuan beku akan lebih mudah jika sudah mengenal berbagai macam sifat mineral. Di bawah ini deskripsi beberapa batuan beku yang banyak ditemukan di permukaan bumi.
Deskripsi batuan beku
1. Granit; merupakan batuan plutonik dengan struktur holokristalin dan tekstur dengan butiran sedang (medium grained).

Komposisi batuan granit terdiri dari kwarsa berwarna putih atau kelabu, ortoklas berwarna merah muda, putih atau abu-abu, plagioklas dalam jumlah yang sedikit, biotit, hornblende dan kadang-kadang terdapat piroksin (augit).

Mineral-mineral aksesor yang hampir selalu menyertai antara lain apatit, magnetit, dan zircon. Kadang-kadang batuan granit ada yang berbutir kasar (coarse grained), misalnya pegmatit.

Pegmatit berasal dari batuan granit yang mempunyai komposisi mineralogi lebih asam, dan mengandung mineral-mineral mika dalam bentuk besar-besar, tetapi yang utama mengandung feldspar dan kwarsa.

2. Rhyolit, batuan ini merupakan batuan beku luar dengan komposisi mineral sama dengan batuan granit. Teksturnya yaitu porfir, mineralnya berbutir halus (fine grained). Rhyolit biasanya berwana terang seperti granit.

3. Syenit; merupakan batuan plutonik, komposisi mineralnya sama dengan batuan granit, tetapi tidak mengandung kwarsa atau hanya sedikit saja.

Warnanya lebih tua daripada batuan granit dan jarang ditemukan di permukaan bumi. Batuan effusifnya dinamakan trachyt atau profit syenit.

Pada batuan ini terdapat fenokrist-fenokrist berukuran besar yang berasal dari mineral sanidin dan ditemukan mineral aksesor, yaitu apatit, zircon dan titanit.

4. Diorit; merupakan batuan plutonik dengan struktur holokristalin dengan tekstur coarse grained (butir kasar).

Komposisi mineralnya terdiri dari plagioklas, hornblende dan sedikit mengandung kwarsa serta ortoklas. Warna diorite lebih tua dari pada batuan granit yaitu hijau cerah atau hijau ke-abu-abuan.

5. Andesite; merupakanbatuan beku luar dengan komposisi mineral hampir sama dengan diorit, yaitu plagioklas, hornblende dan sedikit augit atau piroksin. Batuan andesit biasanya berwarna kelabu, strukturnya porfir, teksturnya fine grained.

6. Gabro; merupakan bantuan plutonik, berstruktur holokristalin dan teksturnya berbutir kasar (coarse grained). Batuan ini memiliki komposisi mineral yang didominasi oleh piroksin.

Kandungan mineral yang lain adalah olivine, hornblende, dan plagioklas, gabro berwarna hitam, kadang-kadang hijau.

7. Basalt; merupakan batuan beku luar, komposisi kimianya hampir sama dengan gabro, strukturnya mikrokristalin, teksturnya fine grained (ground mass).

Pada batuan ini biasanya terdapat massa seperti kaca yang tidak mengkristal berdampingan dengan kristal-kristal kecil augit, plagioklas, olivine.

Fanokrist yang kecil yang bercahaya dari augit dan olivine tersebar dan menghiasi warna gelap massa basalt, sehingga batuan basalt terlihat berwarna hitam arang atau kelabu gelap. Batuan basalt merupakan batuan utama diantara batuan beku luar yang banyak dijumpai di permukaan bumi.

8. Obsidian; merupakan batuan beku luar yang berstruktur gelas (volcanic glass). Obsidian terbentuk dari magma yang mengalami pendinginan sangat cepat, sehingga kristalisasi mineral tidak terjadi.

Massanya homogen dan komposisi kimianya berbeda-beda dari satu tempat ke tempat lain. Obsidian berwarna gelap yang sering dijumpai berasal dari pendinginan lava asam.

9. Pumice (batuapung) ; merupakan batuan yang berasal dari jenis obsidian, karena gas-gas yang terdapat dalamnya keluar terlebih dahulu sebelum membeku. Akibatnya pumice mempunyai pori-pori, ringan, dan porous sehingga mengapung dalam air.

10. Piroklastik (pyroclastic rock), batuan ini proses pembentukannya semata-mata tergantung pada letusan gunung berapi. Batuan tersebut terdiri dari abu vulkanik, pasir, kerikil, batu kecil dan batu besar (volcanic ash, sand, cinder, lapili, bomb).

Debu dan pasir yang mengeras dan membentuk batuan padat, keras dan terdiri dari fragmen-fragmen besar dinamakan volcanic tuff (tuff vulkanik), sedangkan debu, pasir dan kerikil yang membentuk fragmen-fragmen bersudut tajam untuk membentuk suatu lapisan batuan dinamakan volcanic breccias (breksi vulkanis).

Sumber: Modul PPG Geografi
Perbedaan Mineral Utama, Sekunder dan Aksesor

Perbedaan Mineral Utama, Sekunder dan Aksesor

Di postingan sebelumnya kalian sudah berkenalan dengan apa itu mineral. Nah mineral ini banyak sekali jenisnya di bumi sehingga para ahli geologi pun mengklasifikasi mineral berdasarkan kriteria tertentu.

Berdasarkan peranannya sebagai pembentuk batuan, mineral dapat dibedakan menjadi mineral utama, sekunder dan aksesor.

1)    Mineral utama
Mineral utama merupakan mineral yang penting dalam fungsinya sebagai mineral pembentuk batuan yang mendominasi batuan di permukaan bumi. Mineral tersebut adalah kuarsa, kalsedon, feldspar, ortoklas, plagioklas, nefelin, leusit, muskofit, biolit, ambifol, piroksin, olivine, dan kalsit.

2)    Mineral sekunder
Mineral sekunder adalah mineral – mineral yang dibentuk kemudian dari mineral primer (utama), misalnya oleh proses pelapukan.

Contohnya mineral khlorit yang terbentuk dari mineral biotit karena pelapukan. Jadi dapat di simpulkan bahwa mineral sekunder pasti terdapat pada batuan yang telah lapuk, tetapi belum tentu batuan yang telah lapuk terdapat mineral sekunder. Ada juga mineral sekunder yang terdapat dalam batuan metamorfik.

3)    Mineral aksesor
Mineral ini tidak terdapat dalam jumlah banyak tetapi hampir terdapat pada semua batuan sebagai contoh magnetit.

Sejumlah mineral yang pada umumnya terdapat dalam batuan dapat dilihat pada tabel berikut (Sukandarrumidi, dkk. 2014).
Mineral utama di bumi
Cara Terbentuknya Mineral di Bumi

Cara Terbentuknya Mineral di Bumi

Mineral adalah salah satu bahan anorganik hasil bentukkan alam yang punya persenyawaan tetap.

Ada banyak sekali mineral di bumi ini dan punya ciri yang bermacam-macam.

Kamu tentu pernah mendengar istilah kalsit, feldspar, carbon, olivin, fluor dan lainnya bukan?.

Semua itu adalah contoh dari mineral alami. Lalu bagaimana mineral bisa terbentuk di permukaan bumi ini?.

Pada umumnya mineral terbentuk melalui 4 cara yaitu terbentuk dari larutan-larutan, dari magma, karena sublimasi, dan metamorfosis (Isbandi, 1986).

a.    Terbentuk dari larutan-larutan.

-    Air yang di dalamnya mengandung larutan tertentu jika terjadi penguapan, maka larutan tersebut akan ditinggalkan dan terbentuklan mineral. Air yang mengandung larutan halit jika mengalami penguapan akan menghasikan mineral halit.
-    Terbentuk dari pelepasan gas sebagai pelarut. Air hujan yang mengandung CO2 akan mudah melarutkan batuan kapur CaCO3. Jika CO2 dalam larutan tersebut kemudian menguap, maka larutan CaCO3 akan diendapkan kembali. Contohnya adalah terbentuknya stalagtit dan stalagmid di gua-gua kapur. Endapan travertin juga terbentuk melalui proses yang sama.
-    Penurunan suhu dan tekanan. Air yang terbentuk . Oleh proses intrusi (air magmatis) terperangkap dalam lapisan kerak bumi dengan tekanan dan suhu yang sangat tinggi. Jika kemudian terjadi pendinginan atau tekanannya berkurang, maka mineral-mineral yang larut di dalamnya akan diendapkan. Mineral ini disebut mineral hidrotermal.
-    Interaksi larutan-larutan. Dua atau lebih larutan jika bertemu akan menyebabkan terjadinya endapan. Contoh larutan CaSo4 bila bertemu BaSO3 yang mudah larut akan menghasilkan mineral barit (BaSO4).
-    Interaksi larutan dengan bahan padat. Larutan yang mengandung ZnSo4, bila melalui daerah kapur akanmenghasilkan terbentuknya mineral smithsonit dan anhidrit atau gibs.
-    Interaksi gas-gas dengan larutan. Air yang mengandung H2S akanmemberikan endapan sulfida-sulfida jika berhubungan dengan larutan di daerah tambang yang mengandung Zn, Cu, Fe, dan lain-lain.
-    Pengeruh aktivitas organisme dalam larutan. Moluska, crikoida menyerap CaCO3 dari air laut dan mengeluarkannya lagi dalam bentuk badan-badan pelindungnya dalam bentuk aragonit dan kalsit. Radiolaria , diatome dan spons mengeluarkan bahan silisium dan membentuk diatome, batu api, kalsedon dan lain-lain.
Mineral olivin berwarna hijau

b.    Terbentuk dari magma.
Magma dapat membentuk mineral-mineral primer, antara lain mineral-mineral bijh seperti magnetit, ilmenit, chromit, pyrrotit, chalcopyrit dan lain-lain.

c.    Terbentuk melalui sublimasi.
Terbentuknya mineral melalui kristalisasi langsung dari uap atau gas dan juga sebagai hasil dari interaksi antar gas atau antara gas dengan batuan. Sebagai contoh adalah terbentuknya mineral belerang di lubang kepundan. Hematit juga bisa terbentuk di lubang kepundan sebagai hasil interaksi antara ferriclorida dan uap air.

d.    Terbentuk melalui metamorfosis.
Metamorfisis kontak dapat membentuk mineral-mineral, misalnya wolastonit, visuvianit dan epidot pada umumnya terbentuk kalau batuan kapur yang tidak murni mengalami metamorfosis karena persinggungan dengan magma.

Sumber: Modul PPG Geografi
close